
Malam indah dengan taburan bintang menghiasi keindahan langit malam ini, seindah hati dan perasaan Dimas saat ini. mungkin benar kata pujangga, semua akan indah pada waktunya begitu lah kiranya kenyataan yang saat ini dirasakan seorang Dimas satria Prayoga.
Tak ada kata yang mampu mengungkapkan betapa Beruntungnya dirinya bisa menemukan cinta sejati seperti Renata, wanita yang mampu membuka hati seluas samudra untuk menerima dirinya dengan semua kelebihan serta kekurangannya.
Karena kelembutan hati Renata bersedia melupakan semua yang pernah terjadi, bahkan wanita itu memintanya untuk melupakan semua kesalahpahaman yang pernah terjadi diantara mereka dan memulai kehidupan baru.
"Terima kasih sayang, karena kamu sudah mau mengerti dengan semua yang pernah terjadi. mas memang pernah ingin membalas dendam pada Gita karena kesalahpahaman di masa lalu keluarga kami, tetapi satu yang harus kamu tahu, perasaan serta cinta mas padamu tidak ada hubungannya dengan itu semua. Mas jatuh cinta padamu saat pandangan pertama, I love you so much Renata Putri Adipura Sanjaya." dengan mata berkaca-kaca Renata masuk ke dalam pelukan suaminya saat mendengar ungkapan perasaan suaminya.
"Kamu dan calon anak kita adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan pada mas, sayang." lanjut Dimas dengan suara bergetar sehingga membuat Renata tak sanggup menahan air matanya. apalagi saat ini pria itu Nampak mengelus lembut rambutnya.
"Aku juga minta maaf mas, jika selama ini tidak pernah mau mendengarkan penjelasan dari kamu." tutur Renata yang kini masih berada di pelukan suaminya.
"Tidak ada yang perlu di maafkan karena kamu tidak salah. mas yang salah karena saat itu belum bisa berterus terang padamu." jawab Dimas.
Beberapa saat kemudian suasana haru berubah seketika saat tangan kekar milik pria tampan tersebut sudah mulai tak terkontrol.
"Kamu mau ngapain mas?? jangan macam-macam ya !!!." seketika Renata mengurai pelukannya ketika merasakan tangan kekar suaminya mulai tak terkondisikan. kini tangan kekar itu mulai masuk ke dalam bajunya.
"Memangnya tidak boleh macam macam sama istri sendiri???." kedua mata Renata spontan membola saat tatapan Dimas mulai tertuju pada dua buah aset miliknya yang masih tertutup sempurna di balik dress yang kini dikenakannya.
__ADS_1
"Mas aku ma_." ucapan Renata melayang begitu saja di udara saat Dimas mulai menyatukan bi_birnya dengan milik Renata.
Berawal dari sebuah ciuman berubah menjadi sebuah lu_matan yang semakin menuntut lebih kini di rasakan Dimas, sementara Renata yang kini mulai terbawa suasana mulai menikmati setiap sentuhan suaminya.
Masih dengan bi_bir saling bertautan Dimas merebahkan tubuh istrinya, dengan menggunakan lengan kekarnya sebagai penyangga agar tubuh istrinya tidak sampai terhimpit oleh tubuhnya yang jauh lebih besar di banding Renata.
Entah sejak kapan Dimas memulainya, yang jelas Renata baru menyadari jika saat ini tak ada lagi sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya, kecuali benda segitiga yang kini menutupi bagian sensitifnya sehingga suaminya tersebut bisa menikmati pemandangan dari setiap inci tubuh indahnya. tidak jauh berbeda dengan Dimas, kini pria itu hanya tinggal mengenakan pakaian dalam untuk menutupi bagian in_ti tubuhnya.
saat menyadari itu, Renata spontan menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi kedua aset berharga miliknya dan hal itu sontak membuat Dimas menarik ke samping bibirnya sehingga menciptakan sebuah senyum.
"Kenapa harus malu, hmm??? ini bukan kali pertama kita melakukannya, sayang" dengan suara yang terdengar begitu lembut Dimas berucap tepat di telinga Renata sehingga membuat bu_lu kuduk wanita itu semakin meremang.
Setelah cukup lama Dimas pun menyudahi ciumannya karena tidak ingin istri serta calon anak yang ada di dalam kandungan Renata kekurangan pasokan oksigen.
"Kamu wanita satu satunya yang pernah membuatku hampir gila Renata, hampir gila karena takut kehilanganmu, gila karena hanya dirimu yang pernah membawaku terbang ke Nirwana menik_mati indahnya surga dunia." bisik Dimas dengan suara beratnya tepat di telinga Renata .
"Jika tidak keberatan sayang, bisakah mas kembali menikmati indahnya semua itu malam ini??." lanjut Dimas, sedangkan Renata masih diam tak tahu harus menjawab apa. jika menjawab boleh takut di nilai wanita gampangan padahal kepada suami sendiri, kalau menolak tentu saja sulit karena saat ini dirinya pun menginginkan sentuhan dari suaminya itu.
Untungnya Dimas cukup peka dengan situasi seperti ini. "Jika kamu diam sayang, mas anggap kamu tidak keberatan." tutur Dimas sebelum kembali me_***** bibir istrinya dengan penuh minat, sehingga menciptakan suara de_capan yang menggema di seluruh penjuru ruangan, untungnya penginapan yang kini mereka tempati memiliki fasilitas kedap suara sehingga kegiatan panas keduanya tidak Sampai mengundang petugas keamanan yang menyangka keduanya pasangan selingkuhan.
__ADS_1
Meski bukan yang pertama kalinya, tetapi Dimas masih cukup kesulitan untuk menembus pertahanan istrinya. setelah beberapa saat akhirnya Dimas berhasil menembus pertahanan istrinya.
"Arrrggghhh...." sebuah rintihan pun keluar dari bibir mungil Renata saat suaminya berhasil memasuki in_ti tubuhnya untuk kedua kalinya.
"Maaf sayang."usai berucap demikian Dimas kembali memberikan ci_uman lembut guna mengalihkan rasa sakit yang kini di rasakan Renata akibat Hujaman di bagian in_ti tubuhnya. dan benar saja usaha Dimas berhasil tatkala merasakan istrinya yang mulai membalas ci_umannya, meski belum mahir tapi setidaknya cukup baik untuk seorang Renata yang baru mengenal cinta dari sosok Dimas satria Prayoga.
Cukup lama keduanya melepas hasrat, atau lebih tepatnya Dimas melepas hasrat yang selama ini hanya bisa dipendam kepada istrinya.
Setelah satu jam kini Dimas memilih menyudahi permainannya, mengingat saat ini ada nyawa calon anaknya yang harus tetap dijaga keselamatannya di dalam kandungan istrinya.
"Terima kasih sayang." ucap Dimas seraya memberi kecupan sayang di kening Renata sebelum pria itu merebahkan tubuhnya di sisi istrinya lalu membawa tubuh Renata ke dalam dekapannya.
"Daddy sayang sama kalian berdua." ucapan Dimas di tujukan pada istri dan juga calon anaknya, pria itu berucap kala mengusap lembut perut istrinya.
"Baby dan Mommy juga sayang sama Daddy." jawab Renata dengan suara menyerupai suara anak kecil dan itu membuat Dimas semakin merasa bahagia bisa mempersunting Renata sebagai istri dan juga calon Mommy untuk anak anaknya kelak.
****
Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda, Tuan Adipura Sanjaya justru merasa kebingungan mencari keberadaan putri serta menantunya yang tak kunjung kembali ke Mansion sementara waktu telah menunjukkan pukul dua dini hari.
__ADS_1
Untungnya pria itu telah meminta anak buahnya untuk melacak keberadaan putri dan menantunya melalui GPS yang sebelumnya telah di pasang pada mobil milik Renata.