Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Resepsi pernikahan Dimas dan Renata.


__ADS_3

Malam harinya, sebuah ball room hotel telah di penuhi tamu undangan yang datang untuk menghadiri acara resepsi pernikahan Dimas dan Renata.


Banyak tamu undangan yang hadir di tempat itu, baik rekan bisnis Hantara dan juga ayahnya terlihat hadir di sana. kedua sahabat Hantara serta sahabat dari Gita juga nampak hadir di acara resepsi pernikahan Dimas dan Renata.


Dari pihak Dimas hanya Andika dan Abimanyu yang datang sebagai kerabat dekat sisanya dari kalangan rekan bisnis Dimas.


Bak raja dan Ratu sehari kini Dimas dan Renata yang duduk di pelaminan pun menjadi pusat perhatian dari para tamu undangan yang hadir.


Tidak sedikit para pria yang datang merupakan anak dari rekan bisnis ayahnya yang pernah menaruh hati pada Renata. bahkan di antaranya masih menaruh harapan bisa memiliki Renata meski saat ini dirinya telah melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita itu telah bersanding bersama dengan seorang pria di pelaminan.


"Sepertinya sudah saatnya kau harus menyudahi perjuanganmu untuk gadis itu!!." ucap salah satu Sahabatnya kepada Pria itu.


"Sepertinya juga begitu, sebesar apapun perjuanganku untuknya seperti akan sia sia karena nampaknya Renata bukan tercipta untukku." jawab pria bernama Akram Suseno.


"Sebaiknya kau ikhlas kan dia, karena arti cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita ikhlas melepaskan seseorang yang kita cintai hidup bahagia bersama pria pilihannya meski itu bukan kita." Dengan wajah tak bersemangat Akram pun terlihat mengangguk seolah setuju dengan ucapan sahabatnya.


"Apa salahnya kau mencoba keberuntungan dengan mencari jodoh di acara ini, setidaknya jika kau berhasil menemukan seorang gadis di sini, sepertinya kisahmu akan Seru jika di abadikan dalam sebuah novel, kutemukan calon istri di acara resepsi pernikahan wanita pujaan hatiku." ucap pria itu dengan di akhiri dengan tawa di akhir kalimatnya, sebelum pria itu memandang ke arah dua orang gadis yang tengah duduk di antara para tamu undangan yang hadir.


"Sepertinya gadis yang duduk di sana boleh juga." lanjutnya seraya memandang ke arah Anis dan juga Rahma yang jaraknya lumayan jauh dari mereka.


Akram yang mendengar hanya terlihat berdecak tidak habis pikir dengan tingkah sahabatnya itu.


Di pelaminan, Renata yang sejak tadi belum melihat keberadaan Kakaknya nampak menyapu pandangan ke seluruh penjuru ruangan, namun sepertinya wanita itu tak kunjung melihat keberadaan Hantara.


"Ada apa, apa kamu merasa lelah??." tanya Dimas saat melihat Renata yang nampak tak tenang.

__ADS_1


"Tidak, aku baik baik saja, aku hanya mencari keberadaan mas Hantara karena sejak tadi aku tidak melihat keberadaannya." ucap Renata kepada Dimas.


Dimas pun turut menyapu pandangannya ke seluruh penjuru ruangan ball room hotel." Mungkin kakakmu masih berada di kamar bersama dengan istrinya." ucapnya karena tak juga menemukan keberadaan Hantara di antara tamu undangan yang hadir, dan Renata pun nampak mengangguk seolah membenarkan ucapan Dimas mengingat tadi Asyifa sedikit rewel tidak seperti biasanya.


Setelahnya Renata tak lagi berusaha mencari keberadaan Kakaknya, wanita itu fokus pada prosesi acara resepsi pernikahannya.


Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda, sebuah mobil yang di tumpangi oleh tiga orang pria tersebut nampak melaju menuju suatu tempat.


Baik Hantara dan juga Andika yang kini berada di mobil yang di kendarai Armada nampak tak sabar untuk segera tiba di tujuan.


"Apa kau pernah menceritakan tentang hal ini kepada Dimas sebelumnya??." tanya Hantara pada Andika yang kini duduk di bangku samping kemudi.


"Tidak, aku tidak pernah mengatakan tentang hal ini kepada siapapun termasuk Dimas, karena aku sendiri belum yakin dengan apa yang pernah di katakan ibuku Saat itu, sebelum aku mendapatkan bukti yang akurat." jawaban Andika membuat Hantara mengangguk paham.


Tidak lama kemudian mobil yang di kendarai Armada mulai memasuki gerbang rumah sakit.


Namun sebelumnya Andika meminta Hantara dan juga Armada untuk menunggu di lorong rumah sakit, sementara dirinya menuju ruangan perawat untuk meminta izin serta kunci ruang perawatan nyonya Veronica. karena jika malam hari seperti ini ruangan perawatan nyonya Veronica akan di kunci oleh perawat demi menjaga keamanan dan keselamatan pasien.


Di ketahui perawat sebagai keponakan dari nyonya Veronicaz tidak sulit bagi Andika untuk mendapatkan kunci ruang perawatan tantenya, bahkan perawat sama sekali tidak menaruh curiga pada Andika dengan tidak mendampingi pria itu saat menuju ruangan tantenya.


Setelah berhasil mendapatkan kunci kamar perawatan, Andika segera kembali menemui Hantara dan juga Armada kemudian mengajak Keduanya untuk segera menuju kamar perawatan tantenya berada.


Sepertinya keberuntungan tengah berpihak pada ketiganya karena saat ini nyonya Veronica terlihat tengah terlelap dalam tidurnya.


Dengan cepat ketiganya melakukan tugas masing masing seperti yang telah di rencanakan jauh hari sebelum mereka memiliki kesempatan malam ini.

__ADS_1


Namun nampaknya perhatian Hantara kini tertuju pada sebuah foto seorang anak kecil yang kini tergeletak di atas tempat tidur pasien.


Hantara yang penasaran kemudian mendekat lalu meraih foto tersebut." Foto siapa ini, sepertinya aku pernah melihatnya sebelumnya???" batin Hantara seraya mengingat ingat kembali di mana ia pernah melihat foto yang sama sebelumnya.


Namun ucapan Andika seolah membuyarkan lamunannya.


"Sebaiknya kita segera pergi dari sini agar Dimas tidak curiga dengan ketidakhadiran kita di acara resepsi pernikahannya!!." ajakan Andika membuyarkan lamunan Hantara, namun sebelum beranjak Hantara lebih dulu mengambil ponselnya di dalam saku jas miliknya kemudian mengambil gambar foto anak kecil tersebut melalui kamera ponselnya.


Mereka pun bergegas meninggalkan kamar perawatan tersebut sebelum pemiliknya terbangun dan menyadari keberadaan mereka.


Setelah mengembalikan kunci kepada perawat, Andika kemudian segera menyusul Hantara dan juga Armada yang lebih dulu berada di mobil.


"Lakukan yang menjadi tugasmu dan kami akan melakukan sisanya!!." ucap Hantara kepada Andika ketika pria itu telah berada di dalam mobil.


"Baiklah." jawab Andika dengan senang hati tanpa ada rasa paksaan sedikit pun, karena hal yang selama ini menjadi teka-teki di masa lalu adik sepupunya akan segera terungkap jika dirinya berhasil membantu Hantara dalam mengungkapkan Fakta yang sebenarnya terjadi.


Dengan kecepatan di atas rata rata akhirnya mobil yang di kendarai Armada tiba di parkiran hotel.


Setelah turun dari mobil, dengan langkah lebar Hantara memasuki pintu masuk hotel menuju ball room hotel di mana acara resepsi pernikahan adiknya di langsungkan begitu pun dengan Andika dan juga Armada, untungnya banyak tamu undangan yang hadir di sana, Hantara pun berharap Renata dan juga Dimas tidak menyadari jika dirinya baru saja tiba di hotel itu.


Hantara mulai bergabung dengan anggota keluarganya Yang lain, di sebuah meja khusus yang di sediakan untuk anggota keluarga dari pihak pengantin.


"Darimana saja kamu nak??." tanya Nyonya Merina saat baru melihat keberadaan putra sulungnya.


"Hantara baru saja menemui rekan bisnis mah." jawab Hantara berdusta, karena tidak mungkin dirinya mengatakan jika ia baru saja dari kamar sementara kunci kamar hotel berada dengan istrinya, sedangkan sejak tadi istri serta kedua anaknya sudah berada di tengah tengah keluarganya.

__ADS_1


Nyonya Merina yang mendengarnya hanya mengangguk seakan percaya begitu saja dengan ucapan putranya.


Jangan lupa like, koment vote and give yang sayang sayangku,,,,,dan jangan lupa untuk menekan tombol favorit serta mengikuti akun aku, biar di kemudian hari jika ada karya baru dari author receh ini sayang sayangku akan mendapat notifikasi....!!! 🙏🙏🙏🙏🙏😊😊😊😘😘😘😘🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2