Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Keberadaan Dimas???


__ADS_3

"Obati lukanya!!."lanjut titah Hantara pada Armada setelah jarak mereka berada cukup jauh dari Dimas, sebelum pria itu kembali melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.


Di mobil, Hantara nampak seperti orang kebingungan. pria itu bingung dengan masalah yang kini menimpa keluarganya. di satu sisi ia benci dan juga marah dengan tindak kejahatan yang telah di lakukan Dimas terhadap istri serta anaknya sehingga rasanya pria itu ingin melenyapkan Dimas dari muka bumi ini, tetapi di sisi lain Dimas merupakan ayah dari bayi yang kini ada di dalam kandungan adiknya.


"Tidak mungkin aku membiarkan Renata hamil tanpa seorang suami." batin Hantara nampak Frustasi di sela aktivitasnya mengemudi.


"Apa sebaiknya aku mencarikan seorang pria untuk menikah dengan Renata??." tiba tiba tercetus sebuah ide di benak Hantara.


Mengingat sang adik merupakan pebisnis muda yang cukup sukses di bidangnya, menurut Hantara tidaklah Sulit untuknya mencarikan seorang pria untuk menikahi adiknya.


Jujur saja Hantara masih meragukan pengakuan Dimas akan perasaannya terhadap Renata, bisa saja pria itu berdusta begitu pikir Hantara.


Terlalu banyak beban yang kini memenuhi pikiran Hantara, sehingga membuat pria itu memilih tidak kembali ke perusahaan melainkan segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Setibanya di rumah, Hantara tak langsung turun dari mobilnya saat melihat mobil milik Reva terparkir di halaman.


Hantara terlihat menghela napas lelah."Mau apa lagi dia datang ke sini???" gumam Hantara sebelum beberapa saat kemudian melangkah turun dari mobilnya. Sejujurnya Hantara belum yakin sepenuhnya jika Reva benar benar telah berubah lebih baik.


Reva yang kini duduk saling berhadapan dengan Gita di sofa ruang tamu spontan berdiri saat melihat kedatangan Hantara.


"Saya hanya ingin menengok Akila dan juga Asyifa." ucapnya, tak ingin pria itu berpikir yang tidak tidak tentang kedatangannya. dan Hantara pun perlahan-lahan mengangguk kecil seolah percaya dengan ucapan Reva.


"Maaf Gita jika aku sudah mengganggu waktu istirahat kamu kalau begitu aku pamit dulu." lanjut Reva merasa tidak enak berlama lama di rumah itu apalagi kini Hantara telah kembali.

__ADS_1


Sebagai seseorang yang pernah hidup bersama dengan pria itu, Reva cukup mengenal sikap dan watak Hantara. dan saat ini Reva bisa menebak jika pria itu masih belum percaya sepenuhnya pada dirinya, masih terlihat jelas was was di wajah pria itu saat melihat keberadaan Reva di rumahnya.


"Apa tidak sebaiknya menunggu Akila dan Asyifa pulang sekolah lebih dulu." tawar Gita mengingat tujuan Reva datang ke sana untuk bertemu dengan kedua gadis kecil tersebut.


"Lain kali aku akan datang lagi ke sini, itu pun jika kalian tidak keberatan." ucap Reva seraya melirik ke arah Hantara.


"Tentu saja kami tidak keberatan, anda boleh datang ke sini kapan saja karena pintu rumah ini selalu terbuka untuk anda." jawab Gita tulus sembari mengembangkan senyum di wajahnya dan itu semakin membuat Reva yakin jika mantan suaminya tersebut telah menemukan wanita yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya.


Reva pun membalas senyuman Gita dengan tulus.


Setelahnya wanita itu pun berlalu meninggalkan kediaman Hantara dan Gita.


"Sebaiknya kamu tetap berhati-hati padanya, bisa saja dia berpura-pura baik karena memiliki niat buruk di belakang." papar Hantara mencoba mengingat istrinya setelah kepergian Reva.


"Aku tahu, sampai saat ini mas belum sepenuhnya percaya dengan perubahan sikap Nona Reva, tetapi aku mohon mas cobalah untuk sedikit percaya padanya!!! karena bagaimanapun dia adalah ibu kandung dari anak anaknya mas Hantara." mendengar ucapan bijak Gita membuat Hantara membawa istrinya tersebut ke dalam pelukannya.


Bukan tanpa alasan Gita berkata demikian terhadap suaminya, sebagai sesama wanita ia bisa merasakan jika saat ini Reva benar-benar tulus, tanpa niat terselubung di belakangnya.


Namun begitu Gita belum siap mengatakan yang sebenarnya pada Reva jika ternyata Asyifa juga merupakan anak kandungnya bersama dengan Hantara.


Beberapa saat kemudian saat Hantara telah melerai pelukannya barulah Gita menyadari penampilan suaminya yang kini nampak berantakan. jasnya tak lagi terpasang pada tubuhnya melainkan menggantung di lengan pria itu sementara kemejanya pun tak lagi berada di dalam celananya, dengan posisi kemeja yang saat ini nampak di gulung sebatas siku.


"Apa yang terjadi mas, kenapa penampilan mas bisa berantakan seperti ini??." tanyanya dengan wajah bingung.

__ADS_1


Hal itu sempat membuat Hantara bingung untuk menjawab, hingga akhirnya ia pun terpaksa berdusta." Tadi mas latihan tinju bersama dengan beberapa teman kuliah mas dulu." dusta Hantara, karena tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya, jika dirinya baru saja menghajar Dimas hingga babak belur.


Gita yang mendengarnya nampak mengangguk seolah percaya dengan ucapan suaminya.


"Mas mau ke kamar dulu sayang, mas merasa sangat gerah mau mandi dulu." ucap Hantara tidak ingin berlama lama berada dekat dengan istrinya, karena bisa saja wanita itu akan kembali mempertanyakan sesuatu yang membuatnya kesulitan untuk menjawabnya jika ia masih betah berlama-lama.


"Aku siapkan air hangat ya mas." tawar Gita hendak beranjak namun Hantara mencegahnya.


"Tidak perlu sayang, mas bisa melakukannya sendiri lanjutkan saja aktivitas kamu!!." ucap Hantara dan Gita pun mengangguk sambil tersenyum.


Setibanya di kamar, Hantara tidak membuang buang waktu pria itu segera berlalu menuju kamar mandi dengan menikmati kucuran air di bawah shower berharap rasa denyutan di kepalanya akibat memikirkan permasalahan yang menimpa istri dan adiknya sedikit berkurang.


Sementara di tempat yang berbeda, Abimanyu nampak khawatir karena sejak tadi menghubungi ponsel Dimas namun ponsel milik sahabatnya itu berada di luar servis area.


"Kemana Dimas, kenapa sejak tadi ponselnya tidak bisa di hubungi??." Abimanyu nampak bermonolog sembari menatap ponselnya.


"Semoga saja tidak terjadi sesuatu pada anak itu." lanjut gumam Abimanyu sebelum meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya.


Baru beberapa saat tiba tiba seorang perawat nampak tergesa gesa masuk ke ruangannya dan mengatakan jika ibunya Dimas kembali mengamuk tidak jelas.


Dengan langkah cepat Abimanyu menuju ruangan perawatan yang di lengkapi dengan beberapa fasilitas khusus, di mana ibunya Dimas yang bernama nyonya Veronica tersebut tengah di rawat.


Abimanyu terlihat menghela napas berat saat menyaksikan wanita paru baya tersebut kembali mengamuk, bahkan kini nyonya Veronica nampak memecahkan kaca jendela yang berada di ruangannya, untung saja serpihan kaca tidak sampai melukai dirinya.

__ADS_1


"Kamu dimana Dimas??? apa kamu tidak tahu jika saat ini ibumu sangat membutuhkan dirimu." batin Abimanyu. jika sedang mengamuk seperti ini hanya Dimas yang mampu menenangkan ibunya.


__ADS_2