Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Tudingan Mama.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Pagi ini setelah mengantarkan kedua putrinya serta sang istri untuk pergi bekerja, Hantara tidak langsung menuju perusahaan. Hantara menemui kedua orangtuanya di mansion.


Seorang sekuriti yang bertugas di depan Mansion segera membukakan pintu gerbang saat melihat mobil Hantara yang baru saja tiba di depan gerbang.


Pria itu mengucapkan selamat datang dan diangguki Hantara sebagai jawaban.


Hantara sengaja datang menemui kedua orangtuanya sebelum pergi bekerja, sebab semalam mamanya menelpon untuk menyampaikan jika ayahnya ingin bertemu dengan Hantara.


Hantara yang baru saja tiba di mansion di sambut nyonya Merina dengan tatapan tak bersahabat.


"Ada apa mah??." tanya Hantara seolah paham, jika wanita yang merupakan cinta pertamanya tersebut sedang menyimpan kekesalan padanya.


"Sebaiknya kita bicara di ruang kerja papa!!." timpal tuan Sanjaya ketika baru saja menghampiri istri dan anak sulungnya di ruang keluarga.


Hantara berjalan selangkah di belakang sang ayah lebih tepatnya langkah Hantara seiring dengan langkah nyonya Merina. Di benak Hantara bertanya tanya ada apa sampai ayahnya tiba tiba meminta dirinya datang ke mansion.


Tuan Sanjaya duduk di sofa single kemudian di ikuti Hantara yang juga ikut duduk di Sofa Double berdampingan dengan mamanya, Nyonya Merina.


"Jelaskan pada papa Hantara, siapa sebenarnya anak pertemuan bernama Asyifa itu??." Tanya Tuan Adipura Sanjaya dengan nada tegas.


deg.

__ADS_1


Sejak awal Hantara sudah yakin cepat atau lambat kedua orangtuanya akan mengetahui keberadaan Asyifa. bukannya berniat menyembunyikan status Asyifa dari kedua orang tuanya namun Hantara masih ragu jika kedua orang tuanya tersebut tidak akan percaya jika Asyifa hanyalah anak sambung dari istrinya. pada Intinya Hantara tidak ingin kedua orang tuanya berpikir yang bukan bukan tentang istrinya.


Hantara nampak menarik napas panjang seolah saat ini paru parunya membutuhkan pasokan oksigen lebih.


"Pah...mah....percayalah gadis kecil itu merupakan anak sambung dari istriku, meski tak lahir dari rahimnya Hantara tahu jika Gita sangat menyayangi Asyifa." terang Hantara mencoba memberi pengertian pada keduanya.


Baik tuan Sanjaya ataupun nyonya Merina hanya diam sambil menatap putranya. keduanya menatap dengan tatapan berbeda.


"Lagi pula istri Hantara masih virgin saat malam pertama kami." Hantara di buat bingung, saat melihat reaksi Kedua orang tuanya seolah baik baik saja tidak terkejut sama sekali setelah mendengar pengakuan darinya.


"Kalau untuk itu papa tidak pernah ragu pada istrimu, sejak masih bersama dengan Lesmana dulu papa sudah yakin jika Gita adalah gadis baik baik." jawab tuan Sanjaya. sedangkan Hantara, entah mengapa hatinya seolah tidak terima saat mendengar istrinya pernah bersama pria lain padahal ia sendiri sadar jika pria lain itu tak lain adalah adik kandungnya sendiri, dan berkat amanah dari adik kandungnya tersebutlah Gita bisa menjadi istrinya saat ini.


Untungnya dengan cepat Hantara segera menepis perasaan tak berdasar tersebut dari hatinya, karena biar bagaimanapun adiknya lah orang yang paling berjasa dalam hubungan dirinya dan juga mantan calon adik iparnya itu.


"Bukannya pada Gita tapi Papa dan mama justru ragu padamu." kini Giliran mamanya yang sejak tadi nampak menahan kesal pun buka suara. dan tuan Adipura Sanjaya turut mengangguk seakan setuju dengan ucapan istrinya.


Kening Hantara nampak berkerut karena masih tidak paham dengan ucapan mamahnya.


"Jangan bilang kamu sengaja memperalat istri kamu dengan meminta Gita untuk mengakui anak kamu dari wanita lain sebagai anak angkatnya." tudingan mamanya membuat mata Hantara membulat sempurna.


"Mama bicara apa sih??." tepis Hantara. pria itu tidak habis pikir dengan tudingan yang baru saja di lontarkan mamanya.


"Lagi pula tudingan mama sangat tidak berdasar. jika memang anak itu adalah anak kandung Hantara tidak mungkin Hantara meminta Gita melakukan sesuatu yang mama tuduhkan." lanjut Hantara. dari nadanya Hantara sangat tidak suka dengan tudingan mamanya.

__ADS_1


Nyonya Merina menatap manik mata putranya seolah sedang mencari kebenaran di mata pria itu. setelah beberapa saat mendalami tatapan Hantara sebagai wanita yang telah melahirkan Hantara ke dunia ini, nyonya Merina yakin jika saat ini putranya tak sedang berdusta. namun entah kenapa saat ini seperti masih ada yang mengganjal di hati wanita paru baya itu.


"Tapi kenapa yang mama Lihat wajah anak itu sangat mirip dengan wajahmu saat kecil dulu Hantara??." lanjut Nyonya Merina mengeluarkan isi hati yang beberapa hari di pendam wanita itu.


Deg.


Sebenarnya bukan pertama kalinya Hantara mendengar ucapan seperti itu, beberapa hari yang lalu Damar juga mengatakan hal yang sama. namun Hantara seolah tidak terlalu peduli.


"Hantara juga tidak tahu mah, mungkin karena kasih sayang yang Hantara berikan padanya selama beberapa bulan terakhir ini." jawab Hantara. walau sebenarnya jawaban yang keluar dari mulutnya tak sesuai dengan yang kini ada pikirannya.


"Apa benar wajah Asyifa mirip dengan wajahku???jika benar, mengapa bisa seperti itu??." batin Hantara yang saat ini nampak memijat pangkal hidungnya sedikit meredakan pusing yang mulai melanda akibat memikirkan hal itu.


Nyonya Merina nampaknya merasa bersalah sebab telah berpikir yang tidak-tidak tentang putranya. nyonya Merina mengusap punggung Hantara seolah menenangkan pria itu.


"Maaf jika tuduhan mama sudah membuat kamu kepikiran." ucap Nyonya Hantara. sedangkan Hantara masih diam tak menimpali kalimat mamanya, bukan karena marah tetapi karena Hantara sendiri masih kepikiran dengan kecurigaan kedua orang tuanya.


Tuan Sanjaya berdiri dari duduknya untuk menghampiri putranya. pria itu nampak menepuk pundak putranya Beberapa kali.


"Papa tahu kamu pria yang baik, mungkin semua itu hanya sebuah kebetulan saja." sama seperti sang istri tuan Sanjaya juga merasa bersalah pada putra sulungnya itu.


Setelah selesai berbincang dengan ayah serta ibunya, Hantara pun pamit pergi ke kantor sebab ada rapat penting sebentar lagi.


Setelah meninggalkan mansion Hantara tak lagi terlalu ambil pusing dengan tudingan orang tuanya tadi karena pria itu sangat yakin tidak pernah dekat dengan wanita mana pun setelah bercerai dari mantan istrinya beberapa tahun lalu.

__ADS_1


__ADS_2