Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Menemui calon Mertua 1.


__ADS_3

Riko melangkah ke arah Rahma yang kini nampak sendirian tanpa kedua sahabatnya.


"Tidak baik calon pengantin sering keluar rumah." ucap Riko lirih saat telah berada dekat dengan Rahma.


Rahma yang mendengarnya spontan menoleh, posisi Riko yang dekat dengannya hampir saja secara tidak Sengaja wajah keduanya bersentuhan.


Kini pandangan keduanya saling beradu dengan posisi cukup dekat. sebelum Riko kembali berkata."Daripada kau sering keluar rumah, lebih baik kau mempersiapkan diri untuk menyambut malam pertama kita nanti!!." ucap Riko dengan menatap intens wajah calon istrinya itu.


Kedua bola mata Rahma membulat sempurna tak menyangka ucapan vul_gar terlontar dari mulut Riko, apalagi pria itu berucap tanpa beban sedikitpun.


"Jangan bicara sembarangan, kita menikah hanya karena perjodohan, jadi jangan berpikir macam-macam!!." jawab Rahma ketus.


"Oh ya.... memangnya ada aturan yang mengatakan tidak boleh melakukan hubungan layaknya suami istri jika menikah karena perjodohan??." lanjut ucap Riko sehingga membuat kening Rahma berkerut Bingung.


"Oh tuhan....sejak kapan pria ini berubah mes_um seperti ini??." batin Rahma seolah tidak percaya.


Menyadari jarak di antara mereka begitu dekat, Rahma berusaha mendorong tubuh Riko agar. sedikit menjauh darinya. setelahnya Rahma pun memilih pergi meninggalkan Riko untuk bergabung dengan Gita dan Anis di teras depan kediaman Hantara.


Baru selangkah, Riko kembali menahan lengan Rahma lalu berkata."Jangan khawatir, Setelah kita menikah nanti aku akan memberikanmu seorang anak yang tidak kalah cantiknya dari Akila dan Asyifa." ucap Riko kala teringat kejadian tadi saat Rahma begitu mengagumi kecantikan putri dari sahabatnya. sontak ucapan Riko membuat kedua bola mata Rahma membulat sempurna, sebelum kemudian menoleh.


"Ternyata anda aslinya mes_um sekali." umpat Rahma tidak habis pikir.


Riko yang mendengarnya hanya tersenyum kecil."Aku bahkan belum menyentuhmu secara berlebihan, bagaimana bisa kau mengatakan jika aku ini pria mesum??." Riko menyunggingkan sudut bibirnya ke samping seraya mengangkat tangannya ke udara setelah melepas cekalan tangannya pada lengan Rahma.


Rahma yang semakin kesal dengan sikap Riko memilih pergi begitu saja, karena menghadapi sikap Riko tidak akan ada habisnya, begitu pikir Rahma.


Riko diam sembari menatap punggung Rahma yang semakin menjauh darinya.


Sejak sebulan sebelumnya,Riko terus memikirkan penyebab mantan kekasihnya, Mona, sampai bermain api di belakangnya dulu. setelah menyadari sikapnya yang kerap kali dingin bahkan tidak pandai mengungkapkan kasih sayang dengan kata kata mungkin itu lah yang membuat Mona akhirnya memilih selingkuh di belakangnya, dengan alasan kekurangan kasih sayang.

__ADS_1


"Meskipun kita akan menikah karena perjodohan, tetapi aku tidak ingin kau sampai bermain api di belakangku sama seperti yang dulu di lakukan Mona." gumam Riko Lirih saat punggung Rahma tak lagi nampak olehnya.


"Tidak semua wanita memiliki sifat tidak tahu diri seperti Mona dan juga Reva." Hantara yang baru saja tiba di dekat Riko menimpali ucapannya, sehingga membuat Riko menoleh ke sumber suara.


"Aku yakin Rahma adalah Gadis yang baik, dia tidak sama seperti Reva apalagi Mona." ucapan Hantara membuat Riko menatap penuh tanya padanya.


"Aku sudah tahu sejak di restoran waktu itu, jika calon istri yang kau maksud itu adalah Rahma, sahabat baik istriku." ucap Hantara seolah menjawab sorot mata Riko.


"Daripada kau banyak berpikir, lebih baik kita segera mengecek gedung hotel yang akan digunakan untuk resepsi pernikahan kalian nanti!!." ajak Hantara dan Riko pun akhirnya mengangguk sebagai jawaban. keduanya kini berjalan menuju teras depan di mana Damar dan Gita serta kedua sahabatnya tengah bersantai usai makan siang.


Setelah berpamitan kepada Gita, kini Hantara dan juga kedua sahabatnya berangkat dengan mengunakan mobil masing-masing menuju salah satu hotel ternama di ibu kota.


Dua hari kemudian.


Dimas mendatangi mansion milik keluarga Adipura Sanjaya. pria itu datang untuk menjemput Renata karena pagi ini rencananya dirinya akan mengajak calon istrinya tersebut menemui ibunya.


"Apa kau sengaja menghilangkan pewangi ruangan di mobilmu???." Renata bertanya saat tidak melihat keberadaan pengharum di mobil Dimas, sungguh sesuatu yang tidak pernah terjadi selama dirinya menjalin hubungan dengan pria itu.


Dimas yang mendengarnya pun mengiyakan.


"Kenapa??." tanya Renata seakan tidak percaya jika seorang Dimas satria Prayoga mampu menggunakan mobil tanpa pengharum.


"Karena Aku tidak suka dengan aromanya??." jawab Dimas seadanya.


"Haahhhh....???." reaksi Renata nampak begitu terkejut seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja di ucapan Dimas.


"Aku juga tidak mengerti yang jelas Sejak beberapa bulan terakhir aku sangat tidak suka mencium Aroma pewangi yang biasanya aku gunakan di mobilku." kata Dimas seadanya.


Renata yang mendengar cerita Dimas tentang yang dirasakannya akhir akhir ini tanpa sadar menyungging senyum.

__ADS_1


"Ada apa, kenapa kamu tersenyum??." tanya Dimas. saat hendak menghidupkan mesin mobil Dimas tak sengaja melirik ke samping dan mendapati Renata yang tengah tersenyum.


"Bukan apa apa, aku hanya bangga pada anakku." jawaban Renata justru membuat Dimas bingung.


"Maksudnya??." kembali tanya Dimas yang tidak sepenuhnya paham dengan maksud ucapan Renata.


"Aku bangga pada anakku, karena sejak dini dia sudah bisa mengerti pihak mana yang lebih baik direpotkan." Saat menjawab Renata justru mengarahkan pandangannya ke arah jendela samping bukannya menoleh ke arah lawan bicaranya.


"Tidak masalah, lagi pula Daddy tidak merasa direpotkan sama sekali, nak." Tutur Dimas dengan nada lembut seraya mengembangkan senyum di wajahnya sambil mengelus perut Renata beberapa kali, seolah tengah mengajak calon anaknya berkomunikasi. sebelum kemudian menarik kembali tangannya dari perut Renata lalu mulai melajukan mobilnya keluar dari gerbang mansion.


Renata hanya diam tidak berniat menghentikan pergerakan tangan Dimas saat tadi pria itu mengelus perutnya, menurutnya biar bagaimanapun bayi yang ada di dalam kandungannya saat ini adalah milik Dimas dan Dimas juga memiliki hak atas anak mereka terlepas dari bagaimana pun perasaan Dimas terhadap dirinya.


Kurang dari satu jam mobil yang di kendarai Dimas tiba di tujuan, bukannya segera turun saat Dimas membuka pintu mobil untuknya, Renata malah terlihat bingung.


"Bukankah kau bilang kita ingin menemui ibumu??." tanya Renata dengan wajah bingung dan Dimas pun mengiyakannya."Lalu kenapa kita justru datang ke rumah sakit??." Renata yang masih nampak bingung kembali bertanya.


"Kita datang ke rumah sakit ini karena ibuku ada di sini." jawab Dimas dengan wajah berubah datar sehingga membuat Renata mengurungkan niatnya untuk kembali bertanya dan segera turun dari mobil.


Renata nampak menyapu pandangan ke sekelilingnya, saat mereka melangkah menyusuri lorong rumah sakit."Apa ibumu bekerja di rumah sakit ini??." akhirnya Renata pun tidak sanggup lagi menahan diri untuk bertanya, dan Dimas nampak menggeleng tanpa suara di sela langkahnya sebagai jawaban.


Sampai langkah mereka di sambut oleh seorang pria yang mengenakan jas putih kebanggaannya menyambut kedatangan mereka.


Dimas terlihat mengangguk kecil pada Abimanyu seolah memberikan jawaban atas sorot mata pria itu, sorot mata yang seakan bertanya apakah gadis ini adalah gadis yang kau maksud???? begitu lah kita kira yang bisa di baca Dimas dari sorot mata Abimanyu. dan setelahnya Abimanyu pun tersenyum pada Renata seakan paham Dengan arti anggukan Dimas.


Renata pun membalas senyuman Abimanyu dengan sebuah senyum serta anggukan sungkan.


Setelahnya Abimanyu pun menemani Dimas menuju ruang perawatan ibunya.


Jangan lupa like koment and Vote ya sayang sayangku,,,,,

__ADS_1


__ADS_2