Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Tak ingin menyesal.


__ADS_3

Karena hasil pemeriksaan dokter kondisi Gita hanya di sebabkan kurang tidur sehingga membuatnya mengalami anemia dan sampai jatuh pingsan pagi tadi, sehingga kini Gita pun di perbolehkan meninggalkan rumah sakit.


Ketika melewati salah satu lorong rumah sakit saat hendak meninggalkan rumah sakit Gita melihat seorang wanita yang tengah menangis sesenggukan sehingga membuat Gita penasaran dan kemudian memilih bertanya pada salah seorang perawat yang berada di sana. "apa yang terjadi suster??" tanya Gita. entah kenapa ia begitu penasaran.


"Wanita itu baru saja kehilangan saudara laki-laki nya akibat kecelakaan, Nona." jawaban suster itu membuat jantung Gita berpacu lebih cepat, pikirannya langsung tertuju pada sosok Dimas, saudara laki lakinya.


Namun dengan cepat Gita menepis perasaannya karena masih merasa kecewa dengan tindakan jahat Dimas padanya Tempo hari. "Mungkin wanita itu sampai menangis sedemikian karena hubungan mereka sangat dekat." Gumam Gita dan masih terdengar oleh perawat tadi.


"Justru kebalikannya Nona, wanita itu menangis karena menyesal sebab sudah beberapa tahun belakangan ini beliau dan almarhum kakaknya tidak saling bertegur sapa akibat kesalahpahaman yang terjadi di dalam keluarga besar mereka." tutur perawat itu kala tak Sengaja mendengar Gita bergumam lirih.


Deg.


Kini perasaan Gita semakin tak menentu. sedangkan Hantara masih nampak diam melihat gelagat istrinya.


Gita menggenggam tangan Hantara. "Mas aku ingin pergi ke mansion, aku ingin bertemu dengan kak Dimas." pinta Gita dengan perasaan yang tak menentu dan itu nampak jelas di wajahnya.


Hantara membalas genggaman tangan istrinya. " Tenangkan dirimu sayang...!!! baiklah, kita akan segera ke mansion." ajak Hantara yang tahu apa penyebab istrinya tersebut tiba-tiba ingin bertemu dengan kakaknya.


Mobil Hantara mulai merayap membelah jalanan ibukota menuju mansion orang tuanya, karena saat ini Dimas masih menginap di sana sebelum Minggu depan akan pindah ke rumah baru yang telah dipersiapkannya sebelum menikah.


Di mobil Gita nampak diam sambil memilin ujung bajunya seperti seseorang yang sedang mencemaskan sesuatu.


"Aku tidak ingin karena kemarahan membuatku menyesal nantinya. kak Dimas pernah berbuat jahat padaku tapi aku tidak bisa membohongi diriku kalau sebenarnya aku juga sayang padanya karena dia adalah saudara kandungku." dalam hati Gita kini berkecamuk.


Beberapa saat kemudian mobil Hantara pun tiba di depan gerbang mansion. salah seorang dari pria yang bertugas menjaga gerbang membukakan pintu gerbang untuk mereka. "Selamat malam tuan Muda". ucapnya saat Hantara menurunkan separuh kaca mobilnya.

__ADS_1


"Malam." jawab Hantara sebelum kembali melajukan mobilnya menuju parkiran mobil yang berada di mansion.


"Sayang, tumben kalian ke sini malam malam." tutur ibu mertuanya yang menyambut kedatangan mereka saat mendengar suara mobil milik putranya.


Nyonya Merina memeluk tubuh menantunya barang sejenak sebelum mempersilahkan mereka untuk masuk.


Melihat mamanya begitu menyayangi istrinya membuat Hantara tersenyum salut pada sikap mamanya yang begitu penyayang, tidak membedakan antara anak dan menantunya. beliau memberi kasih sayang yang sama baik pada anak perempuannya ataupun menantu perempuannya.


"Apa kalian datang untuk menjemput anak anak??." tebak Nyonya Merina, mengingat sejak pernikahan Renata ia mengajak kedua cucunya untuk menginap di mansion.


"Bukan mah, kami datang karena istri Tara ingin bertemu dengan Dimas." Secara tidak sengaja Dimas yang hendak ke pantry untuk mengambil sebotol air mendengar namanya di sebut oleh Hantara ketika tengah menuruni anak tangga.


"Gita." mendengar namanya di sebutkan oleh seseorang Gita pun sontak menoleh ke sumber suara begitu pun dengan Hantara.


Tanpa berkata-kata lagi Gita berjalan sedikit cepat ke arah Dimas berada. " Maafkan aku kak." ucapnya seraya memeluk tubuh Dimas sambil menangis, entah apa yang membuat perasaan Gita kini menjadi begitu Melow. mungkin karena takut akan berada di posisi wanita tadi di rumah sakit atau karena menyesal karena sikapnya pagi tadi pada Dimas. entahlah....


Deg.


"Kamu tidak pantas meminta maaf, kakak yang harusnya minta maaf padamu." tutur Dimas saat Gita melerai pelukannya untuk memberi jarak agar dapat melihat wajah Dimas.


Dimas yang tak sanggup menahan air matanya kini berlutut di hadapan Gita. " Kakak minta maaf padamu Gita, semoga kamu Sudi memaafkan semua kesalahan kakak padamu. seorang kakak yang hampir saja menghilangkan nyawa adiknya sendiri." Dimas tak lagi sanggup menahan air matanya, sebuah air mata penyesalan.


"Berdiri kak !!! jangan seperti ini." Gita membantu Dimas untuk kembali pada posisi semula lalu kembali memeluk tubuh Dimas yang nampak bergetar dengan tangis tercegat.


Sementara tuan Adipura Sanjaya dan juga istrinya di buat terharu saat menyaksikan adegan di depan mata.

__ADS_1


Sedangkan Hantara hanya diam saat menyaksikan istri tercintanya memeluk tubuh seorang pria, kalau saja pria itu bukan saudara kandung dari istrinya, sudah pasti bogem mentah milik Hantara sejak tadi sudah mendarat di wajah Dimas.


Nyonya Merina mendekati keduanya kemudian memeluk kedua menantunya tersebut dengan penuh kasih sayang. "Mama bahagia karena anak anak mama bisa mendapatkan pasangan seperti kalian. mama salut padamu Dimas karena berani mengakui kesalahan yang pernah kamu perbuat dan meminta maaf, dan kamu Gita mama salut padamu karena berbesar hati memaafkan kakak kamu." ucapnya


Kini mereka duduk di ruang tengah sambil menikmati segelas teh buatan ART.


Suasana hangat begitu kental di ruangan tersebut, kini tak ada lagi kecanggungan yang pagi tadi sempat tercipta di antara Dimas dan juga adiknya,Gita.


Di tengah perbincangan hangat, tiba tiba suara seseorang mengalihkan perhatian semuanya.


"Ada acara apa ini, kenapa kalian tidak mengajak aku??." dengan muka bantalnya Renata bertanya.


"Tidak ada acara apapun, mas dan kakak iparmu hanya datang berkunjung." jawab nyonya Merina tak ingin lagi membahas sesuatu yang membuat suasana kembali menjadi sendu.


"Ke sini sayang !!!." pinta Dimas sambil menepuk bagian Sofa yang kosong di sisinya namun mendapat gelengan tanda penolakan dari istrinya.


Renata melangkah mendekati Hantara. kini. wanita itu duduk di sisi kiri Hantara sedangkan Gita di sisi kanan pria itu.


"Aku ingin duduk dekat mas ku." tutur Renata seperti biasanya saat belum menikah dengan Dimas. entah bawaan bayi atau karena merindukan kakaknya yang jelas Renata ingin berada dekat dengan Hantara.


Kini Renata nampak bergelayut manja di lengan Hantara.


Gita yang melihatnya bukannya cemburu justru wanita itu nampak menggeleng melihat tingkah adik iparnya, yang sebentar lagi akan memiliki anak tapi tingkahnya masih seperti anak anak.


Sementara Hantara yang mencium bau bau mencurigakan dari sikap manja adiknya menatap curiga pada Renata. "Memangnya kamu menginginkan apa dari mas??." skakmat. jika sudah begini pasti Renata akan meminta sesuatu darinya.

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, vote and give ya sayang sayangku.....dan jangan lupa untuk mengikuti!!!!!


Sambil nunggu suami pengganti up mampir juga ke karayaku SEMUA BUKAN INGINKU ya,,,,!!! 🙏🙏🙏🙏😘😘😘😘😘


__ADS_2