Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Ada apa denganku???.


__ADS_3

Sela yang baru saja meninggalkan kamar perawatan Gita dengan perasaan kalut di buat bertanya tanya, tentang sosok wanita yang telah membuat bosnya sampai tidak pergi ke kantor selama tiga hari terakhir.


Tadi saat Armada memintanya untuk membawakan dokumen penting ke rumah sakit, Sela berubah menjadi khawatir sebab berpikir jika Bosnya tersebut yang tengah di rawat di rumah sakit. Sela bahkan sengaja mampir ke sebuah toko buah guna membelikan buah tangan untuk pria yang telah mengisi relung hatinya sejak menginjakkan kaki di perusahaan Putra Adipura Sanjaya dua bulan terakhir.


"Siapa gadis itu??." Sembari melangkah menuju basemen rumah sakit Sela nampak bermonolog. "Astaga...apa jangan jangan gadis itu adiknya tuan Hantara??" Lanjutnya sembari menepuk pijatnya seolah merutuki kebodohannya tadi yang bahkan tidak menyapa sosok Gita.


"Ada apa Nona?? Apa terjadi sesuatu pada anda Nona??." Rentetan pertanyaan di lontarkan salah satu sopir perusahaan yang saat ini bertugas mengantarkan Sela saat melihat perubahan di wajah wanita itu.


Sela memandang ke arah pria itu dengan tatapan tak bersahabat, seolah tidak suka ada orang lain yang ikut campur dengan urusan pribadinya. sedangkan sopir perusahaan itu memilih diam tak lagi bersuara saat melihat sorot mata wanita itu."Dasar wanita arogan." batin pria itu kesal dengan sorot mata Sela.


Sela menjatuhkan bokongnya di kursi belakang dengan sedikit kasar seolah tengah melampiaskan sesuatu."Kenapa aku bisa sebodoh ini sih, bagaimana aku bisa lupa menanyakan hal ini lebih jelas pada tuan Armada sebelum aku pergi ke rumah sakit tadi." rutuk Sela dalam hati sembari menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi mobil.


Saat baru saja tiba di rumah sakit tadi wajah Sela nampak begitu berseri seri bahkan bunga yang baru saja mekar mungkin akan kalah dengan seri di wajah Sela. namun saat keluar dari rumah sakit semua itu tak lagi terlihat, bahkan wajah Sela nampak layu seperti sedang memikirkan sesuatu. itulah mengapa sopir perusahaan yang ditugaskan untuk mengantarkan Sela menjadi bingung di buatnya sehingga melontarkan rentetan pertanyaan pada wanita itu.


Di waktu yang sama di tempat yang berbeda, Hantara yang tengah duduk di sofa sembari memangku laptopnya memandang ke arah ranjang rumah sakit. Hantara nampak menarik sudut bibirnya ke samping saat melihat Gita masih berbaring dengan berbalut selimut hingga sebatas leher dengan posisi membelakangi dirinya.

__ADS_1


Hantara berdiri dari duduknya setelah meletakkan laptopnya di atas meja sofa kemudian melangkah menghampiri sang istri, pria itu nampak duduk di sisi ranjang."Nama wanita itu Sela Pratiwi dia baru dua bulan terakhir menduduki posisi sekretaris aku di kantor menggantikan sekretaris lama aku yang tengah cuti melahirkan." Jelas Hantara seolah bisa membaca pikiran Gita. "Bangunlah...!!! aku tahu kamu belum tidur." ucap Hantara sambil tersenyum kecil karena sejak tadi pria itu tahu jika sang istri hanya berpura pura tidur.


Dengan wajah cemberut Gita memutar posisi tidurnya hingga terlentang kemudian memandang ke arah suaminya yang kini duduk di sisi ranjang. "Ingat ya mas...!!!! Meskipun pernikahan kita tidak di awali dengan cinta, bukan berarti aku akan membiarkan kamu selingkuh di belakangku." Kini wajah Gita berubah tegas saat menatap manik mata suaminya, sehingga keduanya pun bersitatap untuk beberapa saat. "Dan satu lagi yang harus kamu ingat mas....aku juga bukan seperti wanita yang ada di film film yang hanya diam saja saat suaminya selingkuh. aku wanita yang punya harga diri. aku akan melakukan apa pun untuk mempertahankan harga diriku, termasuk menghadapi siapapun yang sudah berani mengusik rumah tanggaku." lanjut Gita, tanpa sadar wanita itu berucap dengan nada berapi api, sehingga membuat Hantara nampak terpaku melihat sikap istrinya.


Sesaat kemudian Gita baru tersadar akan ucapannya barusan. " Astaga...kenapa aku bersikap seperti seorang istri yang sedang cemburu?? apa benar kata mas Hantara, jika aku memang cemburu pada wanita itu??." batin Gita Tidak habis pikir dengan apa yang baru saja di ucapkan olehnya. sedangkan Hantara nampak diam sembari menatap intens wajah istrinya.


"Sepertinya dugaanku tidak salah lagi, sepertinya istriku cemburu pada wanita itu." batin Hantara. entah mengapa saat ini Hantara merasa seperti ada kupu kupu sedang berterbangan di sekelilingnya. bukannya marah dicemburui sang istri, Hantara justru merasa bahagia. bahkan kebahagiaan yang di rasakan Hantara saat ini melebihi di saat dirinya memenangkan tender milyaran rupiah.


Namun bukan Hantara jika tidak bisa menutupi perasaannya yang sebenarnya di hadapan Sang istri. Hantara kembali menampilkan wajah datarnya. entah apa yang menjadi alasan Hantara bersikap demikian, hanya dirinya dan author yang tahu. heeeheeeheee


🌹🌹🌹


Armada baru saja melakukan panggilan telepon dari seseorang di ruang kerjanya.


Tiba tiba suara keributan di luar ruang kerjanya mengalihkan perhatian pria itu. Armada keluar dari ruang kerjanya untuk memastikan apa yang tengah terjadi.

__ADS_1


Armada nampak menarik napas berat saat melihat sosok wanita yang kini tengah beradu mulut dengan salah satu pegawai yang melarangnya untuk masuk ke ruang pimpinan.


"Apa yang anda lakukan di sini??." tanya Armada dengan nada datar. hal itu membuat Reva menatap kesal pada Armada.


"Aku ingin bertemu dengan tuanmu." jawab Reva dengan nada ketus.


Sebenarnya Armada malas meladeni ocehan Reva namun terpaksa harus menjawab pertanyaan Reva agar wanita segera pergi meninggalkan perusahaan Putra Adipura Sanjaya group. ternyata usaha Armada untuk menghentikan wanita itu secara baik baik tidak di indahkan Reva begitu saja, Wanita itu justru hendak menerobos masuk ke ruang kerja Hantara.


"Sebelum saya bertindak tidak sopan pada anda Nyonya, sebaiknya anda segera pergi dari sini!!." seru Armada sembari mencegah langkah Reva. bukannya menurut wanita itu justru acuh pada peringatan dari Armada, sehingga membuat Armada mau tidak mau memanggil pihak keamanan untuk memaksa Reva pergi dari sana.


"Kau benar benar sudah keterlaluan." geram Reva. wanita itu nampak tidak terima saat Armada memerintahkan dua orang pria berseragam security memaksanya untuk keluar.


"Kau ingat ya asisten sialan...!! di saat aku telah kembali bersama dengan Hantara, kau adalah orang pertama yang akan aku tendang dari kehidupan Hantara." teriak Reva kesal saat kedua security memaksanya keluar. sedangkan Armada nampak tidak peduli sedikit pun dengan ancaman Wanita itu.


"Lakukan saja apa yang anda inginkan nyonya Reva, tapi saya rasa usaha anda akan berakhir sia sia karena saat ini sudah ada sosok wanita yang menggantikan posisi anda di hati tuan Hantara." Armada nampak bermonolog saat kembali ke ruang kerjanya. pria itu nampak tersenyum kecil ketika teringat bagaimana posesifnya tuannya pada sang istri.

__ADS_1


Reva meninggalkan gedung perusahaan Putra Adipura Sanjaya dengan wajah geram. wanita itu nampak menghentakkan kakinya. "Awas saja kamu asisten sialan, aku akan mengadukanmu pada Hantara." gumam Reva dengan percaya penuh Jika Hantara akan memberikan hukuman pada Armada jika dirinya mengadukan hal itu pada Hantara.


"Aku yakin kamu masih sangat mencintai aku Hantara, Tidak mungkin kamu bisa melupakan aku begitu saja apalagi ada Akila di antara kita. kamu pasti bersikap seperti itu hanya karena masih kesal akan sikapmu tiga tahun yang lalu." Reva yang tengah berjalan menuju mobilnya masih nampak bermonolog, hingga tak sengaja kakinya tersandung untungnya ada seseorang yang kebetulan berpapasan dengannya menahan tubuhnya hingga tak terjatuh.


__ADS_2