
setelah mandi dan sarapan pagi lebih dulu Renata dan juga Dimas berencana segera kembali ke mansion.
Di perjalanan tiba tiba Renata teringat akan sosok ibu mertuanya. "Mas, apa aku boleh menjenguk mama hari ini??." tanya Renata dengan nada lembut tidak ingin membuat Dimas sampai kesal karena salah paham dengan niatnya.
"Tidak boleh ya??." tebak Renata saat melihat Dimas masih diam sambil mengemudi.
Jujur Renata merasa kecewa karena berpikir suaminya itu tidak mengizinkan dirinya menemui ibu mertuanya, sehingga Renata lebih memilih memandang ke arah samping dari pada menoleh ke arah suaminya tersebut.
Diamnya Dimas membuat Renata berpikir jika suaminya itu tak mengizinkan dirinya untuk menjenguk ibu mertuanya.
Dimas menoleh ke arah Istrinya, dari wajah wanita itu Dimas bisa menebak jika Renata sedang kesal padanya, terbukti saat wanita itu memasang wajah sebal dan enggan memandang ke arahnya.
Renata masih tetap memandang ke arah jendela samping saat merasakan tangan kekar suaminya mulai mengelus lembut perutnya.
"Nak...kita akan menemui nenek hari ini." mendengar ucapan suaminya membuat Renata sontak menoleh sambil mengembangkan senyumnya.
"Benar mas???." tanyanya memastikan dan di jawab anggukan serta senyum kecil oleh Dimas.
"Makasih ya mas." ucap Renata dengan mata berbinar dan hal itu membuat senyum di wajah Dimas semakin merekah.
"Sepertinya istriku sangat bersemangat ingin bertemu mama mertuanya." batin Dimas yang kini menatap wajah berseri istrinya untuk beberapa saat sebelum kembali fokus menatap jalanan.
Satu jam berlalu kini mobil Dimas telah tiba di rumah sakit di mana ibunya tengah di rawat.
Di perjalanan tadi Renata sengaja meminta Dimas untuk mampir sebentar ke sebuah toko Roti langganannya untuk membeli buah tangan untuk ibu mertuanya tersebut.
Harapan Renata kondisi kesehatan ibu mertuanya semakin membaik saat ini, mengingat beberapa hari yang lalu dr Abimanyu memberi kabar jika kondisi kesehatan nyonya Veronica semakin membaik setelah kedatangannya Tempo hari.
"Selamat pagi." ucap Renata dan Dimas hampir bersamaan saat masuk ke ruangan Abimanyu.
"Selamat pagi..." jawab Abimanyu yang cukup terkejut dengan kedatangan sepasang pengantin baru tersebut.
__ADS_1
"Tumben kamu ke sini tanpa memberi kabar lebih dulu." pertanyaan Abimanyu di tujukan kepada Dimas.
"Rencananya besok baru aku akan menjenguk mama, tetapi sepertinya istriku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mama mertuanya." Jawab Dimas sembari melirik ke arah Renata sementara yang di lirik nampak tersenyum kaku saat pandangan Abimanyu tertuju padanya.
"Oh begitu ceritanya." Abimanyu kembali tersenyum sebelum berdiri dari tempat duduknya, hendak menemani sepasang pengantin baru itu untuk menemui nyonya Veronica.
"Bagaimana kondisi perkembangan kesehatan ma_ma dok??." tanya Renata yang masih terdengar kaku saat menyebut kata mama sehingga membuat Abimayu memandang ke arah Dimas dan secara kebetulan pandangan mereka bertemu.
"Alhamdulillah... kehadiran kamu di dalam kehidupan Dimas banyak membantu perkembangan kesehatan Tante Vero." jawab Abimanyu sesuai dengan fakta yang terjadi. setelah beberapa hari lalu bertemu dengan Sosok Renata, Nyonya Veronica menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan bahkan bisa di bilang kondisi kesehatan wanita itu hampir pulih.
Ceklek.
Nyonya Veronica yang tengah merapikan tempat tidurnya sontak menoleh saat mendengar suara pintu di buka dari arah luar.
"Renata..kamu datang sayang." kalimat itu spontan terlontar dari mulut nyonya Veronica saat melihat kedatangan menantunya, terlebih lagi Raut wajah wanita itu berubah berseri seketika.
"Iya ma." Renata memeluk tubuh ibu mertuanya barang sejenak sebelum ikut duduk di tepi ranjang bersama ibu mertuanya. sedangkan Dimas dan Abimanyu memilih memperhatikan interaksi keduanya dengan duduk di sofa yang masih berada di ruangan tersebut.
"Ada apa nak??." tanya nyonya Veronica saat melihat raut wajah menantunya berubah sendu.
"Sudahlah nak.... mama tahu saat itu kamu terpaksa berjanji pada mama karena kamu ingin membantu memulihkan kondisi kesehatan mama, tidak perlu di pikirkan lagi !!! Setelah kondisi kesehatan mama benar benar pulih, kita akan mencarinya bersama sama. sekarang tugas kamu hanyalah menjaga calon cucu mama dengan baik agar dia lahir dengan sehat nantinya !!." Renata yang mendengarnya dibuat terharu, bukan hanya karena ucapan ibu mertuanya yang terkesan peduli padanya melainkan karena kondisi kesehatan wanita itu jauh lebih baik bahkan bisa di bilang hampir pulih sempurna.
"Terima kasih tuhan engkau telah mendengar doa hambamu ini." tanpa sadar Renata memeluk tubuh ibu mertuanya dan hal itu membuat Dimas dan Abimanyu sontak saling melempar pandangan. bagaimana tidak, Renata saat ini bahkan terlihat menangis sesenggukan di dalam pelukan ibu mertuanya.
"Kau benar benar sangat beruntung bisa memiliki istri seperti Renata, Dimas." puji Abimanyu dengan nada lirih sehingga hanya mereka berdua yang mendengarnya.
Sementara Dimas hanya menanggapi pujian Abimanyu dengan sebuah anggukan kecil sebelum kembali fokus menyaksikan interaksi antara istri dan mamanya.
"Jangan menangis sayang !!! mama tidak mau sampai cucu mama yang ada di dalam sini ikut bersedih karena mamanya terus menangis." ucap nyonya Veronica seraya mengelus lembut perut Renata.
"Jika nanti mama sudah di izinkan dokter untuk meninggalkan rumah sakit, kita akan belanja perlengkapan bayi bersama sama ya." ucap nyonya Veronica saat pelukan di antara mereka terlerai dan Renata pun mengangguk pasti sebagai jawaban, sehingga membuat nyonya Veronica semakin merasa bahagia dan bersyukur putranya mendapatkan seorang istri seperti Renata.
__ADS_1
Dimas melangkah mendekati istri dan juga mamanya.
"Jika mama telah di perbolehkan dokter untuk meninggalkan rumah sakit, kita akan tinggal bersama sama mah. Mamah, Dimas, istri Dimas dan juga cucu mama." ucap Dimas yang kini berada di dekat istri dan juga mamanya.
"Kita akan tinggal bersama di rumah yang telah Dimas sediakan sejak Dimas menjalin hubungan dengan menantu mama ini." kata Dimas dan itu sontak membuat kening Renata berkerut bingung, sebab sampai saat ini Dimas belum pernah menceritakan padanya tentang rumah yang di maksud oleh pria itu.
"Setelah dari sini kita akan melihat kondisi rumah baru kita sayang, rumah baru yang telah mas persiapkan untuk tempat tinggal kita setelah menikah." lanjut Dimas sehingga membuat Renata tak sanggup berkata kata.
***
"Mas sejak kapan mas mempersiapkan semua ini??." tanya Renata setelah mereka tiba di sebuah kawasan elit dengan pagar besi yang menjulang tinggi.
"Sejak mengenal dirimu sayang." jawab Dimas seadanya.
Yang lebih mengejutkan lagi saat memasuki rumah mewah tersebut pandangan Renata seolah tertarik pada sebuah kamar yang berada di sebelah kamar utama yang berada di lantai dua.
Ceklek.
Saat membuka pintu kamar tersebut alangkah terkejutnya Renata saat melihat kondisi kamar yang telah di dekorasi khusus untuk hunian bayi lengkap dengan semua perlengkapan bayi lainnya.
"Apa maksudnya semua ini?? kapan kamu mempersiapkan semua ini mas??." cecar Renata seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya. apalagi di kamar tersebut tertera namanya dan juga nama Dimas selaku orang tua dari anak yang anak menjadi penghuni kamar tersebut.
"Setelah kejadian malam itu ketika kamu mengatakan jika saat itu masa subur kamu. entah kenapa mas begitu berharap setelah kejadian malam itu akan hadir seorang nyawa di dalam sini." jawab Dimas jujur.
Sementara Renata nampak diam seperti sedang berpikir.
Jika Dimas telah mempersiapkan semua ini sejak saat itu, itu artinya sejak awal suaminya itu mengharapkan kehadiran seorang bayi dari hubungan panas mereka malam itu.
"Sebesar itu kah cintamu padaku mas???." pertanyaan Renata terdengar konyol di telinga Dimas. bagaimana tidak, pria itu bahkan rela di hajar oleh Hantara hingga babak belur tetapi istrinya tersebut masih bertanya demikian.
"Jika bukan karena cinta mas yang begitu besar padamu sayang, mana mungkin mas sampai rela di hajar kakak kamu hingga babak belur seperti saat itu." jawab Dimas tiba tiba memasang wajah sebal karena teringat akan kondisi wajahnya usai di hajar habis habisan oleh Hantara.
__ADS_1
Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk menikmati karya recehku ya.... sambil menunggu suami pengganti update mampir ke karya ku yang juga on going ya ....
SEMUA BUKAN INGINKU. 🙏🙏🙏