Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Aqiqah baby Kay.


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Di kediaman Hantara nampak ramai dengan kehadiran tamu undangan yang datang menghadiri aqiqah baby Kay. Di dalam gendongan sang mama, baby Kay terlihat anteng. maklum baby seusianya pasti lebih banyak terlelap.


"Baby Kay sangat mirip sekali dengan papanya, bahkan caranya tidur pun tidak jauh berbeda dengan papanya." ucap nyonya Merina ketika memperhatikan cucunya yang kini berada di pangkuan Gita.


Gita yang mendengarnya turut tersenyum membenarkan ucapan ibu mertuanya.


Renata yang usia kandungannya telah memasuki sembilan bulan nampak semakin gembul dengan perut buncitnya.


Reva yang turut meluangkan waktu untuk menghadiri acara aqiqah baby Kay nampak di temani oleh Andika. Kedua telah resmi menjalin hubungan serius dan sebentar lagi akan segera menikah.


"Selamat atas Aqiqah putra kalian, semoga baby Kay menjadi anak Sholeh berbakti kepada orang tuanya." doa tulus di panjatkan Reva untuk baby Kay, tak lagi terlihat rasa iri apalagi kebencian saat wanita itu berucap pada putra dari mantan suaminya tersebut. Begitu juga dengan Hantara tak ada dendam di hati pria itu terhadap mantan istri dan juga kekasihnya, Andika, Meksi dulu Andika lah yang menjadi duri dalam rumah tangganya. Bagi Hantara semua itu hanyalah masa lalu yang tak berarti lagi sebab kini dirinya telah bahagia dengan sang istri tercinta, Mentari Sagita. Seorang wanita yang telah melahirkan seorang putra tampan untuknya.


"Aamiin...Terima kasih doanya mbak Reva." jawab Gita dengan seulas senyum di wajahnya. berbeda dengan sang suami yang masih setia dengan wajah datarnya meski mengamininya dengan sebuah anggukan kecil.


Tentunya sebagai sahabat dari kedua orang tua baby Kay, Anis, Damar dan juga sepasang suami istri Rahma dan juga Riko turut hadir di acara tersebut.


"Selamat ya Bro." Riko memberikan ucapan selamat kepada sahabatnya, Hantara. Keduanya berpelukan barang sejenak.


"Thanks...kau sendiri, kapan akan memberikan teman bermain untuk baby Kay??." seloroh Hantara mengingat sahabatnya tersebut telah menjalani rumah tangganya beberapa bulan terakhir.


"Tenang saja, sepertinya sebentar lagi kami akan segera melaunching teman bermain untuk baby Kay." bukannya Riko yang menjawab melainkan istrinya, Rahma.


Riko yang mendengarnya spontan menoleh ke arah istrinya yang kini berada di sisinya.


Melihat tatapan datar sang suami bukannya membuat Rahma gentar, wanita itu justru menampilkan senyuman manis di wajah cantiknya.


Sejak malam itu Rahma bertekad untuk merebut hati sang suami tidak peduli dengan seberapa dingin sikap pria itu padanya.


Barulah di penghujung acara Dr Atala tiba. sebagai rekan kerja dan juga seseorang yang mengenal cukup dekat sosok Gita, Dr Atala datang menghadiri undangan dari keduanya.


Kedatangan dr Atala di sambut oleh Gita dan juga Hantara dengan hangat, berbeda dengan keduanya, Riko justru menyambut kedatangan adik sepupunya tersebut dengan tatapan datarnya.

__ADS_1


Meski begitu Dr Atala tetap bersikap hangat seperti biasanya terhadap Riko, Meski tidak begitu dengan kakak sepupunya tersebut.


"Bagaimana kabar Abang?? sudah lama kita tidak bertemu ya bang." meski tatapan Riko padanya jauh dari kata hangat namun Dr Atala tetap menyapa Riko dengan ramah.


"kabar Baik." jawab Riko seadanya tanpa kembali menanyakan kabar adik sepupunya itu.


Dr Atala yang mendengar dan melihat reaksi Riko tersebut hanya tersenyum, meski terlihat sedikit kaku.


Setelahnya Riko pun pamit untuk menyapa beberapa orang rekan kerjanya yang juga turut hadir di acara tersebut. Lebih tepatnya Riko sengaja menghindari Atala. Sebagai seorang istri dari Riko tentunya Rahma mengikuti kemana pun suaminya melangkah.


Sampai dengan beberapa saat kemudian, semua prosesi acara telah usai dan semua tamu undangan pamit hingga yang tersisa keluarga inti dan juga sahabat Gita dan juga Hantara.


Jika Hantara memilih mengobrol santai bersama kedua sahabatnya di ruang kerjanya, Gita Justru memilih mengobrol santai bersama kedua sahabatnya di saung yang berada di halaman belakang rumahnya. saung yang letaknya berada di dekat kolam ikan hias.


Nyonya Merina memang Spek mertua idaman, bagaimana tidak, wanita paru baya tersebut sengaja mengambil alih untuk menidurkan baby Kay agar Gita bisa meluangkan waktu untuk melepas rindu dengan kedua sahabatnya.


"Ada apa denganmu??." tanya Gita saat melihat wajah Anis seperti bunga yang sedang layu.


Gita melempar pandangan penuh tanya ke arah Rahma sedangkan Rahma spontan menaikkan kedua bahunya tanda tak tahu.


Anis kemudian menatap Gita dan Rahma bergantian.


"Kini kalian berdua telah memiliki pasangan hidup masing-masing sementara aku masih juga sendiri. Apa sudah tidak ada pria jomblo di dunia ini sehingga tak satupun pria di dunia ini yang datang untuk mendekatiku." keluh Anis dengan wajah di buah sedramatis mungkin.


Kedua sahabatnya yang tadi sempat berpikir jika Anis sedang memiliki masalah langsung tertawa lepas usai mendengar keluh kesah Anis.


"Haaaahaahaa...."


Kedua alis Anis lantas menyatu saat melihat kedua sahabatnya justru tertawa saat mendengar kegundahan hatinya.


"Kalian memang sahabat tak berakhlak, di saat sahabat sedang menjadi calon perawan tua kalian justru menertawakannya seperti itu." sungut Anis dengan bibir sengaja di buat cemberut.


"Habisnya kamu lucu sih, lagian sejak kapan kamu mulai memikirkan pendamping hidup??." jawab Rahma di akhir tawanya, karena seingatnya sahabatnya itu hampir tidak punya waktu untuk membahas tentang seorang pria.

__ADS_1


Bahkan saat kuliah dulu begitu banyak pria yang mengungkapkan isi hatinya terhadap Anis namun dengan berbagai alasan di tolak oleh gadis itu.


"Sejak kalian berdua menikah, aku pun ingin segera menikah karena aku tidak ingin menjadi perawa_n tua." sela Anis dengan penuh semangat sehingga membuat Gita teringat akan ucapan sahabatnya itu Tempo hari tentang ketertarikannya terhadap sosok Armada. pria yang terkenal dingin terutama terhadap sosok wanita.


Kini wajah Gita berubah serius.


"Bagaimana dengan ucapanmu tempo hari, apa kau masih memiliki perasaan padanya??." tanya Gita tanpa basa-basi sehingga membuat Rahma hanya bisa melongo karena tidak paham dengan maksud dan ucapan Gita.


Anis menghela napas berat. "Sepertinya pria itu sulit sekali untuk di taklukkan." jawab Anis dengan wajah putus asa.


Rahma yang mendengarnya sedikit banyak akhirnya paham kemana arah pembicaraan kedua sahabatnya.


"Memangnya Siapa pria beruntung itu, yang mampu menaklukkan kerasnya hati sahabatku ini ??." tanya Rahma penasaran sembari merangkul pundak Anis.


"Pak Armada." tanpa meminta izin dari Anis lebih dulu, Gita lantas memberi tahu Rahma siapa sosok pria yang sudah membuat Anis sampai jatuh hati.


"Iya Nona...apa anda memanggil saya??." tanpa di sadari oleh ketiganya, Armada yang hendak melakukan sesuatu yang di perintahkan oleh Hantara tengah melintasi mereka.


"Haahhh." kedua mata Anis hampir saja melompat dari rongganya saat menyadari keberadaan Armada di sana. Yang jaraknya hanya beberapa meter dari keberadaan mereka saat ini.


Sementara Gita tetap berusaha bersikap tenang meski sejujurnya ia pun sangat terkejut dengan keberadaan Armada secara tiba tiba.


"Tidak, maksud saya apa anda mencari sesuatu??." tanya Gita seolah mengalihkan fokus Armada.


"oh iya Nona, tuan Hantara meminta saya untuk memeriksa alat pancing di belakang karena rencananya besok tuan dan kedua sahabatnya akan memancing di sebuah danau buatan." jawab Armada seadanya. dari raut wajahnya Gita bisa menebak jika Armada tak sempat Mendengar pembicaraan mereka tadi.


"Oh begitu, sebaiknya anda segera memeriksanya sekarang agar anda tidak mendapat amukan dari tuan anda itu pak Armada !!.".Gita sengaja berbicara dengan nada Formal karena kesal dengan sikap dingin yang kerap kali di tunjukkan oleh pria idaman dari Anis tersebut.


Setelahnya Armada pun mengangguk patuh kemudian kembali melanjutkan niatnya kebelakang.


Setelah kepergian Armada, Anis pun menghela napas lega seraya mengelus dadanya yang tadi rasanya hampir meledak.


Jangan lupa like, koment, vote, and give ya sayang sayangku,,,,, 🙏😊😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2