Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Selamat datang baby Kay.


__ADS_3

Beberapa hari setelah melahirkan putra tercintanya akhirnya dokter memperbolehkan Gita untuk pulang. selain sang suami yang selalu siaga menjaga dan menemaninya, kedua mertuanya turut serta menjemput dirinya dan juga baby Kay untuk kembali ke rumah mereka.


Awalnya kedua orang tuanya meminta Hantara untuk mengajak sang istri sementara waktu tinggal di mansion sampai dengan usia Baby Kay beberapa bulan tetapi dengan lembut Hantara menolak tawaran kedua orang tuanya agar tidak sampai membuat kedua orang tuanya terutama sang mama bersedih hati.


Kurang lebih setengah jam kini mobil milik Hantara yang di ikuti mobil yang membawa ibu dan ayahnya tiba di kediamannya.


"Selamat datang ponakan ganteng Tante...." dengan perut buncitnya Renata menyambut kedatangan mereka di depan pintu utama. Renata menyambut kedatangan baby Kay lengkap dengan atribut kaos yang bertuliskan selamat datang baby Kay dan hal itu membuat Hantara hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihatnya.


Bahkan Dimas harus memesan khusus sebuah kaos yang berukuran over size tersebut untuk istrinya mengingat saat ini usia kandungan Renata sudah memasuki usia delapan bulan dan bentuk perut Renata pun nampak semakin membuncit.


Dimas yang kini berada di belakang istrinya pun nampak tersenyum haru ke arah adiknya, Gita.


Sementara Akila dan juga Asyifa yang sudah sejak beberapa hari yang lalu tidak sabar menanti kedatangan adik laki-laki mereka ke rumah turut menyambut kedatangan baby Kay turut mengenakan kaos yang sama dengan Tante mereka,Renata.


"Sepertinya mereka sangat antusias sekali menyambut kedatanganmu nak, sampai sampai mereka menyambut kedatanganmu layaknya menyambut kedatangan calon kepala da_erah." seloroh Hantara saat melihat penyambutan yang sengaja di persiapan Renata sejak semalam tersebut.


Tentunya Renata spontan menampilkan wajah protes saat mendengar ucapan kakaknya. "Enak saja." protes Renata dengan memanyunkan bibirnya seakan tidak terima dengan ucapan Hantara.


Kedua orang tua mereka yang berada di belakang Hantara dan juga Gita hanya bisa melipat bibir agar senyum keduanya tak pecah melihat tingkah Putri mereka,Renata.


"Sudah sudah....kenapa malah ribut sih,,,lebih baik kita segera ke dalam !!! kasihan baby Kay berlama lama di sini." pada akhirnya nyonya Merina turun tangan menengahi perdebatan tak berfaedah kedua anaknya dan tuan Adipura Sanjaya pun mengiyakan permintaan istrinya.


***

__ADS_1


Seminggu setelah kembali dari rumah sakit. Meskipun kesibukan sebagai seorang ibu dengan ketiga buah hatinya namun Gita begitu menikmatinya. Meskipun di bantu oleh beberapa orang baby sitter Gita tetap memastikan keperluan Akila dan Asyifa terpenuhi dengan baik termasuk membantu keduanya membuat PR setelah menidurkan Baby Kay tentunya.


Sebagian seorang suami sekaligus ayah siaga, Hantara tidak sungkan untuk membantu istrinya dalam mengasuh ketiga buah hati mereka termasuk Baby Kay. ayah tiga anak tersebut bahkan sengaja kembali dari kantor pukul lima sore, Hantara bahkan meminta sekretarisnya untuk mengatur waktu sebaik mungkin agar dirinya tidak sampai terlambat kembali ke rumah.


Hantara tidak ingin sampai istrinya merasakan yang namanya baby blues.


Sebagai seorang istri sekaligus ibu dari anak anak Hantara tentunya Gita merasa bersyukur mendapatkan suami seperti Hantara putra Adipura Sanjaya.


"Sayang, apa tidak sebaiknya kita mencari satu orang baby sitter lagi untuk Kay??."


Hantara yang baru saja masuk ke kamar setelah kembali dari kantor berusaha memberi pengertian pada Gita agar menerima usulannya dengan mencari satu lagi baby sitter untuk membantu Gita dalam mengasuh Baby Kay.


Hantara memberi usulan demikian bukan karena merasa keberatan membantu istrinya dalam menjaga Baby Kay akan tetapi Hantara tidak tega jika istrinya kekurangan waktu untuk istirahat saat dirinya sedang bekerja.


Mendengar jawaban istrinya membuat Hantara hanya bisa menghela napas pasrah.


"Baiklah sayang jika itu yang kamu inginkan, tetapi jika kamu membutuhkan baby sitter katakan pada mas !! Kita akan mencari Baby sitter yang cocok untuk baby Kay." tawar Hantara sebelum melepaskan jasnya kemudian meletakkannya di keranjang pakaian kotor, kegiatan yang hampir seminggu terakhir menjadi rutinitas Hantara demi meringankan pekerjaan sang istri tercinta.


Sedangkan Gita yang tengah sibuk menyusui baby Kay hanya mengangguk sebagai jawaban.


Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian santai, Hantara ikut merebahkan tubuhnya di ranjang. dengan posisi memeluk tubuh Gita dari belakang. Bukannya tidak sopan dengan memunggungi sang suami tetapi saat ini Gita tengah sibuk menyusui baby Kay.


Sudah seminggu Hantara melakukan rutinitas demikian saat istri tercintanya tengah menyusui buah hati mereka. Dan sudah seminggu pula pria itu terpaksa harus mengalah dari putranya.

__ADS_1


Merasa putranya telah tertidur dan mulai melepaskan sumber kehidupannya dari mulut mungilnya, Gita kemudian merubah posisinya dengan duduk dan menghadap ke arah suaminya.


"Ada apa mas, apa ada yang aneh di wajahku??."


Gita merasa Aneh saat melihat suaminya terus tersenyum manis saat memandangi wajahnya. Saking bingungnya melihat senyuman manis suaminya Gita sampai meraba wajahnya mungkin terjadi sesuatu pada wajahnya sehingga membuat suaminya tersebut terus tersenyum saat memandangi wajahnya.


"Semakin hari kamu semakin terlihat cantik dan menggemaskan sayang."


Bukannya tersenyum mendengar pujian suaminya yang tulus dari hati, Gita justru menampilkan wajah cemberut seolah Ucapan Hantara hanyalah sebuah gombalan belaka saat memuji kecantikannya.


"Kalau mau gombal kira kira dong mas, lagian mana ada wanita yang baru lahiran kelihatan menggemaskan, yang ada justru gendut kali mas." sungut Gita dengan memanyunkan bibirnya dan hal itu justru Nampak semakin menggemaskan di mata Hantara.


Hantara yang tidak tahan melihatnya pun langsung membawanya ke dalam dekapannya.


"Ingat...jangan pernah memperlihatkan wajah menggemaskan seperti itu di hadapan orang lain !!! karena aku tidak suka milikku di nikmati orang lain walaupun hanya sekedar sebuah senyuman."


Gita yang kini berada di dalam dekapan Hantara hanya bisa melongo tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarkannya.


"Wajah cemberut seperti ini dia kata senyum, senyum dari mana coba??." dalam hati Gita tidak habis pikir. namun begitu Gita memilih diam karena berdebat hal kecil seperti itu dengan suaminya bisa jadi tidak akan berujung hingga besok pagi.


Sedangkan Hantara yang begitu menikmati tubuh istrinya yang berada di dekapannya nampak tersenyum kecil dan tentunya tak dapat terlihat oleh Gita saat ini.


"Aku sungguh tidak menyangka kamu bisa membuatku sampai tergila gila seperti ini padamu, Mentari Sagita. seorang wanita cantik yang dulu harusnya menjadi adik iparku tetapi kenyataannya tuhan berkehendak lain dengan menyatukan kita dalam ikatan suci pernikahan." dalam hati Hantara sembari mengelus rambut panjang istrinya dengan sayang dan perlakuan kecil seperti itu membuat Gita merasa begitu di cintai.

__ADS_1


Maaf sayang sayangku lambat apdute,,,,🙏🙏🙏


__ADS_2