Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Bulan madu Dadakan.


__ADS_3

Kurang dari satu jam tuan Adipura Sanjaya akhirnya bisa bernapas lega saat mendapat laporan dari anak buahnya jika GPS yang terpasang di mobil Renata bertitik di salah satu penginapan yang berada di pinggiran ibu kota.


Tentunya sebelum memberi laporan pada tuan Adipura anak buahnya terlebih dahulu melakukan pengecekan untuk memastikan keberadaan mobil Renata, setelah memastikan mobil mewah tersebut memang berada di sana barulah mereka mengabarkan kepada tuan Adipura.


"Haaah...." akhirnya tuan Adipura bisa bernapas lega saat mendapat kabar dari anak buahnya tentang keberadaan putri serta menantunya.


"Pah, apa Renata dan nak Dimas belum juga kembali??." tanya Nyonya Merina yang baru saja turun dari lantai dua di mana kamarnya berada.


"Sepertinya malam ini anak dan menantu kita sedang sibuk dan tidak akan kembali ke mansion." jawab tuan Adipura sebelum mengajak istrinya untuk kembali ke kamar.


"Sibuk??." Nyonya Merina mengulang satu kata yang membuat keningnya nampak berkerut bingung.


"Sudahlah tidak perlu di pikirkan !!! sebaiknya kita segera tidur karena dua orang yang kita pikirkan mungkin saat ini sedang sibuk dengan kegiatan mereka." meski masih belum sepenuhnya paham dengan maksud ucapan suaminya. namun nyonya Merina nampak mengangguk saja sebelum menuruti permintaan suaminya untuk segera kembali ke kamar.


***


"Sepertinya perutku sangat lapar." Renata yang tadinya terlelap tiba-tiba saja terbangun karena merasa perutnya sangat lapar. akhir akhir ini wanita hamil itu memang sering sekali merasa lapar di tengah malam.


Dimas yang kala itu juga telah terlelap seketika terbangun saat merasakan pergerakan Renata yang hendak turun dari ranjang.


"Mau kemana sayang??." tanya Dimas dengan suara berat khas bangun tidur.


Belum sempat menjawab, bunyi suara perutnya lebih dulu menjawabnya sehingga membuat Dimas tersenyum melihatnya.


"Anak Daddy lapar ya??." Dimas yang kini telah memposisikan diri duduk di tepi ranjang di sisi istrinya sontak mengusap lembut perut Renata.


"Memangnya anak Daddy mau makan apa malam malam begini???" lanjut Dimas seolah tengah bertanya pada calon anak dalam perut istrinya.

__ADS_1


"Sepertinya nasi goreng seafood enak Daddy." jawab Renata dengan suara yang menyerupai suara anak kecil dan hal itu membuat Dimas tersenyum gemas padanya.


"Baiklah, Daddy akan mencarikannya sayang." jawab Dimas sebelum kemudian berdiri dari duduknya hendak meraih baju miliknya karena saat ini pria itu nampak berte_lanjang dada hanya sebuah celana panjang jeans yang menutupi tubuh bagian bawahnya.


"Mas..." Dimas hendak memutar handle pintu sontak menoleh saat mendengar istrinya.


"Ada apa sayang?? apa kamu mau yang lainnya juga??." tebak Dimas dan Renata spontan Menggeleng pertanda tebakan suaminya salah.


"Lalu??." tanya Dimas dengan wajah bingung.


"Aku ikut." ucap Renata.


"Ini sudah pukul tiga dini hari sayang, kamu sedang hamil tidak baik terkena angin malam." dengan nada lembut Dimas berucap karena tidak ingin istrinya itu merajuk sebab salah menafsirkan ucapannya.


"Tapi mas, aku mau ikut." Renata kekeh ingin ikut bersama Dimas bahkan kini wanita itu sengaja menampilkan wajah memelas yang justru terlihat menggemaskan di mata Dimas. jika sudah seperti itu mana mungkin sanggup Dimas menolak permintaan wanitanya itu.


"Baiklah....!!!." mendengar jawaban suaminya membuat Renata terlihat begitu gembira, layaknya seorang anak kecil yang baru saja di belikan mainan baru.


Sepasang suami istri itu pun mencari letak restoran yang buka dua puluh empat jam mengingat saat ini waktu telah menunjukkan pukul tiga lewat sepuluh menit.


Setelah berputar putar di pinggiran kota jakarta akhirnya Dimas menepikan mobilnya saat melihat sebuah rumah makan yang masih terbuka. sepertinya restoran tersebut memang buka dua puluh empat jam.


Selesai menikmati makanan pesanannya Renata dan juga Dimas segera kembali ke penginapan. karena merasa perutnya sudah kenyang sehingga tak butuh lama untuk Renata masuk ke alam bawah sadarnya.


Dimas yang melihat istrinya telah terlelap itu pun mengusap lembut rambut istrinya. "Maaf jika calon anak kita sudah membuat kamu kesulitan, sayang." Gumam Dimas yang pastinya tidak dapat di dengar oleh Renata yang kini telah terlelap dalam tidurnya.


Sebelum kemudian Dimas pun ikut merebahkan tubuhnya di sisi istrinya dengan posisi memeluk tubuh Renata.

__ADS_1


Renata baru saja membuka matanya memandang ke arah jam dinding yang menggantung di dinding kamar penginapan tersebut.


"Astaga....aku kesiangan." Renata terdengar merutuki dirinya saat melihat waktu telah menunjukkan pukul delapan pagi. wanita itu berpikir dirinya telat berangkat kerja.


Tetapi sepersekian detik kemudian Renata menyadari jika ayahnya sengaja meminta dirinya untuk cuti sampai beberapa hari ke depan."Bagaimana aku bisa lupa jika papa memintaku cuti sampai Minggu depan." gumam Renata di sertai dengan senyum di bibirnya mengingat tadi ia begitu panik tak karuan.


Saat hendak turun dari tempat tidur tiba tiba pandangan Renata tertuju pada wajah damai suaminya yang kini masih terlelap, terbukti pria itu masih menutup matanya.


Renata kembali mengembangkan senyum di bibirnya saat menikmati wajah tampan suaminya. bahkan di saat tidur pun pria itu masih terlihat begitu tampan.


"Nak...jika kelak kamu laki-laki dan wajahmu mirip dengan Daddymu, anak mommy pasti akan sangat tampan." kala memandang wajah suaminya Renata bergumam seraya mengusap lembut perutnya.


"Tetapi jika anak Daddy perempuan dan berwajah cantik seperti Mommy, sudah pasti Daddy akan ektra hati hati untuk menjaga kamu nak, karena sudah pasti tidak sedikit pria di luar sana yang mencoba mendekati Putri cantik Daddy." masih dengan mata terpejam Dimas berucap sehingga membuat kedua bola mata Renata membola sempurna.


Dari ucapan Dimas sudah pasti pria itu mendengar semua ucapannya barusan, yang secara tidak langsung mengakui ketampanan suaminya itu.


Segera turun dari tempat tidur menjadi jalan pintas Renata untuk menghindari suaminya itu akibat malu.


"Mau kemana sayang?? apa kamu tidak ingin menikmati ketampanan suami kamu lebih lama lagi??." Dimas menahan lengan Renata agar tetap berada di sisinya.


Blesh.


Pertanyaan Dimas yang terdengar menggoda sontak membuat wajah Renata semakin merona.


Dimas membuka matanya. masih dengan suara berat khas bangun tidur yang terdengar begitu seksi di indera pendengaran Renata, Dimas berucap. "Tetaplah di sini sayang !! mas masih ingin bermanja-manja denganmu." mendengar suara suaminya yang terdengar begitu seksi di telinganya membuat Renata menggelengkan kepalanya seolah tengah mengusir pikiran yang tidak tidak yang kini melintas di pikirannya. dan hal itu membuat Dimas menarik sudut bibirnya ke samping sehingga menciptakan sebuah senyum kecil di wajahnya.


"Apa tidak sebaiknya kita segera kembali ke mansion mas?? mama dan papa pasti mencari keberadaan kita." ucap Renata seolah mengalihkan pembicaraan dan tentunya Dimas bisa menebaknya.

__ADS_1


"Tidak perlu sayang, lagi pula tidak sulit bagi seorang papa Adipura Sanjaya untuk mengetahui keberadaan kita saat ini, bahkan mungkin papa tahu jika saat ini anak dan menantunya sedang berbulan madu Dadakan." ucapan Dimas spontan mendapat cubitan kecil dari istrinya.


"Awhhhh.... sakit sayang." Dimas berpura pura meringis kesakitan padahal pada kenyataannya cubitan tangan mungil Renata tidak terasa sakit sama sekali olehnya.


__ADS_2