
Obrolan santai di antara Hantara dan Riko hari ini terpaksa harus usai sebab beberapa menit lagi Riko akan segera mengunjungi salah satu lokasi proyeknya.
Selesai mengobrol santai bersama Riko, Hantara menuju mobilnya berada, dimana terlihat Armada berdiri di samping mobil menunggu kedatangannya.
Menyadari Hantara yang kini melangkah semakin dekat ke arahnya Armada sigap membuka pintu mobil untuk tuannya itu.
”Apa kita akan kembali ke perusahaan, tuan??.” tanya Armada memastikan dan Hantara pun mengiyakannya.
Kini mobil Hantara yang di kendarai Armada melaju perusahaan Putra Adipura Sanjaya Group. setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih empat puluh lima menit akhirnya kini mereka pun tiba di perusahaan.
Meskipun hampir setiap hari bisa melihat langsung wajah asli dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja, namun tak membuat para wanita yang bekerja di perusahaan Putra Adipura Sanjaya menjadi puas apalagi sampai jenuh.
”Semakin hari tuan Hantara semakin tampan saja ya.” bisik pegawai kepada pegawai lainnya saat Hantara melintas di lobby menuju lift yang akan mengantarkannya ke lantai di mana ruangannya berada.
”Aku jadi penasaran dengan wanita beruntung yang mampu menaklukkan hati pria setampan dan segagah tuan Hantara.” jawab salah satu di antaranya yang mengetahui jika bos mereka tersebut sangat mencintai dan menyayangi istrinya.
”Sama, aku juga penasaran.” ujar salah satu di antaranya.
”Buat apa kalian sibuk mengagumi pria beristri, bahkan tuan Hantara sendiri mungkin tidak sadar jika kalian ada di muka bumi ini.” sembur yang lainnya, menyadarkan kegilaan ketiga rekan kerjanya yang lain agar tak menggosip tentang pimpinan karena bisa berakibat fatal jika sampai terdengar oleh Armada.
"Hari ini kau boleh pulang lebih awal karena aku pun akan kembali lebih awal !!!. aku ingin mengunjungi mansion terlebih dahulu sebelum kembali ke rumah karena sepertinya Renata tak lama lagi akan melahirkan. Aku hanya ingin memastikan kondisi adikku baik baik saja saat ini." ujar Hantara saat keduanya berada di dalam lift.
"Jika anda tidak keberatan, saya bisa mengantarkan anda sore nanti ke mansion, tuan." tawar Armada dan Hantara menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Tidak perlu, aku bisa ke sana sendiri, lagi pula besok kita akan berangkat ke kota B selama dua hari dan kamu yang akan mengemudi. Sebaiknya kamu kembali ke apartemen untuk beristirahat!!!"
Hal semacam ini yang membuat Armada tak bisa melupakan semua kebaikan seorang keturunan Sanjaya tersebut, Hantara selalu saja memperlakukan dirinya layaknya saudara meski dirinya hanyalah seorang pekerja.
”Baik tuan.” jawab Armada pada akhirnya.
__ADS_1
Ting.
Suara bel serta pintu lift yang terbuka menandakan mereka telah tiba di lantai yang di tuju.
Baru saja berencana mengunjungi Mansion untuk melihat kondisi adiknya sore ini, Hantara sudah mendapat telepon dari nyonya Merina dan mengabarkan jika saat ini Renata baru saja di bawa ke rumah sakit oleh suaminya.
Tanpa berpikir lama lama Hantara yang setia di temani oleh Armada segera menuju rumah sakit yang di maksud.
**
Dengan langkah lebarnya Hantara memasuki pintu masuk rumah sakit. Tidak sulit bagi Hantara untuk menemukan ruangan bersalin berada karena rumah sakit itu merupakan rumah sakit yang sama dengan tempat Gita melahirkan baby Kay.
”Mah, bagaimana kondisi Rena??.” tanya Hantara saat menemukan mamanya berdiri di depan ruangan bersalin dengan wajah cemasnya.
”Adik kamu sedang berjuang di dalam sana, Tara.” jawab Nyonya Merina dengan wajah cemas seraya menunjuk ke arah pintu ruang bersalin.
”Bu Dokter dan bu Bidan hanya memperbolehkan satu orang saja yang menemani dan tentunya itu adalah suaminya.” dari raut wajah wanita itu nampak sebal saat berujar karena tak di perbolehkan untuk menemani sang buah hati berjuang melahirkan cucunya ke dunia.
Usaha Hantara menenangkan ibunya sepertinya sedikit berhasil mengurangi kecemasan yang kini di rasakan wanita paru baya tersebut.
Hantara pamit sejenak pada nyonya Merina untuk mengabarkan sang istri.
Sementara di seberang sana Gita hanya bisa berdoa agar adik iparnya di mudahkan dalam persalinannya. Meskipun ingin sekali rasanya Gita datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Renata saat ini akan tetapi ia sendiri bingung harus menitipkan Baby Kay pada siapa, sebab ia belum mencari pengasuh yang membantunya mengasuh baby Kay. Gita pun gak sampai hati meminta pengasuh Akila atau pun Asyifa untuk menjaga Kay, takut pengasuh akan kewalahan menjaga dua anak sekaligus.
***
Wajah berseri Anis yang terus bersinar sejak bertemu dengan Armada seketika berubah layu saat mendapat telepon dari pihak rumah sakit dan meminta dirinya untuk tetap masuk Dinas padahal hari ini jadwalnya ia sedang libur.
”Arrrrgggghhhhh.....”. Saking kesalnya Anis sampai menghentakkan kakinya beberapa kali di lantai sehingga membuat Anin bingung di buatnya.
__ADS_1
”Ada apa kak??.”tanya Anin saat melihat ekspresi Anis seperti orang kesurupan.
”Yang benar saja, pihak rumah sakit meminta kakak untuk masuk bekerja hari ini karena beberapa dokter hari ini akan turun ke beberapa PKM sampai dengan tiga hari ke depan.”
”Ya sudah tinggal berangkat susah banget sih.” dengan gampangnya Anin menjawab demikian sehingga membuat Anis memutar bola mata malas di buatnya.
Mau tidak mau pagi itu Anis pun berangkat menuju rumah sakit. Untungnya di Antara beberapa barang bawaannya tadi terdapat beberapa pasang pakaian kerjanya.
Anis berangkat menuju rumah sakit masih menggunakan motor matic kesayangannya karena ia belum memiliki kendaraan roda empat.
Beberapa saat kemudian motor matic Anis tiba di rumah sakit.
Saat menuju ruangan tempat biasa ia bertugas tanpa Sengaja Anis berpapasan dengan seseorang yang membuat senyumnya kembali berkembang dengan sempurna.
”Tuan Armada... Apa yang anda lakukan di rumah sakit ini, apa anda sedang sakit??.” sapa Anis saat berpapasan dengan Armada di salah satu koridor gedung rumah sakit.
”Saya baik baik saja. Nona Renata akan segera melahirkan.” jawab Armada seadanya, sebelum kemudian pamit pada Anis untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan di mobil.
Anis masih diam terpaku menatap kepergian Armada sampai pria itu tak lagi terlihat oleh pandangannya barulah Anis melanjutkan langkahnya.
"Arrrggghhh.... sepertinya hari ini alam semesta sedang berada di pihakku." dalam hati Anis bersorak gembira karena kembali bertemu dengan Armada walaupun hanya sekedar berpapasan untuk sesaat.
Sebelum menuju ruangannya, Anis lebih dulu menemui Hantara dan keluarganya sejenak.
”Apa anda baik baik saja Dok??.” tanya salah satu perawat yang sejak tadi terus menyaksikan Anis tersenyum sendiri.
”Ah...” Anis terlihat salah tingkah. ”Saya baik baik saja sus.”
Perawat bernama Riri tersebut tersenyum melihat Anis yang nampak salah tingkah.
__ADS_1
Tidak ingin semakin menimbulkan kecurigaan pada rekan kerjanya, Anis kembali memasang wajah profesional, sebelum mulai bekerja sebagai asisten dokter spesialis di poli rawat jalan.
Jangan lupa dukungannya ya sayang sayangku 😘🥰🙏😊,,,,