Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Pikiran konyol.


__ADS_3

Masih dengan perasaan yang bercampur aduk Renata mengemudikan mobilnya tanpa arah dan tujuan, sementara Dimas yang begitu mencemaskan istrinya itu terus membuntuti mobil Renata. cukup lama dan jauh Dimas membuntuti istrinya, sampai mobil mewah dengan merk Range Rover milik Renata berhenti di tepi pantai yang berada di pinggiran ibu kota.


Jujur saat melihat Renata mulai menepikan mobilnya perasaan Dimas mulai tak menentu mengingat tempat itu tak jauh dari tepi pantai.


Sedangkan Renata sengaja menepikan mobilnya karena menyadari jika sejak tadi mobil suaminya terus membuntuti mobilnya, walau sebenarnya tempat itu bukan tujuan Renata karena wanita hamil itu sejak tadi mengemudi tanpa arah dan tujuan yang jelas ia hanya ingin menenangkan perasaannya yang entah kenapa merasa terluka saat suaminya menyebut nama kakak iparnya.


"Renata apa yang kau lakukan, Please jangan berbuat hal gila!!" dengan langkah lebar Dimas menyusul langkah istrinya karena jarak mobil keduanya lumayan jauh sekitar beberapa puluh meter.


Setelah berhasil mendekat tanpa banyak berkata-kata lagi Dimas Segera merengkuh tubuh istrinya dari belakang dan hal itu sempat melihat Renata bingung sendiri dengan sikap Dimas. bukan apa apa, Renata sadar betul jika saat ini pria yang telah berstatus sebagai suaminya tersebut begitu terlihat mencemaskan dirinya. rasa cemas seolah takut kehilangan seseorang yang di cintai, sementara Renata tahu betul pria itu menaruh hati pada wanita lain.


"Jangan pernah tinggalkan mas, sayang!!!." dengan posesifnya Dimas memeluk tubuh istrinya seraya berucap demikian, sehingga membuat kening Renata di buat berkerut bingung.


Meski kesal, tidak sampai membuat Renata bersikap kurang sopan pada suaminya apalagi di tempat umum seperti ini.


Dengan kening berkerut Renata memutar badan menghadap ke arah Dimas setelah pria itu sedikit melonggarkan pelukannya.


"Apa maksud kamu mas??." tanya Renata bingung dengan maksud ucapan suaminya barusan. belum sempat Dimas menjawab tiba tiba Renata kembali melanjutkan ucapannya setelah berhasil mencerna kemana arah dan maksud ucapan Dimas tadi. " Jangan bilang kamu berpikir jika aku akan melakukan percobaan bunuh diri mas??." lanjut tebak Renata dan di jawab anggukan dari Dimas sebagai jawaban sehingga membuat Renata berdecak kesal, tidak habis pikir dengan pemikiran suaminya.

__ADS_1


"CK... meskipun aku harus menikah dan mengandung anak dari pria yang tidak mencintaiku tapi aku tidak sebodoh itu sampai ingin mengakhiri hidupku sendiri. lagi pula ada nyawa yang harus aku jaga melebihi apapun di dalam kandunganku saat ini." jawab Renata setelah posisinya kembali membelakangi Dimas dengan menghadap ke arah pantai.


"Kenapa kamu selalu berpikir jika aku tidak mencintaimu Renata??." dengan wajah sendu Dimas bertanya demikian.


Untuk beberapa saat Renata nampak memejamkan mata, entah menikmati hembusan angin yang kini mengenai tubuhnya atau justru usai mendengar ucapan suaminya yang terdengar begitu menancap ke jantung hatinya.


"Jika seandainya kamu ada di posisi aku sekarang mas, apa kamu akan merasa di cintai atau malah merasa hanya menjadi sebuah pelampiasan???." rasanya tenggorokan Renata terasa begitu tercegat saat berucap, seperti ada bongkahan batu besar menghadang di sana.


Melihat Dimas masih diam membuat Renata tersenyum miris seolah menertawakan nasibnya yang hanya menjadi sebuah pelampiasan semata. begitu pikir Renata saat Dimas masih nampak diam, diamnya pria itu seolah menjadi jawaban jika dugaannya tidak salah.


Renata melangkah meninggalkan Dimas, hendak menuju mobilnya namun langkah Renata terhenti saat merasakan tangan kekar suaminya mencegat lengannya.


"Dengarkan mas dulu !!! setelah itu mas tidak akan menggangu kamu lagi jika memang itu keinginan kamu, sayang !!!." Meski tidak mengiyakan namun Renata terlihat Diam tidak memberi respon penolakan sehingga membuat Dimas kembali melanjutkan ucapannya.


"Maaf jika mas baru bisa menceritakannya sekarang, mas melakukan semua ini karena ada alasannya. mengenai Foto foto yang kamu temukan tempo hari di apartemen milik mas, memang mas yang sengaja meletakkannya di sana." penjelasan Dimas terhenti saat Renata sudah terdengar menyela.


"Lalu.... ??? untuk apa mas menceritakannya padaku, untuk menyampaikan betapa besarnya cinta mas terhadap kakak iparku??." sela Renata seraya mencoba melepaskan cekalan tangan Dimas di lengannya namun sepertinya usahanya sia sia karena Dimas semakin mempereratnya.

__ADS_1


"Lepaskan mas !!! kamu menyakitiku." sadar jika cekalan tangannya terlalu erat secara spontan Dimas melepasnya hingga membuat Renata terbebas kemudian kembali melanjutkan langkahnya dengan gontai.


"Bagaimana mungkin mas bisa jatuh cinta terhadap adik kandung mas sendiri Renata??." dengan sedikit menaikkan suaranya beberapa oktaf Dimas berucap karena saat ini langkah Renata telah sedikit menjauh darinya.


Deg


Renata yang mendengarnya sontak menghentikan langkahnya dengan irama jantung yang tidak menentu.


"Tolong mas...!!! jangan ciptakan satu kebohongan untuk menutupi kebohongan yang lain!!!." sungguh Renata merasa seperti orang bodoh yang selalu harus menerima kebohongan demi kebohongan. wanita itu berpikir jika saat ini suaminya hanya beralibi untuk mengelabuhi dirinya.


Dengan langkah cepat Renata hendak meninggalkan Dimas begitu saja namun langkahnya kembali terhenti saat suaminya itu mengatakan jika ia memiliki bukti.


"Percaya atau tidak tetapi itulah kenyataannya, jika kamu masih berpikir jika mas sedang berdusta, mas bisa menunjukkan buktinya padamu, sayang."


Renata spontan menghentikan langkahnya seraya menoleh ke arah suaminya. "Apa maksud kamu mas??."


Satu jam kemudian di sebuah penginapan yang letaknya sekitar satu kilometer dari tepi pantai, Renata menatap intens wajah suaminya yang kini duduk bersamanya di tepi ranjang.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak mengatakan semua ini dari awal mas, kenapa kamu tega membuat aku berpikir jika anak ini hadir tanpa cinta dari Daddy-nya, kenapa mas??." dengan tatapan nanar Renata mencecar Dimas, agar pria itu tahu akan apa yang selama ini menjadi penyebab dadanya terasa begitu sesak.


"Mas tahu mas memang bersalah, tetapi mas harap kamu bisa memahami perasaan mas saat itu!! perasaan seorang anak yang mengira kepergian ayahnya di sebabkan oleh seorang wanita jahat. karena sakit hati dan juga dendam yang telah membutakan mata serta pikiran mas ketika itu yang menyebabkan mas menjadikan Gita sebagai sarana untuk melampiaskan dendam mas." Jujur saat ini Renata memang masih merasa kecewa namun melihat Wajah sendu suaminya yang terlihat jelas pernah menyimpan begitu banyak penderitaan membuatnya berpikir tak ada manusia yang sempurna tidak terkecuali pria tampan yang kini berada di sisinya.


__ADS_2