Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)

Suami Pengganti (Menikah Dengan Calon Kakak Ipar)
Kebenaran tiga tahun lalu.


__ADS_3

Di sebuah ruang bawah tanah yang hanya di lengkapi satu bola lampu sebagai penerangan, nampak seorang pria berusaha memberontak berharap agar ikatan tali di tangan dan kakinya bisa terlepas, namun pria itu terpaksa menghentikan usahanya saat mendengar suara langkah sepatu beradu dengan lantai.


"Anda siapa dan apa tujuan anda menyekap saya di tempat ini." ucap seorang pria saat bersitatap dengan tatapan dingin seorang pria yang kini mengenakan setelan jas hitamnya.


Perhatian pria itu kembali teralihkan saat mendengar suara langkah seseorang yang kini melangkah ke arah mereka.


"Tuan Hantara." sepasang bola mata Andika membulat sempurna saat melihat keberadaan Hantara di tempat itu.


Dengan gurat wajah sedingin salju Hantara mendekat ke arah kursi di mana pria itu duduk dengan posisi kedua tangan dan kaki pria itu di ikat.


"Ada apa, sepertinya anda begitu terkejut melihat kedatangan saya??." kini tatapan Hantara berubah tajam saat menatap manik mata pria bernama lengkap Andika Mahendra tersebut.


Tatapan yang mampu membuat Siapapun bergidik ngeri tak terkecuali Andika Mahendra. Meski begitu Andika tetap menampilkan wajah tenang di hadapan Hantara walaupun sebenarnya kini tubuhnya mulai bergetar.


"Sepertinya saya tidak perlu menjelaskan pada anda tentang tujuan saya membawa anda ke sini." mendengar kalimat yang baru saja di lontarkan Hantara membuat Andika bisa menebak jika Reva lah yang menjadi alasan pria itu sampai menyekapnya di tempat yang gelap itu.


Andika sejenak diam seraya menghela napas panjang sebelum mulai berucap."Sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada Anda tuan Hantara karena secara tidak langsung saya telah membuat rumah tangga anda hancur saat itu." ucap Andika dengan wajah penuh penyesalan. meski begitu mencintai Reva, tetap saja Andika tidak membenarkan sikapnya setelah mengetahui kebenaran jika ternyata Reva merupakan wanita bersuami. Sementara Hantara sendiri hanya diam tak bereaksi sama sekali, seolah pengakuan pria itu saat ini tak lagi berarti baginya. karena sejujurnya bukan itu tujuan Hantara memerintahkan anak buahnya untuk menyekap Andika, tetapi apa salahnya mendengar kebenaran tiga tahun lalu tersebut langsung dari mulut pria itu.

__ADS_1


"Tetapi semua itu terjadi karena saya tidak mengetahui kebenaran jika Reva sebenarnya telah memiliki seorang suami dan juga seorang anak." bukannya Andika ingin membela diri namun begitu lah kenyataannya.


Hantara yang sejak tadi diam pun terpaksa menyela, meski sebenarnya pria itu malas membahas masa lalunya karena merasa saat ini kehidupannya jauh lebih bahagia setelah memperistri Gita."Lalu kenapa anda justru menyia-nyiakan wanita yang konon sangat anda cintai itu, jangan bilang anda tidak tahu tentang kabar kehamilannya saat itu??." Hantara sengaja menyela dengan pertanyaan monohok.


Sedangkan Andika yang mendengarnya nampak mengeryit sebelum memberikan Jawaban sesuai dengan pengetahuannya serta kenyataan yang ada.


"Justru kabar kehamilan Reva lah yang membuatku mengurungkan niatku menikahi nya. bagaimana dia bisa mengandung anakku sementara aku sama sekali belum pernah menyentuhnya, meski lama tinggal di luar negeri aku bukan tipe pria penganut se_ks bebas Tanpa ikatan suci pernikahan." Awalnya Hantara merasa geram mendengar pengakuan Andika namun begitu Hantara tetap membiarkan pria itu meyelesaikan kalimatnya. tapi Hantara sungguh di buat terkejut saat mendengar pengakuan Andika di akhir kalimatnya.


Awalnya Hantara merasa geram bukan karena masih memiliki perasaan pada mantan istrinya itu, namun Hantara geram karena sikap Andika yang menurutnya sangat bren_gsek, karena pria itu berpikir jika benih yang di kandung Reva beberapa tahun yang lalu adalah milik Andika Mahendra.


"Apa maksudmu??." Hantara nampak tidak sepenuhnya paham dengan maksud ucapan Andika.


Dengan mengumpulkan keberanian yang tersisa Andika menatap manik mata elang milik Hantara kemudian berkata. " Aku yakin, janin yang ada di dalam kandungan Reva saat itu adalah milik anda, karena baru saja sebulan kalian resmi bercerai usia kandungan Reva sudah memasuki Minggu ke dua belas. begitu menurut penjelasan dokter saat itu saat aku menemani Reva memeriksakan kandungannya." Niat hati hanya ingin sekedar mendengarkan pengakuan yang keluar langsung dari mulut Andika kini justru membuat Hantara seperti tengah di sambar petir di siang bolong mendengar pengakuan dari pria itu.


Hantara kembali teringat akan kecurigaannya beberapa tahun yang lalu, ketika melihat tubuh mantan istrinya itu semakin berisi dan itu terjadi tepat dua bulan sebelum pengadilan mengabulkan gugatan cerai yang di layangkan Reva padanya. meski begitu Hantara belum sepenuhnya yakin dan percaya dengan pengakuan Andika , walaupun bisa melihat kejujuran di mata Andika saat berucap.


Sebenarnya bukan itu tujuan Hantara menyekap Andika di ruang bawah tanah miliknya, namun saat ini pertanyaan di otaknya seolah buyar begitu saja saat merasa kini kepalanya mulai berdenyut akibat mendengar pernyataan dari pria itu.

__ADS_1


"Lalu di mana keberadaan anaknya Reva sekarang??." tanya Hantara masih enggan mengakui peryataan dari Andika jika anak yang saat itu ada di kandungan Reva adalah miliknya.


"Untuk keberadaan anak itu anda bisa tanya langsung pada mantan istri anda, karena saya sama sekali belum pernah bertemu dengannya." jawab Andika seadanya.


"Cepat cari Reva dan bawa dia ke sini!!." titah Hantara dengan gurat wajah tak bisa di tebak, sebelum pria itu melangkah meninggalkan ruang penyekapan Andika.


Sementara Andika yang merasa tidak terima masih saja di sekap setelah mengungkapkan semuanya kembali memberontak dengan tangan dan kaki masih terikat.


Dengan langkah lebar Hantara berjalan menuju mobilnya dengan perasaan yang tidak menentu.


"Jika apa yang di katakan pria itu benar adanya, lalu kenapa sampai saat ini Reva seolah menyembunyikannya dariku??" batin Hantara, saat pria itu baru saja masuk ke dalam mobilnya. "Tetapi jika memang semua itu benar janin yang saat itu ada di kandungan Reva adalah milikku, sebagai seorang ayah aku akan bertanggung jawab sepenuhnya pada anakku." lanjutnya, berjaga jaga untuk kemungkinan yang bisa saja terjadi.


Kembali ke perusahaan adalah pilihan Hantara saat ini.berharap menyibukkan diri dengan pekerjaan bisa sedikit mengurangi beban pikirannya saat ini.


Pria itu mulai menghidupkan mesin mobilnya sebelum perlahan menginjak pedal gas kemudian mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju perusahaan miliknya.


Meski dalam kondisi pikiran tak menentu Hantara tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara, karena ada anak dan istrinya yang begitu dicintainya.

__ADS_1


__ADS_2