
Setibanya di depan gerbang rumah Hantara, Renata melihat sebuah mobil yang tidak asing terparkir tidak jauh dari rumah mewah tersebut.
"Ada apa sayang??" tanya Dimas seraya mengikuti arah pandang Renata.
Renata meminta Dimas untuk menunggu sejenak dan benar saja beberapa saat kemudian nampak seorang wanita yang berada di dalam mobil tersebut saat kaca mobil turun setengahnya.
Renata terdengar menghela napas berat saat tebakannya tidak salah, mobil itu benar milik mantan kakak iparnya, Reva.
"Apa yang di lakukan Reva di depan rumah Mas Hantara, apa lagi yang tengah di rencanakan wanita itu pada mas Hantara." batin Renata. bukan tanpa Alasan Renata berpikir negatif pada Reva, karena tidak jarang wanita itu merencanakan sesuatu untuk bisa kembali mendekati Hantara. padahal pada kenyataannya dia sendiri lah yang telah menginginkan perceraian di antara mereka tiga tahun yang lalu.
Tidak ingin mengambil resiko, Renata turun dari mobil Dimas dan segera menghampiri mobil Reva.
"Tok ..tok....tok..." Renata nampak mengetuk pintu mobil Reva, setelah beberapa kali mengetuk barulah pemilik mobil menurunkan setengah kaca mobilnya.
"Aku di sini bukan untuk membuat keributan, aku hanya ingin bertemu dengan putriku." ucap Reva menebak pikiran Renata saat ini padanya. Saat itu Renata berucap dengan pandangan tertunduk sendu dan hal itu membuat Renata seperti tidak percaya jika yang tengah berada di hadapannya saat ini adalah mantan kakak iparnya yang terkenal dengan sifat angkuhnya.
"Bisakah kau mempertemukan aku dengan Akila, aku sangat merindukannya." saking merindunya Reva pada sosok putrinya yang dulu kurang mendapat kasih sayang dirinya, kini buliran kristal mulai membasahi sudut matanya.
Jujur sebagai sesama wanita Renata tidak tega melihat Reva yang sangat ingin bertemu dengan Akila, namun begitu Renata juga tidak bisa mengizinkan Reva begitu saja untuk masuk kedalam rumah kakaknya, mengingat kakaknya tersebut saat ini sengaja memerintahkan beberapa orang anak buahnya untuk melakukan penjagaan ketat di rumahnya.
"Meskipun aku adiknya mas Hantara, tetapi aku tidak berhak memutuskan hal ini. nanti akan aku sampaikan pada mas Hantara." jawab Renata sebelum berlalu.
Baru beberapa langkah Renata meninggalkan mobil Reva, sebuah mobil yang sangat familiar di matanya baru saja tiba.
"Itu mobil mas Hantara." gumam Renata sembari melirik sejenak ke arah Reva yang masih berada di dalam mobilnya.
__ADS_1
Hantara sendiri nampak turun dari mobil saat menyadari keberadaan adiknya. "Kenapa kau masih berdiri di sini, tidak masuk??." tanya Hantara sebelum menyadari keberadaan mobil Reva. menyadari kedatangan Hantara, Reva segera turun dari mobilnya untuk menghampiri.
Baru saja beberapa langkah Reva berjalan, Hantara sudah melontarkan pertanyaan monohok yang mampu menghujam jantung Reva.
"Apa lagi yang kau inginkan???" Renata nampak memegang lengan kakaknya saat Hantara berucap dengan nada dingin nan menusuk.
"Maaf...aku hanya ingin bertemu dengan putriku, Akila. tetapi jika kau tidak mengizinkannya aku tidak akan memaksa, sebagai seorang ibu yang tak memberi kasih sayang seutuhnya bagi putriku aku cukup tahu diri." dengan wajah sendu Reva berucap, sebelum wanita itu memutar balik badannya hendak pergi.
"Mas..." ucap Renata lirih dengan nada memelas. seolah mengisyaratkan tidak ada salahnya mempertemukan Seorang anak dengan ibu kandungnya.
Awalnya Hantara kekeh tidak ingin mempertemukan Reva dan Akila di rumahnya karena khawatir Wanita itu akan berulah dan akan membahayakan istri dan calon anaknya yang kini berada di dalam kandungan Gita.
Namun Hantara tidak tega menolak permintaan adiknya.
"Baiklah...aku akan mengizinkanmu bertemu dengan Akila, tapi ingat jangan pernah berani berbuat macam-macam terhadap istriku!!! jika kau sampai melanggarnya aku pastikan ini terakhir kalinya kau bisa menemui putriku." tegas Hantara.
Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit kini Hantara kembali dari kamarnya bersama dengan sang istri dan juga kedua putrinya.
"Maaf sudah menganggu, aku hanya ingin bertemu dengan Akila, aku sangat merindukannya" untuk pertama kalinya Hantara melihat mantan istrinya itu menitihkan air mata akibat merindukan putrinya.
"Sama sekali tidak menggangu....anda yang telah mengandung Akila selama sembilan bulan dan juga berjuang Antara hidup dan mati untuk melahirkannya ke dunia, lalu bagaimana bisa seorang ibu dengan pengobatan yang begitu luar biasa di anggap sebagai pengganggu ketika ingin bertemu dengan putrinya." ucap Gita yang kini telah duduk di sofa berdampingan dengan Reva.
Sedangkan Hantara memilih duduk di sofa single dengan memangku Asyifa, sementara Akila sendiri kini memposisikan diri dengan duduk di pangkuan ibu kandungnya. "Bunda...Akila sangat merindukan Bunda ."ucapan Akila terdengar begitu menyayat hati bagi yang mendengarnya.
"Bunda juga sangat merindukan kamu nak."saat memeluk putrinya Tangisan Reva pun pecah, karena baru kali itu dia mendengar putrinya mengungkapkan kerinduan padanya.
__ADS_1
Gita yang akhir akhir ini sering melow pun ikut menitihkan air mata haru saat melihat interaksi ibu dan anak tersebut.
Entah kenapa Asyifa yang kini berada di pangkuan Hantara segera turun lalu dengan cepat gadis kecil itu berlari ke pangkuan Reva dan hal itu sempat membuat Reva terkesiap dengan sikap tiba tiba Asyifa."Bunda...bunda jangan menangis!!." Kini Jemari kecil Asyifa mengelus lembut wajah Reva dan entah mengapa Reva merasa jantungnya berdegup kencang saat mendapat perlakuan seperti itu dari Asyifa.
Sedangkan Gita yang kini menyaksikan adegan tersebut bukannya marah, bumil tersebut malah tersenyum karena melihat tingkah mengemaskan putrinya.
"Syifa boleh kan memanggil dengan sebutan bunda sama seperti kakak??." pertanyaan Asyifa terdengar begitu menggemaskan bagi Reva.
"Tentu saja boleh sayang.... Asyifa boleh memanggil tante dengan sebutan bunda, sama seperti kak Akila yang memanggil mamah kamu dengan sebutan mamah." entah mengapa kini tak ada lagi niat di hati Reva untuk mendekati Hantara apalagi sampai merebutnya dari sang istri. begitu pun dengan Gita, wanita itu tidak merasa keberatan apalagi marah saat mendengar penuturan Reva pada Asyifa.
Berbeda dengan reaksi sang istri, Hantara justru nampak tegang. bagaimana tidak, gadis kecil yang kini berada di pangkuan mantan istrinya tersebut tak lain adalah putri kandungnya dengan Reva yang sampai saat ini belum di ketahui oleh kedua wanita dewasa yang kini berada di hadapannya itu.
"Apa ini yang di namakan ikatan batin antara seorang anak dan ibu kandungnya?? tapi bagaimana jika istri ku sampai tahu, apa Gita bisa menerima kenyataan jika anak yang selama ini ia besarkan adalah anak kandung Reva?? atau istriku justru takut jika Reva akan merebut Asyifa darinya??" memikirkan itu saja sudah membuat kepala Hantara terasa sakit.
Cukup lama Reva berada di kediaman Hantara untuk melepas rindu pada putrinya, kini Reva melihat jarum jam yang melingkar di pergelangan tangannya telah menunjukkan pukul setengah enam sore dan dia pun hendak pamit. namun sebelum pergi Reva nampak mengucapkan terima kasih pada Gita yang kini telah menjadi ibu sambung bagi putrinya.
"Maafkan aku,,, jika selama ini sikap atau perbuatanku ada yang menyakiti hati dan perasaan kamu."Ucap Reva tulus dari lubuk hati terdalam.
"Aku bisa mengerti mungkin selama ini anda belum rela mantan suami anda menikah lagi dengan wanita lain. Dan posisi kita tidak jauh berbeda, di mana aku juga tidak rela melepaskan suamiku begitu saja untuk wanita lain meskipun wanita itu adalah ibu kandung dari anaknya." ucap Gita sedikit banyaknya mengeluarkan isi hati yang dia rasakan.
Sejenak Gita diam menjedah ucapannya sebelum beberapa saat kemudian kembali melanjutkan kalimatnya." Sama seperti anda, saya juga minta maaf jika selama ini ada tutur kata saya yang pernah menyakiti hati dan perasaan anda." lanjut Gita dengan bijak sehingga membuat Reva kembali menyadari jika niatnya ingin kembali bersama Hantara Beberapa saat lalu sangat lah keterlaluan.
Kini kedua wanita itu nampak berpelukan untuk sejenak.
"kau wanita yang sangat baik pantas saja Hantara sampai tergila gila padamu. ucap Reva tanpa merasa berkecil hati saat keduanya berpelukan.
__ADS_1
Sementara Gita hanya menanggapi ucapan Reva dengan senyuman kecil saat keduanya saling melerai pelukannya.
Berbeda dengan sang istri, Hantara masih belum yakin seratus persen dengan perubahan sikap mantan istrinya tersebut sebelum Reva benar benar membuktikan jika dia memang telah berubah.