
Freya tiba di kantor tepat pada waktunya, sementara itu Daren sedang meeting dengan dewan divisi c, karena keberhasilan Daren dalam mendesain gedung perusahaan agar tidak membahayakan nyawa orang banyak ketika terjadi kebakaran, Daren si arsitek jenius mendapatkan penghargaan dan mengalahkan divisi c.
Sebelumnya Daren sedikit terlambat datang dalam rapat desain gedung perusahaan, sehingga Jeff, Levon, dan Sean resah menunggu kedatangan Daren. Sementara mereka sudah berdebat tentang desain siapa yang akan digunakan.
" Kapan Daren akan sampai kesini ?" Sean bertanya pada Lavon dan Jeff.
" Alih-alih membangun pintu masuk di sini, kita seharusnya membangun jalur air." arsitek divisi c sambil menunjuk desain divisi a.
"Jalur air ?" heran Jeff
" Biarkan air mengalir masuk, sehingga semuanya akan makmur."
" Tapi di situlah pintu keluar darurat." seketika Daren memasuki ruangan dan langsung mematahkan pendapat divisi c.
terlihat Daren memasuki ruangan rapat dan berjalan dengan gagahnya dengan setelan jas yang melekat sempurna pas dikenakan badan Daren.
" Semuanya akan selesai dengan baik." girang Jeff yang merasa lega setelah Daren masuk.
" Jika anda bersikeras ingin membangun jalur air, kami mungkin harus menyesuaikan anggaran. Kami mungkin membutuhkan..." menghentikan kata-katanya. " Satu juta dollar."
Tatkala mendengar kata satu juta dollar tentu saja semuanya kaget dan tidak ingin cuma-cuma mengeluarkan anggaran sebesar itu.
" Mereka ingin membangun jalur air supaya orang bisa melompat dan berenang kedalamnya ?" canda Jeff
" Mereka tidak akan menambah satu juta dollar. Mereka tidak punya uang, mereka pelit." sambung Sean sementara Jeff dan Levon masih terkekeh dengan gurauan mereka.
Mereka terus berdebat bahkan divisi c mengusulkan untuk memindahkan pintu masuk ke sisi lain, Daren terus menyanggahnya bahwa cara tersebut tidak akan berhasil dimana ketinggian pintu darurat minimal haruslah enam puluh meter, dan tinggi itu sudah sesuai dengan UU kontrol bangunan.
Dan dengan argumen Daren yang kuat maka hasilnya dimenangkan oleh divisi a. Dan desain akan disesuaikan dengan yang mereka buat, dan karena divisi a menang mereka diberi kesempatan untuk menjadi pemimpin seluruh proyek dan divisi c berada di bawah divisi a.
Seluruh divisi c merasa kesal dan dengan setengah hati menerima konsekuensinya, mereka akan berada di ruangan yang sama dengan divisi a. Freya dan seluruh karyawan lain harus bersiap siap berada dibawah pimpinan divisi a.
***
Karena tidak ada yang tahu bahwa Freya sudah menikah bahkan teman kantornya karena pernikahan ini harus disembunyikan sesuai dengan kesepakatannya bersama Daren. Namun Freya tidak bisa membohongi sahabat dekatnya dimana mereka sudah bersahabat sejak sekolah menengah atas, dan dimana sahabatnya itu yang bernama Daisy juga mengetahui bahwa Freya sangat mengagumi Daren.
" Kamu benar benar sudah menikah." Daisy berteriak kencang.
Freya memerintahkan Daisy untuk menurunkan nada suaranya, mereka berjalan di lorong perusahaan sambil terus menceritakan bagaimana pernikahan Daren dan Freya terjadi.
__ADS_1
" Aku tidak menyangka kamu beneran menikah dengan kak Daren." Daisy masih sedikit tidak percaya. " Kenapa kamu tiba-tiba menikah dengan dia ?"
Freya pun menceritakan bagaimana pernikahan mereka bisa terjadi dimulai dari a dan diakhiri dengan z, Freya juga menyebutkan bahwa pernikahannya ini adalah sebuah perisai. Freya juga meminta kepada Daisy untuk tidak memberitahukan pernikahannya kepada teman kantor yang lain.
" Ini rahasia antara kita berdua." pinta Freya. " Kalau kak Daren tahu bahwa aku menceritakannya kepadamu dan tersebar ke yang lain dia akan membunuhku." dengan susah payah Freya menelan salivanya.
Daisy yang merasa bingung kenapa mereka harus menyembunyikan fakta bahwa mereka sudah menikah meminta penjelasan kepada Freya.
" Kenapa kalian harus menyembunyikannya ?" tanya Daisy. " Apa kamu wanita simpanan kak Daren ?"
" Kamu gila ya ?" teriak Freya. " Bagaimana bisa wanita simpanan menerima akta nikah.
Daisy jadi semakin bingung dengan yang disampaikan oleh Freya, jika ada akta nikah kenapa harus disembunyikan. Daisy tidak terima sahabatnya tidak dihormati oleh Daren dan mengatakan ketidaksukaannya.
" Tidak masalah, aku sudah cukup bahagia...."
sambil tersenyum ke arah Daisy. " Karena bisa menikah dengannya."
" Kalau begitu apakah kalian berdua sudah tidur bersama ?" tanya Daisy penasaran, sambil terus memasang wajah kasihan melihat sahabatnya dengan ekspresi menggemaskan.
" Belum." sambil tertawa seperti orang bodoh.
" Kalau begitu apakah kalian sudah berciuman ?" cecar Daisy sambil memanyunkan bibirnya. " sudahkan ?"
" Iya sudah." memalingkan tubuhnya membelakangi Daisy.
" Kalian sudah berciuman ? benarkah ?" Daisy terlihat lebih bersemangat daripada Freya.
" Aku hanya bercanda. Aku hanya menciumnya dalam mimpiku." Freya cemberut setelah melontarkan pernyataanya sendiri sambil memegangi dagunya dengan kedua tangannya.
" Dalam mimpimu ?" memukul kepala Freya " Serius ?" terus mengeleng-gelengkan kepalanya. " Kamu tidak boleh hanya menciumnya dalam mimpimu temanku."
Setelah membahas masalah pernikahan Daisy menanyakan apakah Freya sudah memberitahu bahwa tim Freya dari divisi c yang terpilih untuk menjadi bawahan Daren.
Freya merasa bingung, khawatir plus takut karena dia belum memberitahu Daren. Freya berniat akan memberitahunya ketika makan malam nanti dirumah mereka.
Sambil terus melihat jam tangannya dan berjalan dari dapur ke arah pintu, melihat apakah ada tanda-tanda Daren datang. Freya yang masih sibuk menyiapkan makan malam terus merasa khawatir dan memikirkan cara untuk memberitahu Daren.
" Kapan kak Daren akan sampai dirumah ?" gumam Freya. " Haruskah aku memberitahunya ketika dia pulang ke rumah ?" mengigit kuku-kuku jarinya. " Aduhh aku sangat gugup."
Freya yang terus berbicara sendiri tidak sadar bahwa makhluk yamg ditunggunya sudah ada dibelakang punggung Freya.
__ADS_1
" Beritahu aku apa." tanya Daren penasaran.
Sontak Freya langsung membalikan badannya dan kaget akan keberadaan Daren.
" Kak Daren !"
Daren yang penasaran mendekat ke arah Freya dan menanyakan apa yang ingin Freya katakan kepadanya. Freya mengingat kembali kata-kata Daisy untuk memberitahu hal tersebut kepada Daren dan tidak menyembunyikannya.
" Lambat laun kamu harus memberitahu dia pada akhirnya, jika dia melihat tim kita yang bekerja. Habislah kita."
Kata habislah yang membuat Freya semakin gugup, dia bingung bagaimana cara memberitahunya, merangkai kata-kata terasa sangat sulit saat ini bagi Freya.
" Aku hanya memasak salmon dan satu hidangan untuk hari ini." saking gugupnya Freya malahan mengatakan menu masakan yang dia masak hari ini.
" Itu saja ?" tanya Daren meyakinkan " Salmon."
" Iya." jawab Freya dengan gugupnya.
" Aku sudah merasa lapar."
Sampai akhir mereka makan Freya masih belum berani memberitahukannya kepada Daren. Cincin pernikahan yang terpasang di jari Freya ketika dia membantu Daren menuangkan air minum membuat Daren kesal melihatnya. Daren meminta agar Freya tidak memakai cincin pernikahan tersebut.
" Aku tidak ingin melihatmu mengenakan cincin itu." perintah Daren sambil memegang tangan Freya. " Mengerti ?"
" Iya."
Daren hendak beranjak dari duduknya, Freya berusaha menahannya dan ingin mengatakan hal yang sedari tadi dia tahan, namun Freya kalah cepat dengan bunyi dering di ponsel Daren, lagi dan lagi Freya pun gagal kali ini.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa klik favorit, like dan komentar nya ya, dan jangan lupa juga vote novel ini sebanyak banyaknya jangan lupa soalnya suka kelupaan kalo keasikan baca, biar author makin semangat nulisnya terimakasih buat semua pembaca novel Suamiku sepupuku, Please ya vote terus 😘😘🤗🤗💞💞