Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Siapa Yang Lebih Kejam ?


__ADS_3

Freya pun sudah siap untuk melanjutkan pertanyaan selanjutnya yang dia tahu pertanyaan kali ini pun Daren tidak akan bisa menjawabnya. “Apa warna favoritku ?”


Dan benar saja Daren hanya duduk mematung karena tidak mengetahuinya dan dia hanya bisa merutuki dirinya di dalam hati betapa bodohnya dirinya sekarang ini, merasa malu karena mengatakan telah mengenalnya namun tidak ada yang dia ketahui tentang Freya.


“Banyak ya yang kak Daren tidak ketahui dari ku, kalau begitu pertanyaan selanjutnya adalah apa bunga kesukaanku ?” Freya hanya tersenyum lembut memandang ke arah Daren menanti Daren menjawab pertanyaannya kali ini.


“Kali ini tidak tahu juga ya kalau begitu apa makanan favoritku ?” Freya tersenyum namun senyuman itu seperti memukul Daren yang tidak mengetahui apa-apa tentang Freya.


“Kenapa dari semua pertanyaan ku kakak tidak bisa menjawabnya hmm ?” Kembali Freya membelai wajah Daren yang sudah pucat karena takut akan kehilangan Freya.


“Bukankah kakak mengatakan bahwa kita sudah saling mengenal ?” Dan yang di lakukan Daren hanyalah memegang tangan Freya dan terus menciumnya.


Di menit selanjutnya Daren hanya berbaring di pangkuan Freya sembari terus menatap wajah istri cantiknya yang seperti akan hilang jika dia mengalihkan pandangannya walau sedetik pun.


“Padahal kak Daren mengatakan bahwa kita saling mengenal tapi sepertinya hanya aku yang mengenal kak Daren, aku tahu hari ulang tahun kak Daren adalah hari kedelapan di bulan agustus.”

__ADS_1


Mendengar semua yang di katakan Freya Daren hanya mampu mendengarnya. “Warna favoritmu adalah warna abu dan hitam. Kamu makan segalanya, kamu suka bermain alat musik dan berolahraga suka minum jika sedang ada masalah.”


Freya terus mendongkakkan wajahnya menahan air matanya yang sepertinya tidak sanggup dia tahan. “Lihatlah bukankah hanya aku yang lebih mengenal kak Daren, bahkan aku masih ingat tentang perkataan mu bahwa kamu ingin istrimu sempurna. Aku selalu mengingat bahkan walau pun itu hal terkecil yang kak Daren katakan. Meskipun kita sudah menikah, kamu masih menunggu seseorang itu, karena kamu tidak pernah ingin menikah denganku.”


Mata Daren sudah berkaca-kaca karena mendengar penuturan Freya. “Kenapa diam saja benar bukan apa yang aku katakan ?” Kembali Freya mencoba melihat ke arah Daren yang terus menciumi tangannya.


“Jangan terlalu kejam padaku.” Suaranya bergetar ketika mengatakannya dia tahu bahwa dia salah selama ini tapi apakah tidak ada kesempatan baginya.


“Kakak mengatakan bahwa aku kejam lalu bagaimana dengan kamu kak ?” Freya mengatakannya sembari mengusap kepala Daren.


“Kamu tidak mau membayar uang kompensasi, membuatku mabuk dan tidur dengan ku.”


“Lihatlah siapa yang lebih kejam ?”


Dan pertanyaan Freya benar-benar membuat Daren bungkam dan hanya bisa melihat ke arah Freya dengan pandangan penuh penyesalan bercampur rasa sedih yang tidak bisa dia ungkapkan. Bahkan

__ADS_1


rasanya dadanya sesak karena semua hal yang di ucapkan oleh Freya.


Kini bahkan Daren berusaha memutar otaknya agar dia tidak benar-benar berpisah dengan Freya dia berjanji akan memperbaiki semuanya akan lebih memperhatikan Freya dan berjanji akan bisa menjawab semua pertanyaan Freya.


“Aku harus segera menemui mami agar membantu ku tidak berpisah dengan Freya.”


.


.


.


.


.

__ADS_1


Sedih yang like tidak ada seper 20% dari yang favorit 😌😌😌


Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman  pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya.....


__ADS_2