Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Tidak Makan Karena Sibuk


__ADS_3

Masih dalam suasana hati yang begitu buruk dan entah perasaan apa, kenapa membuat Daren tidak merasakan sedikit ketenangan di hari itu. Daren mencoba menenangkan perasaan dihatinya tanpa sadar langkah kakinya yang dia bawa kini tengah berdiri di halaman rumahnya. Terasa angin malam mulai menusuk nusuk masuk kedalam kulit terdalamnya namun tak mengurungkan niatnya untuk beranjak dari tempat kini di berpijak.


“Kenapa si pembuat onar belum juga kembali.” Terus saja merutuk tidak jelas sambil menendang-nendang bebatuan kecil yang berada di bawah kakinya dan menghempaskannya ke sembarang tempat.


Sambil memiringkan tubuhnya mencoba melihat ke arah jalan di depan rumahnya namun pandangannya menelisik lebih jauh dari jalan di depan rumahnya berharap ada sebuah kendaraan apapun itu yang digunakan oleh Freya untuk segera mendarat di depan rumahnya kini.


Ketika sorot lampu yang terang mulai muncul dengan gugupnya Daren bertingkah dengan kebingungannya apa yang harus dia lakukan,


memang benar dia kini tengah menunggu kendaraan yang ditumpangi oleh Freya


namun dia juga tidak mengetahui harus melakukan apa jika sudah ada Freya. Dengan


langkah cepat akhrinya Daren memutuskan untuk kembali ke dalam rumahnya dengan


tergesa-gesa menarik gagang pintu yang dirasanya kenapa terasa menjadi lebih


sulit hanya untuk membukanya saja, sementara di dengarnya suara deru mesin mobil kian mendekat hingga akhrinya Daren berhasil memasuki rumahnya.


Karena dirasa cukup lama jika harus menaiki tangga untuk memasuki kamarnya karena kini sudah terdengar suara pintu depan rumahnya


terbuka yang mendandakan bahwa Freya sudah memasuki rumah dan dengan sigap


akhirnya Daren melompatkan dirinya diatas sofa yang berada di tengah rumahnya


dan memejamkan kedua kelopak matanya dengan deru napas yang masih belum


beraturan.


°


°


~


°


°


Terlihat Freya dengan langkah cepatnya dibuat tersentak melihat sosok laki-laki yang sangat menyebalkan namun sangat dicintainya tengah tertidur dan langsung membuka matanya sambil menutup mulutnya menandakan Daren bangun


dari tidurnya walaupun itu hanyalah kepalsuan yang dibuat oleh Daren. Sambil


mengerjap-ngerjapkan matanya dan mengusap kasar dengan jari telunjuknya langsung menatap ke arah Freya.


“Apa kau sudah kembali ?” tanyany basa-basi.


“Iya.”


Kini langkah kaki Freya ditujukan pada sebuah lemari es pendingin dan hendak menyiram tenggorokannya yang dirasa mulai merasa kekeringan. Tanpa basa-basi Freya langsung menjetikan jarinya dan memerintahkan Freya untuk segera duduk di sampingnya. Dengan perasaan sedikit menciut kini tubuh Freya berjalan mendekat dan membawa segelas air yang hendak diminumnya.

__ADS_1


“Habislah aku.” Batin Freya kini mulai menggerutu.


“Jadi kenapa sahabatmu itu, siapa James. Iya kenapa dia ingin menemuimu ?”


Freya masih terdiam hendak memeberikan alasan apa untuk dia lontarkan kepada Daren sebagai jawaban dari pertanyaannya, dia tidak ingin membahas tentang ulang tahunnya hari ini. Sungguh dia malas memperdebatkannya


di hadapan pria yang dia rasa tidak pernah perduli terhadap dirinya. Tidak ingin


mengingat kenyataan bahwa tidak berharganya hari ulang tahun Freya bagi Daren.


“Kenapa diam saja, huh ?”


Daren tanpa sadar langsung mengambil alih gelas yang sudah di minum oleh Freya dan menghabiskan setengahnya, Freya yang melihatnya bersemu merah karena merasa itu seperti ciuman secara tidak langsung.


“Kita hanya makan bersama saja karena dia merasa bosan.....” Menjawab dengan menahan senyum bahagianya. “Dan dia juga memintaku untuk menyukainya.”


Sontak hal tersebut membuat Daren terkejut tidak terduga dan langsung menyemburkan air yang kini sudah berada di mulut dan sebagian tengorokannya, Freya pun sama terkejut dibuatnya dan langsung beranjak dan


mendekat menepuk-nepuk pungungnya mencoba menenangkan Daren.


“Astaga, apa kakak baik-baik saja.” Tanyanya sangat khawatir.


Telapan tangan Daren dengan sigap menutup mulutnya dan dengan masih suara terbatuk -batuknya menadankan dirinya sedikit tersedak dan mencoba memencet hidungnya yang terasa sangat perih di rasanya. Dengan gugup dia menyipitkan matanya dan meanyakan jawaban apa yang diberikan oleh Freya.


“Lalu, lalu kau bilang apa ?” melirik Freya dengan rasa penasarannya.


“Aku harus bilang apa ?” mencoba peruntungannya untuk berbohong


“Aku bilang aku mengerti dan akan menyukainya, lagi pula kan kak Daren tau tipeku. Dan James laki-laki yang pintar dan sempurna untuk perempuan bodoh sepertiku.”


“Apa !!” berteriak dengan kencangnya. “Kenapa dia menyukaimu bukankah harusnya dia sadar kau sangat bodoh.” Menyeringai  mencoba merendahkan Freya.


“Karena James berkata aku selalu bisa membuatnya tertawa.” Sambil menngerucutkan bibirnya.”Beramaku membuatnya bahagia, dan dia mengatakan


aku seperti hadian baginya.”


“Hadiah ?” Daren tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Freya.


Merasa kesal dengan tertawaan Daren langsung saja ditatapnya dengan tatapan tajam.


“Terus, terus saja merendahkanku.” Gerutu Freya dalam hatinya.


“Apa kakak sudah makan.” Mecoba meredakan amarahnya.


“Belum, makannya segera buatkan makan malam !” bentaknya tiba-tiba membuat Freya berjingkat karena keterkejutannya.


“Kakak belum makan ? Karena menungguku ?” mencoba menggoda


Daren yang pekerjaanya selalu saja marah-marah tidak jelas.

__ADS_1


“Apa aku bodoh sampai harus menunggumu ?” nada sudah naik satu oktaf, mencoba menyangkalkenyataan. “Ini karena aku sibuk seharian, makannya tidak sempat makan. Aku sibuk seharian jadi sampai tidak punya waktu.”


Freya hanya dibuat tersenyum melihat tingkah Daren yang dirasa sangat menggemaskan dia mencoba menahan tawanya di hadapan Daren. Namun


sayang Daren meliat sedikit gelak tawa yang dicoba Freya untuk di sembunyikan.


“Kenapa malah tertawa, buatlah makanan, cepat.”


Tanpa menunggu lama Freya langsung lari tungang-tanggang untuk pergi ke arah dapur tidak ingin melihat Daren murka, apalagi singa akan semakin buas jika dia sedang kelaparn pikir Freya.


“Baiklah-baiklah aku akan masak sekarang, masak ikan salmon favorit kakak.”


°


°


~


°


°


Sementara Daren hanya tersenyum melihat tingkah Freya sungguh si pembuat onar yang selalu membuat kepala Daren berdenyut nyeri karena tingkahnya, namun pikirannya fokus kembali kepada pernyataan yang diucapkan oleh Freya. Dan kenapa harus merasa terganggu dengan hal tersebut itu bukanlah menjadi urusannya.


“Kenapa aku kekanak-kanakan seperti ini. Sungguh berada di dekatnya membuat kewarasan ku semakin menurun saja. Mau dia memiliki kekasih ataupun tidak itukan bukan lagi menjadi urusankku. Cobalah Daren kembalilah normal.”


“James ya, hmmmm.” Apa maksud dari gumaman Daren sungguh saya juga sebagai author tidak tahu.


°


°


~


°


°


Jangan lupa


klik favorit 📌


like 👍


Dan komentar nya ya 💌


Dan jangan lupa juga vote❤️


Vote novel ini sebanyak banyaknya jangan lupa soalnya suka kelupaan kalo keasikan baca, biar author makin semangat nulisnya terimakasih buat semua pembaca novel Suamiku Sepupuku, bentuk dukungan adalah penghargaan bagi para author 😘🤗💞💞

__ADS_1


__ADS_2