Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Bisakah Aku Bertahan


__ADS_3

Ezran khawatir menanti penjelasan dokter yang bisa di lihat saja bahwa itu adalah kabar yang tidak baik untuk di sampaikan bahkan dia merasakan jantungnya


berdebar kencang menantikan penjelasan yang akan diberikan.


“Sebenarnya dari pemeriksaan yang dilakukan ternyata anda ada komplikasi karena preklamsia ini dimana komplikasi yang terjadi adalah anda mengalami gagal ginjal dan ini adalah kondisi yang membahayakan anda.”


Mendengarnya Freya hanya bisa tersenyum miris. “Hari ini penuh dengan kejutan sekali dalam hidup ku apakah ini balasan dari kebahagiaan yang tengah aku alami ?” Gumam Freya dalam hatinya.


“Anda memerlukan dono ginjal melihat kondisi anda saat ini yang sudah parah, karena saya tidak bisa menjamin berapa lama anda akan bertahan dengan kondisi anda saat ini.” Dokter terus menyampaikannya dengan penuh kehati-hatian.


“Terimakasih dokter atas informasinya dan saya hanya akan menjaga kondisi bayi dalam kandungan ku karena yang paling utama adalah bisa melahirkannya dan mendengar suara tangisnya, karena aku akan merasa sempurna setelah aku melahirkan dan menjadi seorang ibu.”


“Iya saya paham maksud anda dan kami akan berusaha mencarikan pendonor ginjal yang cocok untuk anda walaupun kami tidak yakin kapan pendonor ginjal itu ada.”


“Karena saya yakin anda juga ingin melihat anak anda bertumbuh kembang.” Perkataan dokter seolah menghantam perasaan Freya.

__ADS_1


Tidak bisa di pungkiri ibu mana yang tidak ingin melihat pertumbuhan anaknya sendiri, dia ingin melihat anaknya hingga tumbuh dewasa. “Bisakah aku bertahan hingga hari itu tiba.” Sungguh sedih jika harus melihat kenyataan.


“Baiklah dokter jika begitu kami permisi terimakasih untuk semuanya.” Ezran pun langsung menuntun Freya yang kini tatapannya kosong entah dengan pikirannya yang sudah lepas dari tubuhnya.


“Aku tahu pasti kamu merasa tergoncang dengan semua kejadian ini.” Ezran menatap miris ke arah Freya yang hanya mengikuti langkahnya.


“Apakah kamu akan mengatakan semuanya kepada Daren, jika kamu tidak sanggup biar aku yang menjelaskan semuanya.” Tanya Ezran meminta pendapat Freya.


“Tidak !” Freya langsung menolaknya dengan tegas. “Jangan pernah mengatakannya aku tidak ingin dia khawatir.”


“Pak bapak bisa kan merahasiakannya, saya mohon. Tolong saya kali ini.” Freya terus memohon kepada Ezran karena dia tidak juga mendapat jawaban darinya.


“Baiklah jika itu keinginan mu aku tidak akan mengatakannya dan merahasiakannya dari Daren.” Jawab Ezran dengan menghembuskan nafas kasar.


“Lebih baik kita pulang pasti Daren sebentar lagi sudah pulang ke rumah  dan nanti dia akan mengkhawatirkan mu.” Dengan sigap Freya melihat ponselnya dan benar saja sudah beberapa pesan dan panggilan yang tidak terjawab dari Daren yang belum sempat dia balas.

__ADS_1


“Ayo pak kita harus segera pulang.” Freya tidak ingin memberi kabar segera kepada Daren karena dia masih bingung untuk memberikan alasan atas kepergiannya dari rumah.


“Iya tapi sebelum itu kita lebih baik menebus obat yang sudah di resepkan oleh dokter tadi.”


Freya pun menyetujuinya dan segera menebus obat yang sudah di resepkan. “Banyak sekali obat dan multivitamin yang harus aku minum.” Gerutu Freya.


Dan Ezran hanya bisa terkekeh mendegar keluhan Freya yang seperti anak kecil karena memprotes setelah mendapatkan obat tersebut.


.


🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂


.


Daratkan Like, vote, dan komentar mu. 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2