
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan Daren pun bertanya kepada resepsionis menanyakan kira-kira apakah mereka mengetahui tentang Freya.
"Hmmm bolehkah saya bertanya ?" Tanpa berbasa-basi langsung ke inti permasalahan.
"Iya tuan." Jawab resepsionis yang bernama Sandra ramah. " Apakah yang ingin anda tanyakan tuan ?"
"Kau lihat wanita tadi yang sempat aku kejar apakah kamu tahu ada urusan apa dia di sini ?"
Terlihat Sandra sedang berfikir keras, perempuan yang mana pikirnya karena banyak sekali orang di sekitarnya. "Yang menaiki mobil mewah tadi, perempuan yang itu."
"Oh nona Freya ?" Sandra langsung mengingatnya.
"Iya Freya kamu kenal ?" Daren tersenyum cerah membuat si resepsionis jadi terpaku memandang ke arahnya. "Mba, mba halo."
"Ah iya tuan maafkan saya, iya saya tau nona Freya karena dia orangnya sangat ramah jadi saya mudah mengingatnya, dia sedang kemari karena mengurus kerjasama dengan perusahaan ini dia adalah sekertaris tuan Ezran Dornan."
"Oh begitu rupanya apakah ada yang lain yang kamu ketahui ?" Tanya Daren yang masih belum puas dengan informasi yang di dapatkannya saat ini.
"Maaf tuan untuk itu saya tidak tahu lagi, maafkan saya." Jawab Sandra merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa terimakasih informasinya." Daren pun segera kembali ke ruangannya masih dengan rasa penasarannya yang semakin kuat.
__ADS_1
.
πΎπΎπΎπΎπΎππππππ
.
Di tengah lamunannya Four pun mengetuk pintu ruangan Daren sehingga fokusnya teralihkan kepada Four yang telah menghampirinya.
"Ada apa ?" Tanya Daren.
"Maaf pak saya hanya ingin menyampaikan bahwa besok kita akan meeting untuk membahas proyek pembangunan gedung mall bersama dengan para investor termasuk tuan Ezran juga besok akan datang untuk hadir."
Mendengar nama Ezran Daren langsung bersemangat karena itu artinya Freya juga akan hadir. "Jam berapa meeting besok akan di laksanakan ?"
Daren terlihat ragu haruskah dia menanyakannya atau tidak kepada Four, Daren ragu tapi juga penasaran. "Apakah ada yang ingin di tanyakan pak ?" Tanya Four yang melihat gelagat Daren.
"Hmmm saya ingin bertanya tentang tuan Ezran apakah dia masih lajang dan belum menikah ?"
Mendengar itu Four langsung melebarkan matanya tidak menyangka ternyata laki-laki tampan di depannya menyukai sesama jenis.
"Padahal jika di lihat pasti banyak wanita yang menyukai laki-laki tampan ini, memang kita tidak boleh hanya melihat sampul saja." Pikir Four.
__ADS_1
Masih dengan keterkejutannya dia berusaha menyadarkan dirinya.
"Tu, tuan Ezran masih lajang pak dia belum menikah usianya masih tergolong muda dia baru berusia tiga puluh tahunan. Tapi dari gosip yang beredar dia hanya dekat dengan seorang wanita yaitu sekertarisnya baru-baru ini."
Four tidak tahu bahwa hati Daren serasa mendidih mendengarnya, ada rasa tidak rela mendengar perkataan yang di sampaikan Four.
"Karena tuan Ezran dikenal tidak suka dekat dengan wanita tapi entah kenapa dengan sekertarisnya..."
Daren sudah tidak mendengar kelanjutan dari semua yang di ceritakan Four telinganya seperti mati rasa dia merasa murka dan setelahnya menggebrak meja membuat Four terlonjak kaget.
"Kamu keluarlah." Ucap Daren dingin.
"Astaga kenapa kau bodoh sekali Four, pasti pak Daren sakit hati mendengarnya karena dia merasa ada saingan untuk mendapatkan tuan Ezran."
Dan terjadilah kesalahpahaman Four kepada Daren karena pemikirannya.
.
πΎπΎπΎπΎπΎπππππ
.
__ADS_1
Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-temanΒ pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......