
Kali ini sepertinya kemarahan Freya sudah di ujung batas pikir Daren bagaimana tidak bahkan dia seperti hidup seorang diri di rumah tersebut tidak pernah sekalipun dia bertemu dengan Freya entah dia makan atau tidak. “kenapa harus bertengkar pas libur kantor kan aku tidak bisa melihat dia jadinya.” Daren terus merutuki hari mereka bertengkar karena hari itu adalah hari libur kantor jadi kehidupannya sungguh sunyi.
“Memang dia tidak lapar berada di dalam kamar saja, haruskah aku mengetuk pintunya atau tidak ?” Daren terus saja mondar-mandir di depan kamar Freya niat hati ingin mengetuk namun egonya yang besar menjerumuskan dirinya untuk tidak mengetuk pintu yang kini terlihat horor di matanya.
“Kalau aku ketuk alasan apa yang harus aku berikan ?” Tampak Daren berpikir dengan kerasnya memeras otak, mencari alasan paling masuk akal.
Dan ide muncul di kepala Daren dengan memberanikan diri dirinya mengetuk pintu kamar Freya. ”Freya apakah kau di dalam ? Keluarlah sebentar aku ada perlu dengan mu ?” Daren berkali-kali mengetuk pintu namun tidak ada sahutan dari dalam kamar Freya.
Karena khawatir Daren pun mencoba menekan gagang pintu berharap pintu Freya benar-benar terbuka dan semua harapannya terkabul tatkala Daren dengan mudahnya masuk karena pintu kamar Freya yang tidak terkunci. “Untunglah tidak di kunci, loh tapi tumben dia tidak mengunci pintu ?”
Tak ingin berpikir terlalu lama Daren menghampiri tempat tidur Freya, di lihatnya seperti seseorang tengah berbaring di atas tempat tidur dengan menutupi seluruh badannya. ”Freya kenapa dari semalam kamu tidak keluar kamar, lihatlah bahkan matahari sudah berada di atas kepala mu. Apa kamu tidak lapar ?”
Hening tidak ada jawaban dan mungkin sepetinya tidak akan pernah ada yang menjawab, namun Daren tidak berputus asa dirinya terus mengoceh bahkan memberanikan diri untuk meminta maaf walaupun dia tidak tahu letak
kesalahannya berada di mana. “Frey, ayolah mau sampai kapan kamu akan diam seperti ini, baiklah aku minta maaf jika aku ada salah kepada mu.”
Karena sifat Daren yang tidak sabaran akhirnya sabarnya sudah mencapai puncak dirinya karena semua perkataannya sepertinya hanya di anggap angin lalu oleh Freya. “Freya jangan membuat ku marah ya !” Kini Daren
sudah memposisikan dirinya dengan siap menyingkap selimut yang dari tadi menghalangi arah pandangnya dengan Freya.
“Buka selimutnya atau aku paksa buka sendiri ?” Masih tidak bergerak sepertinya dia menantang Daren. “Baiklah kamu yang memaksa.” Dan dengan sekuat tenaga Daren membuka selimut Daren namun sayang apa yang di
dapatkannya bukanlah seperti yang di harapkannya.
“Sialan !!” Daren mengumpat kasar karena melihat tidak ada Freya di dalam selimut melainkan bantal guling, jadi dari tadi dia mengoceh sendiri seperti orang gila. Namun tunggu Daren melihat catatan kecil yang menempel di bantal guling tersebut.
“Jadi dia sengaja mengerjai ku ?” Dibacanya catatan kecil itu yang tentunya di tujukan untuk Daren.
“Aku menginap di apartemen Daisy tidak usah menghubungi ku, besok aku pulang.” Dan dengan kasar Daren menyobek catatan tersebut menjadi serpihan-serpihan kecil lamu menginjaknya sekuat tenaga melampiaskan kekesalannya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
“Frey kamu mau nggak mie rebus, aku mau bikin nih ?” Daisy kini sudah beranjak dari atas tempat tidurnya yang selalu membuatnya candu karena kenyamanan yang di berikannya, memang hari libur adalah waktunya untuk bermalas-malasan.
Apalagi bagi Daisy yang jomblo tidak ada kegiatan yang harus dia lakukan selain nyemil dan nonton drama-drama di laptopnya. Hobi Daisy sendiri selain nonton drama tentunya mendengarkan musik bahkan ada beratus-ratus
daftar lagu yang dia simpan di dalam ponselnya, musik dari berbagai negara mungkin dia koleksi jika menurutnya memang enak untuk di dengarkan.
“Iya aku juga mau, bikinin yah aku mau nonton juga nih koleksi drama film yang ada di laptop kamu.”
Sebenarnya Daisy cukup kaget karena kedatangan Freya yang sudah berada di apartemennya dengan raut wajah yang sedih terlihat dari wajahnya, tidak ingin menanyakan tentang masalah yang menimpanya Daisy hanya mempersilahkan Freya untuk masuk, karena dia yakin jika Freya ingin bercerita pasti akan dia utarakan.
“Wah kira-kira oppa Lee Joon Gi ini psikopatnya bukan ya ?” Freya tengah sibuk menonton drama korea yang sedang tayang di bulan ini drama flower of evil memang sedikit sedang ramai dan banyak di tonton karena dramanya membuat yang menontonnya penasaran.
“Tapi oppa Lee Joon Gi romantis banget sama Moon Chae Won keliatan dia sayang banget bukan hanya sama istrinya tapi juga anaknya. Kapan ya bisa punya keluarga romantis seperti itu. ” Frey terus saja mengoceh menjadi
netizen aktif yang selalu mengomentari setiap adegan yang di perlihatkan.
“Freya sini makan dulu.” Suara Daisy membuat Freya langsung menjeda drama yang tengah di tontonannya dan segera menghampiri Daisy di ruang makan.
“Kamu mau berapa hari menginap di sini ?” Daisy membuka percakapan setelah beberapa saat terasa hening.
“Besok pagi aku udah pulang, besok kan kerja lagi pula aku hanya perlu beberapa waktu untuk menenangkan perasaan ku saja. Karena aku sudah bersuami jadi tempat aku pulang adalah kepadanya.”
“Iya kamu benar, tapi jika kamu masih belum bisa menata hati kamu dengan senang hati pintu apartemen ini terbuka lebar untuk mu.” Kini Daisy sudah memandang ke arah Freya dengan menampilkan senyumannya yang sangat tulus.
“Terimakasih Das, aku beruntung sekali memiliki sahabat yang pengertian seperti kamu. Kamu selalu support aku ketika aku merasa down.” Kedua mata Freya sudah sedikit memerah menahan air mata karena teringat akan kesedihan yang menimpanya.
“Iya aku akan selalu support kamu karena apa ? Karena kamu adalah sahabat ku Frey.”
Merasa tidak sanggup menahan air matanya Freya berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Daisy, merasa Freya membutuhkan pelukan akhirnya Daisy pun ikut berdiri dan membuka lebar-lebar kedua tangannya menyambut Freya dan mendekapnya dalam pelukannya.
“Menangislah Frey jika itu bisa mengurangi rasa sedih mu, tidak akan ada yang menyalahkan seseorang yang menangis karena kesedihannya.”
“Daisy, ke, kenapa aku bisa sangat mencintai kak, kak Daren. Kenapa bukan orang lain saja yang aku cintai ?” Freya menangis dengan tersedu-sedu terdengar kepiluan dari setiap tangisannya.
“Tidak ada yang bisa menyalahkan cinta, semua orang tidak bisa mencari jawabannya jika bersangkutan dengan hal itu.” Daisy terus menerus mengelus-elus punggung Freya dengan lembut mencoba menyalurkan perasaanya agar Freya tetap tegar.
__ADS_1
“Terimakasih Das, walaupun kamu jomblo ternyata kamu bijak juga dalam hal seperti ini.” Mendengar Freya mengejeknya sontak saja Daisy langsung melayangkan pukulan ke kepala Freya yang tengah bersandar kepadanya. Hingga Freya meringis kesakitan.
“Awww,,, sssttt saakiit Das.” Kini Freya melepaskan pelukannya dan mengusap-usap kepalanya yang terasa sakit.
“Biarkan saja, lagi pula suruh siapa malah ngeledekin aku.” Kini Daisy sudah bertolak pinggang memprotes Freya yang sudah mengejeknya.
“Iya, iya maafkan aku mamih.” Daisy hanya tergelak melihat tingkah laku Freya yang kini terlihat menggemaskan di matanya
.
.
.
.
.
Keesokan harinya terdengar suara hantaman keras terlihat sebuah mobil menabraknya dan membuat tubuh Daren terpental hingga terjatuh dan mengeluarkan banyak Darah. Freya yang melihatnya langsung panik dan berhambur ke arah Daren.
“Kak Daren ! Kak Daren !” Freya sudah berteriak sekuat tenaga mencoba memanggil Daren. “Kak Bangun kak, kak !” Tangisnya semakin pecah ketika melihat ada darah yan mengalir dari kepala Daren.
“Tolong ! Tolong saya ! Kak bangun kak !”
Kesadaran Daren pun mulai menghilang hanya suara teriakan Freya yang kini terdengar di telinganya bahkan dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, semuanya gelap kini wajah Freya sudah tidak terlihat secara perlahan karena mata Daren yang terus menutup bahkan ketika dia memaksanya untuk tetap sadar dan melihat ke arah wanita yang amat dia cintai kini tengah menangisinya
.
.
.
.
.
Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa like ya teman-teman pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......
__ADS_1