Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Jangan Ambil Anakku


__ADS_3

Freya diberkahi dengan kebahagian penuh setiap harinya karena Daren selalu setia berada di sampingnya menemaninya memperhatikan segala kebutuhan Freya. Daren selalu mengutamakan kesehatan fisik dan juga psikis Freya dia tidak ingin ibu dan calon bayinya mengalami stres yang berlebih.


“Terimakasih kak Daren sudah bersedia merawat ku sampai hari ini.” Ucap Freya ketika dia sedang tidur bersama dengan Daren.


Pagi itu Daren sudah bersiap-siap untuk pergi bekerja padahal dia tidak ingin meninggalkan Freya, sebenarnya dia


sudah memerintahkan Freya untuk ambil cuti hamil karena wanitanya itu bersikeras tidak ingin keluar dari pekerjaannya.


“Sayang aku berangkat dulu, ingat apa yang aku katakan kamu jangan terlalu lelah selalu jaga diri mu dan juga calon


bayi kita.” Ucap Daren setelah membereskan bekas sarapan mereka.


“Hmmm, sudah sana pergi lah bekerja.” Usir Freya.


“Iya, tapi ingat apa yang aku katakan.” Sembari mencium singkat bibir Freya.


“Dasar cerewet.” Freya hanya menggelengkan kepalanya.


.


🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


.


Freya tengah bersantai di teras rumahnya menduduki ayunan yang dibuatkan oleh Daren sembari membaca buku, namun dia merasakan sakit kepala berat yang tiba-tiba menyerangnya ketika dia hendak berdiri.


Pandangannya kabur ketika dia melihat cahaya matahari, serta Freya merasakan nyeri di perut kanan atas.


“Ah pusing sekali, astaga aku tidak kuat lagi.” Dan Freya kembali duduk mengontrol kembali kesadarannya sambil memijit kepalanya pelan.


Setelah merasa lebih baik dia pun memutuskan untuk memeriksakan kondisinya ke rumah sakit karena dia begitu khawatir terjadi sesuatu dengan bayinya, dia memutuskan untuk pergi sendiri karena tidak ingin membuat Daren khawatir.


“Anak ku bertahanlah mami akan membawa mu ke rumah sakit jadi tahanlah sebentar saja.” Dia merasakan kembali nyeri pada perutnya.


“Kebetulan saja lewat, oh iya kamu mau kemana ?” Tanya Ezran berbasa-basi padahal dia hanya ingin melihat wajah Freya.


“Saya ingin pergi ke rumah sakit pak.” Dan tiba-tiba nyeri itu datang kembali bahkan dia merasakan lemas pada tubuhnya.


“Freya !” Ezran yang melihatnya khawatir dan langsung menuntun Freya untuk masuk kedalam mobilnya. “Mari biar saya yang antarkan.”


Freya pun menuruti ajakan Ezran karena dia lebih khawatir dengan kondisinya saat ini. “Terimakasih pak ?” Jawabnya sembari meringis menahan nyeri.


“Apa sangat sakit, kalau begitu saya akan cepat mengendarainya.” Dan benar Ezran mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


“Freya ayo kita keluar.” Ajak Ezran yang melihat Freya sungguh tidak berdaya.


Karena khawatir akhirnya Ezran menggendong Freya, awalnya Freya menjerit kaget tapi langsung teralihkan ketika rasa nyerinya lebih mendominasi.


“Bertahanlah Freya.” Ucap Ezran lirih.


Freya langsung mendapat penangan dari rumah sakit, bahkan kini dokter melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, dari tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernafasan, suhu tubuh, dan dokter menyadari terjadinya pembengkakan pada tungkai kaki Freya.


“Tolong jaga anak ku tuhan aku mohon, apakah kebahagiaan ku hanya sampai di sini saja, aku tidak ingin kehilangan anak ku, jangan ambil anak ku.” Dan Freya hanya bisa menangis setelahnya.


“Ibu tekanan darah ibu sangat tinggi yaitu 140/9- mmHg dan untuk memastikan kita akan melakukan pemeriksaan fisik setelah 4 jam.” Terlihat dokter tengah mendiagnosis apa yang sebenarnya di alami oleh Freya.


“Baik dok.”


.


🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂


.


Jangan lupa dukungannya ya

__ADS_1


__ADS_2