
Sebenarnya Daren mulai curiga kepada Freya ketika dia mengatakan bahwa dia tidak boleh banyak makan namun beralasan bahwa dia akan mual jika makan banyak, namun Daren pun berusaha untuk mempercayai apa yang
Freya katakan.
Dan malam seterusnya Freya seperti terlalu sering berada di kamar mandi, Daren pun tidak tahu apa yang sedang di perbuat Freya di dalam sana. “Freya kamu di mana ?” Tanya Daren yang sudah memasuki kamar mereka.
“Aku di dalam kamar mandi kak.” Teriak Freya dari dalam sana.
“Lagi sebenarnya apa yang sedang Freya lakukan hingga sering berada di dalam sana.” Curiga Daren hanya dalam hatinya masih belum berani untuk mengatakannya.
“Apa yang sedang kamu lakukan di dalam sana sayang ?” Tanya Daren.
“Aku hanya mulas saja kak, jika kakak mengajak aku makan malam kakak tunggu saja di meja makan nanti aku menyusul.” Teriak Freya kencang takut Daren tidak mendengarnya.
“Bohong !” Ucap Daren dalam hatinya. “Aku tahu kamu sedang berbohong Freya, karena kamu hanya akan keluar jika aku sudah keluar dari kamar.”
Dan memang benar perkataan Daren Freya selalu keluar tepat ketika dia mendengar suara pintu kamar tertutup, apa yang sebenarnya sedang Freya lakukan. Maka jawabannya hanyalah dia sedang meminum obat yang sudah
__ADS_1
dokter resepkan untuknya.
Dia meminumnya secara sembunyi-sembunyi karena takut Daren akan mencurigainya yang meminum obat begitu banyaknya. “Syukurlah kak Daren sudah keluar, lebih baik aku segera menyembunyikan obat-obatan ini.”
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
“Kenapa lama sekali ?” Tanya Daren memastikan.
“Apakah masih sakit ?” Daren mendekat dan mengusap-usap lembut perut Freya yang sudah terlihat membesar. “Nak sepertinya mami kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari papi.”
Deg, jantung Freya berdetak keras karena sindiran dari Daren. “Ma, ma, mana ada aku menyembunyikan sesuatu dari kak Daren, sudah lah aku lapar mau makan saja.” Freya mencoba mengalihkan perhatian Daren.
Freya sedikit lega karena akhirnya Daren pun langung duduk di samping Freya dan membantunya mengambilkan makanan. Seperti biasa Freya akan langsung menimbang berat badannya setelah makan.
__ADS_1
“Kamu kenapa sekarang malah seperti memperhatikan berat badan mu ?” Tanya Daren. “Bukankah baik jika berat badan bertambah itu artinya bayinya sehat, kamu juga aneh bukannya kamu suka makan-makanan pedas kenapa sekarang seperti menghindari makanan yang kamu sukai ?”
“Bukan begitu kak aku hanya ingin yang terbaik untuk calon anak kita, aku ngantuk mau tidur. Aku ke kamar duluan ya kak.” Freya pun beranjak menuju kamarnya dengan tergesa-gesa karena dia merasa gugup.
Freya segera menutup rapat pintu kamarnya dan bersandar di pintu tersebut. “Jika kau terlalu lama dengan kak Daren aku semakin tidak bisa mengontrol emosi ku. Kenapa dia semakin cerewet sih setelah memiliki anak.”
Freya pun memutuskan untuk segera tidur agar bayi dalam kandungannya bisa beristirahat dengan cukup. Perlahan Daren membuka pintu kamar mereka dan matanya tertuju kepada ranjang yang di tiduri oleh Freya
Dia sebelumnya sudah memasang kamera tersembunyi untuk melihat apa yang sebenarnya sedang Freya sembunyikan, perlahan dia meraba bawah kasur tersebut dan menarik perlahan apa yang di sembunyikan Freya.
“Hanya obat saja dan kenapa dia harus menyembunyikannya ?” Dan Daren pun terlihat keheranan ketika melihat sebuah amplop yang berhasil dia ambil. “Apa ini ?”
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
__ADS_1
Jangan lupa pesan ibu, tekan jempol mu untuk like dan juga Vote. Dan naik turunkan jempol mu untuk komentar.