
Daren hanya mengangguk mengerti mendengar penjelasan Freya. “Iya karena aku sangat menantikan kehamilan mu maka dari itu aku mengalami couvade syndrome.”
Mendengarnya Freya sudah tersenyum dengan kedua pipinya yang sudah memerah. “Sudah lebih baik kak Daren istirahat saja.”
Terpaksa Freya mengizinkan Daren untuk tidur di kasurnya karena khawatir dengan kondisi Freya. “Istirahat di kamar aku mau bersiap-siap pergi bekerja.”
Namun lagi-lagi Daren merasa mual setelah Freya jauh darinya membuat Freya langsung mengurungkan niatnya. “Jangan pergi Frey, aku merasa mual jika jauh dari mu.” Daren terus merengek seperti anak
kecil meminta perhatian Freya.
“Jangan jauh-jauh dari ku, kemarilah duduk aku ingin sekali tidur di pangkuan mu Frey.” Ucap Daren sembari menepuk-nepuk tempat di sampingnya.
“Iya sebentar aku harus izin dulu jika begitu, aku tidak enak kak jika tidak masuk bekerja dan tidak memberikan kabar.”
“Iya tapi jangan terlalu lama, karena aku takut mual lagi.”
“Iya, iya dasar cerewet.” Gerutu Freya.
Setelah mendapat izin untuk tidak masuk bekerja Freya segera duduk di samping Daren dan dengan secepat kilat Daren langsung menaruh kepalanya di pangkuan Freya.
“Usap-usap kepala ku agar rasa mual ku berkurang.” Freya pun pasrah hanya bisa menuruti keinginan Daren
__ADS_1
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
Dari kejadian itu hubungan Daren dan Freya terlihat mulai membaik, bahkan Daren sangat protektif dengan kehamilan Freya segala kebutuhan Freya semuanya Daren yang menyiapkan.
Bahkan di setiap malamnya Daren sudah rajin memberikan susu untuk ibu hamil tanpa absen dan juga menjaga Freya
dengan terus memperhatikan asupan makanan agar semua gizinya seimbang.
“Jangan dekat-dekat !” Daren seketika terkejut mendengar penuturan Freya, apalagi kesalahannya saat ini.
“Kenapa ?” Tanya Daren heran. “Apakah aku melakukan kesalahan lagi ?”
“Menjauhlah kak Daren aku tidak ingin dekat-dekat dengan mu.” Freya terus mendorong tubuh Daren yang sepertinya tidak ingin menjauh.
“Kenapa Freya ?” Tanya Daren lagi yang masih tidak mengerti dimana letak kesalahannya. “Katakan saja jika aku salah aku akan terus berusaha memperbaikinya.”
“Jangan dekat-dekat kak Daren menjauhlah kak Daren bau sungguh aku tidak kuat mencium aroma tubuh kak Daren. Kamu bau sekali.”
__ADS_1
Mendengar itu Daren langsung mengendus tubuhnya mencari letak sumber bau dari tubuhnya tersebut. “Bau ? Tapi aku rasa aku tidak bau Frey.”
Daren sudah membantah tuduhan Freya yang mengatakan dia bau. “Aku bahkas sudah mandi tadi Frey, kenapa kamu malah mengatakan aku bau ?” Tanya Daren heran.
“Aku tidak tahu kak, tapi sungguh aku tidak kuat mencium aroma tubuh kak Daren, jadi jangan mendekat ke arah ku.” Dan lagi-lagi Freya memuntahkan cairan dari dalam tubuhnya karena mencium aroma yang tidak enak dari tubuh Daren.
“Baiklah-baiklah aku akan menjauh agar kamu tidak muntah-muntah lagi.” Daren mengalah karena dia memikirkan kondisi Freya saat ini.
Daren langsung memasang jarak aman anatara dirinya dan juga Freya. “Anak papi kenapa kamu kejam sekali malah membiarkan papi jauh dari mami kamu ?”
Daren terus memberenggut kesal tidak bisa berdekatan dengan Freya. “Kak Daren keluar sana jangan di dalam kamar, aku benci melihat wajah mu.”
“Asataga aku hanya protes sekali dan anak ku sudah membenci ku hanya karena melihat wajah ku ?” Daren terus menggerutu karena bukan hanya bau tubuhnya tapi dia bahkan tidak di izinkan menampakan wajahnya di hadapan Freya.
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......
__ADS_1