
“Apakah aku akan ketahuan ?” Jantung Daren berdetak kencang karena khawatir bahkan semakin berdetak kencang ketika dia mendengar suara langkah kaki Freya semakin terdengar mendekat ke arahnya.
“Mati aku mati apa yang harus ku katakan jika sampai Freya melihat aku berada di dalam rumahnya.” Daren terus
menggerutu di dalam hatinya yang semakin ketakutan.
Kini tangan Freya sudah terulur dan memegang lemari pakaiannya bersiap membuka lemari tersebut. “Freya !” Tangannya terhenti dan membuat Freya
terlonjak kaget karena mendengar seseorang memanggil namanya.
“Angel ? Loh kok kamu ada di sana bukannya tadi, terus, ” Freya bingung sendiri jadinya.
Tahu bahwa Daren berada di dalam lemari Angel dengan sigap mengalihkan perhatian Freya. “Sudah apa yang kamu lakukan bukannya kamu terburu-buru sedang apa di sini bukannya bersiap-siap.” Freya pun sadar dan segera pergi meninggalkan kamarnya.
“Kamu benar, kalau begitu aku permisi dulu ya. Aku buru-buru terimakasih sudah mengingatkan aku Angel.” Dia mengatakannya dengan berteriak dan berlari kecil.
“Hati-hati Freya.” Angel memperingati Freya yang tidak memperhatikan dirinya karena terburu-buru.
Setelah merasa Freya benar-benar pergi Angel langsung membuka lemari pakaian Freya. “Mas Daren, mas Daren !”
Dan dengan segera Daren keluar dari dalam sana dengan nafas yang sudah tesenggal-senggal karena kekurangan pasokan udara. “Mas ? Mas tidak
apa-apa ?” Tanya Angel yang khawatir melihat Daren kesusahan bernafas.
“Hah, hah, aku, hah, tidak, huh, tidak apa-apa.” Terangnya sembari mencoba mengatur napasnya kembali. “Terimakasih Angel kamu sudah menyelamatkan aku. Hampir ketahuan tadi.”
__ADS_1
“Iya mas sama-sama. Mas tahu aku seperti sedang berada di dalam sebuah film tadi itu menegangkan sekali.” Kini Angel sudah tertawa keras baru saja dia merasa tegang.
“Aku hampir mati dan dia malah tertawa dari mana letak Angel nya dasar Devil.” Setelah merasa tenang Daren pun kembali
berdiri dan segera melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
Sementara di kantor Freya terus merasakan pusing dan mual bahkan wajahnya sudah terlihat pucat mungkin karena morning sick yang biasa ibu hamil rasakan. “Kenapa aku mual, dari kemarin aku baik-baik saja. Tidak pernah muntah seperti ini.”
“Tapi pak bagaimana dengan pekerjaan saya ?” Freya merasa tidak enak hati karena pekerjaanya yang masih belum terselesaikan.
“Kali ini dengarkan perkataan ku karena ini adalah perintah bukan permintaan dan kamu tahu bos selalu benar.” Freya sudah
tidak bisa berkutik lagi jika melihat Ezran sudah tegas seperti itu.
“Baiklah tapi saya pulang sendiri saja pak, tidak perlu mengantarkan saya.” Freya berusaha menolak karena tidak enak hati.
“Jika saya mengatakan saya yang antar maka kamu tidak bisa membantahnya.”
“Baiklah.”
__ADS_1
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
Daren yang masih belum menyelesaikan pekerjaan rumahnya terkejut ketika melihat Freya duah berada di dalam rumah pandangan mereka saling beradu dan bertatapan satu sama lain. Sama-sama merasa terkejut.
“Freya !”
“Kak Daren !”
Mendengar suara Freya yang mengucapkan nama seseorang Ezran dengan tergesa-gesa masuk kedalam rumah Freya melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.
“Ada apa Freya ? Kamu kenapa ?” Tanya Ezran khawatir, melihat arah pandang Freya Ezran pun terburu-buru melihat ke
arah yang dituju Freya. “Kamu siapa ?”
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......
__ADS_1