Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Mendiamkan Daren


__ADS_3

Setelah insiden ciuman pipi antara Daren dan Emily tentu membuat perusahaan heboh, banyak gosip beredar bahwa mungkin mereka sedang berkencan sampai yang paling parah bahwa mereka akan segera bertunangan. Tentu saja hal tersebut sampai pada telinga Freya, bagaimana bisa Daren sampai saat ini masih berhubungan dengan Emily setelah apa yang di alami oleh Daren.


Freya berjalan menuju arah rumahnya dengan langkai gontai dan tak bertenaga sampai tiba-tiba sebuah mobil berhenti di samping Freya sontak membuatnya kaget dan bertanya tanya siapa yang orang yang berada di dalam mobil tersebut. Kaca mobil pun diturunkan dan menampakan pemilik mobil tersebut.


" Kak Jeff." pekik Freya sedikit membungkukkan tubuhnya mengintip kedalam mobil.


" Freya sedang apa kau disini, kenapa berjalan sendirian ? "


" Hmm tidak apa apa kak."


" Tunggu apalagi ayo sini masuklah, biar aku antar."


Merasa mendapat tumpangan gratis Freya bergegas masuk kedalam mobil dan segera memasang seatbeltnya. Hening tidak ada yang memulai percakapan diantara mereka, hingga suara gemuruh yang berasal dari perut Freya menghancurkan keheningan yang ada. Mendengar hal tersebut spontan Jeff tergelak keras. Sementara Freya sudah menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Jeff memarkirkan mobilnya di depan sebuah restoran cepat saji dan turun untuk mengajak Freya makan bersama dan memesan makanan untuk mereka berdua.


" Kak... kak Jeff terimakasih."


" Untuk ? "


" Karena mengantarku dan membawaku makan."


" Ah aku melakukannya karena mendengar suara cacing yang meminta makan." sedikit menggoda Freya. " Kukira itu suara apa, kamu tega sekali membiarkan mereka berdemo keras."


Makanan pun tiba dengan sigap Freya segera memakan makanan yang telah dipesankan oleh Jeff, Freya makan seolah-olah dia belum makan selama beberapa hari sangat rakus, namun sangat menggemaskan di mata Jeff. Dimana biasanya seorang wanita selalu menjaga image makannya dihadapan pria.


Apakah aku tidak dianggap pria oleh wanita yang ada didepanku, begitulah pemikiran Jeff. Entah kenapa Jeff yang selalu bertingkah konyol dihadapan teman-temannya mendadak bersikap cool dihadapan Freya seakan ingin menunjukan kegagahannya.


Disela-sela makan mereka dipenuhi dengan tawa, dan cerita yang seru. Membuat Jeff semakin nyaman berada dekat dengan Freya.


Dirasa mereka sudah cukup lama ditempat makan akhirnya Jeff melanjutkan niatnya untuk mengantar Freya sampai kerumahnya.


Di depan rumah Freya bergegas turun dan berpamitan kepada Jeff dan tak lupa mengucapkan banyak rasa terimakasih karena sudah diantar bahkan sampai ditraktir makan.


" Kak Jeff terimakasih sudah mau repot-repot mengantarku. Maaf jika Freya merepotkan."


" Ya ampun Frey, biasa saja lagi pula aku bukan orang asing. Aku adalah teman baik kakakmu."


" Kak Jeff tidak mampir dulu, dan bertemu dengan kak Daren ? " tawar Freya.


" Ah tidak, aku rasa sudah terlalu malam, lagi pula aku bosan bertemu Daren. Setiap hari juga bertemu dengan wajahnya yang dingin tanpa ekspresi itu."


Freya yang mendengarnya tergelak dengan sangat keras, dan membenarkan perkataan yang diucapkan oleh sahabat kakaknya yang sudah menjadi suaminya tersebut.


" Kalau begitu aku pamit pulang. Kau masuklah kedalam, diluar sangat dingin."


" Kalau begitu aku masuk kak, dan kak Jeff berhati-hatilah saat berkendara."


__ADS_1




***





Freya masuk kedalam rumah dengan perasaan malas, dia menyeret kakinya yang terasa sangat berat seolah-olah membawa beban berton ton dikakinya. Freya hendak masuk kedalam kamarnya namun langkahnya terhenti tatkala suara Daren menghentikannya.


" Darimana saja kau ? " bertanya dengan ketusnya.


Freya membalikan badannya dan tak mengindahkan pertanyaan Daren, dia hanya melengos dan tidak berniat menjawabnya.


" Aku sedang bertanya FREYA ! " berteriak menggelegar.


Freya kaget mendengar teriakan Daren dan sadar dia telah membangunkan macan yang sedang tertidur.


" Astaga Freya matilah kau, dasar bodoh."


" Aku baru pulang kerja, memangnya mau dari mana lagi kak ? "


Bohong, Daren tahu Freya berbohong. Karena dia sempat melihat Freya sedang berpamitan dengan Jeff di depan halaman rumahnya, yang artinya dia pasti pergi ke suatu tempat dengan temannya Jeff.





***





Freya masuk kedalam kamarnya dan langsung menanggalkan pakaiannya, karena kulitnya yang sudah terasa sangat lengket. Segera disiapkan air hangat didalam bathupnya dan memasukan sedikit aroma. Freya berendam beberapa lama menikmati sensasi yang menyegarkan kulitnya setelah seharian bekerja dan membuatnya sangat kelelahan.


Selesai berendam dipakainya kimono yang sudah disiapkan, niat diri untuk sedikit rebahan di atas kasur namun seketika diurungkannya tatkala terdengar suara ketukan di pintu kamarnya.


Daren sudah berdiri di depan pintu dengan wajah memberenggut kesal dan Freya hanya acuh melihatnya.


" Aku lapar cepat siapkan aku makanan ! "

__ADS_1


Freya tidak menjawab hanya langsung menutup pintu dan berlalu ke dapur rumah dan mempersiapkan bahan dan segera memulai ritual masaknya.


" Kenapa sih aku tidak bisa menolak permintaan dia sekalipun, ini diskriminasi namanya."


Setelah selesai mempersiapkan makanan dan menatanya dengan rapi di atas meja, Daren dengan sigap segera menyantapnya. Sementara Freya sedang mencuci semua alat yang sudah dipakainya untuk memasak tadi.


Freya hendak ke kamarnya untuk melanjutkan acara rebahannya yang tertunda namun lagi-lagi Daren menghalanginya.


" Duduklah. Jika kau pergi siapa yang akan membereskannya ketika aku sudah selesai makan."


" Dalam keadaan seperti ini pun aku tetap saja jadi pembantunya."


Dengan perasaan terpaksa Freya duduk berhadapan dengan Daren yang masih sibuk menyantap makanannya. Freya terus saja tertunduk dan enggan menatap mata hitam Daren.


" Kenapa seharian ini kau hanya diam saja, sejak kapan kau menjadi bisu." hardik Daren. " Apa ada masalah dengan tengorokkanmu. Apa perlu aku membawamu pergi berobat kedokter."


" Dan kenapa seharian ini kau banyak sekali bicara. Membuatku pusing saja, apa kau tidak tahu kalau aku sedang enggan bicara padamu. Coba perhatianlah sedikit."


" Kamu benar-benar menantangku Freya ! " teriak Daren.


Dengan enggan akhirnya Freya menjawab perkataan Daren dan niatnya untuk tidak berbicara dengan Daren akhirnya gagal juga.


" Aku tidak apa-apa kak Daren. Sungguh." tersenyum paksa ke arah Daren.


" Mana bisa aku memberontak kepadanya kalau ditatap saja nyaliku sudah menciut, akhirnya aku juga yang kewalahan kalau dia marah."


" Bagus kalau kamu baik-baik saja, ku kira kau sudah jadi bisu."


" Masih saja mulutnya sepedas itu." gumam Freya.


" Apa ? " tanya Daren ketika mendengar gumaman yang Freya lontarkan.


" Apa, tidak, tidak ada apa-apa. Ayo lanjutkan saja makannya " tersenyum cerah secerah mentari pagi.


" Untuk saja cinta kalau tidak aku tendang kamu kak."


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa klik favorit, like dan komentar nya ya, dan jangan lupa juga vote novel ini sebanyak banyaknya jangan lupa soalnya suka kelupaan kalo keasikan baca, biar author makin semangat nulisnya terimakasih buat semua pembaca novel Suamiku sepupuku 😘😘🤗🤗💞💞


__ADS_2