Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Dia Aneh


__ADS_3

Freya terbangun dari tidur lelapnya masih dengan setengah kesadarannya dia merasakan sesuatu yang berat tengah berada di atas tubuhnya, dengan malas Freya merasai sesuatu yang berotot dan keras hingga dia menyadari itu adalah sebuah tangan yang kini tengah memeluknya erat dari belakang tubuhnya. “Rasanya ini seperti tangan, tangan siapa ini ?” Freya terus bergumam dengan sesekali menguap keras.


Seketika Freya langsung membelalakkan matanya ketika bayangan semalam tengah berputar di kepalanya sepertinya dia melihat sesuatu layaknya sebuah drama terekam jelas di ingatannya. “Wah apa kau


sudah gila Freya, bagaimana bisa !” Freya terus menggerutu di dalam hatinya dengan kuku-kuku tangan yang sudah dia gigit karena gugup. “Bagaimana aku bisa menunjukan wajah ku di hadapan kak Daren nantinya, wahhhh aku malu.....”


Dengan penuh kehati-hatian Freya mengangkat perlahan tangan Daren yang tengah memeluk erat Freya dari arah belakang dengan posesif, usaha yang penuh perjuangan karena dia tidak ingin sampai Daren terbangun karena dia sangat malu jika harus bersitatap dengan Daren. “Aww sakitnya, sakit sekali.” Ingin Freya menjerit karena rasa sakit di pangkal pahanya yang tak tertahankan namun sekuat tenaga dia berusaha menahan suaranya agar tidak membangunkan Daren yang masih tertidur dengan lelapnya.


Freya berjalan dengan sedikit tertatih-tatih bertumpu pada dinding kamar berusaha sekuat tenaga menjangkau kamar mandi untuk membersihkan dirinya. “Kenapa aku bisa tidur dengan kak Daren, tapi aku ingat aku juga tidak menolaknya.” Pipi Freya memerah jika dia kembali mengingat kejadian semalam. “Apakah kak Daren benar-benar mencintai ku ?” Tak ingin membuang waktu Freya pun segera membersihkan dirinya dan bersiap-siap untuk pergi bekerja.


Daren terbangun dari tidurnya dengan senyuman yang tersungging di kedua sudut bibirnya karena berhasil membuat Freya seutuhnya menjadi miliknya, ia masih mengingat konsultasinya dengan pengacara maminya yang mengatakan cara pembatalan penceraian yaitu melakukan hubungan suami istri karena Daren juga merasa terkejut mengetahui Freya juga sudah mengajukan gugat cerai secara diam-diam di belakang Daren. “Kau ingin bercerai denganku tidak akan aku biarkan itu terjadi, aku membuat Freya mabuk karena aku ingin membuatnya tetap di sisiku, dan hanya dengan melakukan hubungan suami istri maka Freya tidak akan bisa pergi dari ku.”


“Kemana istri ku yang cantik itu, ah mungkin dia sudah di bawah menyiapkan sarapan. Sebaiknya aku segera mandi dan menyusulnya.” Daren langsung bergegas pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang kini sudah telanjang penuh tanpa sehelai kain pun karena percintaan mereka semalam, bahkan di dalam kamar mandi Daren terus saja bersenandung merasakan kebahagiaan yang tidak bisa dia gambarkan.


.


.


.


“Pagi sayang !” Panggilan yang Daren sematkan tentu membuat Freya terkejut dan tersedak karena kini dia tengah sarapan. Sementara Daren langsung berlari ke arah Freya karena khawatir dengan istrinya. “Sayang pelan-pelan

__ADS_1


makannya, bagaimana sampai bisa tersedak seperti ini ?”  Kini tangannya sudah memijit tengkuk Freya dan


menyodorkan minum kepadanya segera Freya meminumnya hingga habis tak bersisa.


Freya merasa lebih takut dengan sikap Daren yang sekarang bagaimana seseorang bisa berubah dengan cepatnya, apakah dia merencanakan sesuatu pikiran buruklah yang berada di dalam kepala Freya. Sikapnya yang manis seperti itu lebih menakutkan dari kemarahan yang biasa Daren tunjukan, ini benar-benar horor. “Apakah semalam kepalanya terbentur kenapa dia berubah seperti bukan dirinya saja, aku takut sungguh dia tidak diam-diam merencanakan pembunuhan untuk ku kan ?”


Freya bahkan takut untuk menanggapi pertanyaan Daren dia hanya mampu menganggukan ataupun menggelengkan seluruh perkataan Daren yang kini tengah sibuk memakan sarapan di meja biasa dia duduk seperti biasanya. “Mulai sekarang kita akan berangkat dan pulang bersama jika bekerja, jika kamu ingin kemana pun harus selalu memberitahu aku oke ?” Dan sekali lagi kepalanya seperti sudah hilang kontrol Freya hanya bisa angguk-angguk tanda setuju.


“Ya tuhan dia aneh sekali, dia sudah gila benar-benar gila. Atau sebenarnya aku yang sudah gila di sini.” Freya hanya terus berperang di dalam pikirannya karena perilaku Daren, yang kini tengah fokus memperhatikannya membuat Freya semakin salah tingkah, ingin rasanya dia menggali tanah dan mengubur dirinya di dalam sana.


Daren melarang Freya ketika melihatnya akan membereskan peralatan bekas makan mereka. “Sayang jangan di bereskan, biarkan saja. Hari ini aku sudah mempekerjakan asisten rumah tangga untuk mengurus rumah. Kamu jangan terlalu capek kasihan anak kita jika ibunya harus kelelahan.” Kini tangan Daren terulur ke perut Freya dan mengusapnya memutar dengan terus menampilkan senyuman seolah tidak akan pernah pudar dari kedua sudut bibirnya.


“I, i,ya.” Freya gemetar karena ketakutan bahkan terlalu menakutkan pikirnya.


“Tidak mau !” Freya menolaknya dengan tegas jika urusan pekerjaan dia tidak bisa terima. ”Aku sangat menyukai pekerjaan ku, lagi pula apa yang akan aku kerjakan jika hanya berdiam diri di rumah, intinya aku tidak mau kak Daren ikut campur masalah pekerjaan ku.”


“Oke, oke aku tidak akan melarang mu lagi.” Freya tertegun karena Daren tidak memarahinya bahkan suaranya melembut, jelas-jelas Freya sudah meninggikan suaranya karena membantah usulan Daren. “Ayo kita berangkat.”


.


.

__ADS_1


.


Selama perjalanan Daren terus memandangi Freya yang sudah membuang arah pandangnya ke luar jendela mobil memperhatikan kendaraan lain yang berlalu lalang, sebenarnya banyak yang Freya pikirkan. Kejadian semalam tentang perkataan Daren yang mengatakan bahwa orang yang mengatakan tidak akan pernah menyukainya menyatakan rasa cintanya semalam, bukankah itu tidak masuk akal. “Sebenarnya rencana apa lagi yang sedang kak Daren siapkan, kenapa selalu membuatku tersiksa ?”


“Apa yang kamu pikirkan sayang ?” Pertanyaan Daren mebuyarkan lamunan Freya dan membuatnya menoleh mengalihkan pandangannya kepada Daren.


“Tidak ada, sudahlah kak fokus saja menyetir. Lihatlah ke depan sana, jangan terus menoleh ke samping.” Mendengar protesan Freya Daren hanya terkekeh pelan karena gemas dengan istrinya.


“Bagaimana aku bisa fokus jika istriku yang cantik ini berada di samping ku, kenapa aku baru menyadari bahwa kamu secantik ini, aku tidak akan mengulangi kebodohan ku karena telah banyak menyakiti mu selama ini Frey,


aku akan berusaha memberikan kebahagiaan untuk mu Frey.”


“Baiklah-baiklah aku akan fokus ke depan, oke.” Dan kini kendaraan Daren sudah melaju membelah jalanan menuju kantor bersama-sama.


.


.


.


.

__ADS_1


Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman  pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......


__ADS_2