Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Buku Diary


__ADS_3

Mendengar bahwa Daren akan membawa Freya pulang Lydia langsung memukul lengan Daren kenapa anaknya itu begitu bodoh.


“Daren apa kamu bodoh ? Bukankah kalian sudah saling mengenal satu sama lain sejak kalian masih sekolah dan lihatlah sekarang bahkan kau memiliki bayi, tap kamu sama sekali sepertinya tidak mengenali sifat Freya.”


Sementara pandangan Daren terbagi antara terus melihat ke arah Lydia yang terus mengoceh dan juga pintu ruangan dimana Freya berada. Dalam pikirannya dia ingin sekali segera membawa Freya. “Hei, hei dengarkan mami.”


“Kamu jika ingin melakukan sesuatu maka pikirkanlah baik-baik. Kamu pikir kenapa Freya tetap memaafkan mu karena dia bersedia memaafkan mu bukan karena kamu itu penting.”


“Jadi apa yang harus aku lakukan mami ?” Kini Daren sudah frustasi karena tidak tahu harus melakukan apa lagi.


“Itu adalah urusan mu sendiri, kamu harus bisa menyelesaikannya secara bijak dan itu tidak ada kaitannya dengan mami.”


Terlihat Daren berfikir keras memikirkan cara untuk memperbaiki hubungannya bersama dengan Freya. Agar mereka bisa hidup bersama kembali dan tidak akan pernah terpisahkan.


“Papi janji nak kamu akan memiliki orang tua yang lengkap papi akan berjuang untuk bisa merebut hati mami kamu agar kita bisa menjadi keluarga yang utuh, tidak akan papi biarkan kamu bersedih karena merasa tidak


memiliki orang tua yang lengkap nantinya ketika kamu lahir.” Gumam Daren dalam hatinya.

__ADS_1


.


🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂


.


Daren sudah memutuskan akan tetap menjaga Freya seperti yang dia lakukan kemarin, walaupun Freya melarangnya dia yakin bahwa keteguhan hatinya akan mampu meluluhkan hati Freya.


Seperti biasa dia akan melakukan pekerjaan rumah ketika Freya sudah pergi untuk bekerja, Daren tertegun ketika melihat sebuah buku


catatan kecil. Merasa penasaran maka Daren pun membukanya dan terlihat sebuah


Merasa penasaran Daren membuka setiap lembaran buku tersebut yang seluruhnya berisi catatan hati Freya.


“Aku baru mengetahui bahwa hari ini bahwa aku sedang hamil dan kini ada janin di dalam perut ku. Aku hamil dan mengandung anak kak Daren. Sebenarnya pertama kali aku mendengarnya aku benar-benar terkejut.”


Daren menarik kursi untuk mendudukan dirinya dan membaca kelanjutan curahan hati Freya. “Tapi di waktu yang sama aku benar-benar bahagia dan aku tidak bisa mengungkapkan seberapa bahagiany aku karena janin yang kini tengah berada di dalam perutku.”

__ADS_1


“Banyak hal yang terjadi di dalam hidup ku dan ketika aku memutuskan untuk pergi belajar di luar negeri tapi hari itu juga aku mengetahui bahwa aku sedang mengandung aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk masa depan ku, karena kenyataannya aku tidak bisa bersama dengannya.”


Daren meneteskan air matanya setelah membaca curahan hati Freya. “Selama ini aku tidak yakin apakah aku bisa mencintai laki-laki lain melebihi rasa cinta ku kepadanya, ketika aku mengetahui bahwa aku hamil itu


adalah minggu kedua kehamilan ku. Dan ketika itu aku menyadari seberapa besar


kasih ibu kepada anaknya karena aku pun merasakan hal yang sama.”


Seluruh curahan hati Freya tersampaikan sampai ke hati Daren hingga air matanya tak henti-hentinya menetes dia juga merasakan kebahagiaan Freya karena hadirnya calon anak mereka di dalam perut Freya. “Terimakasih nak kamu sudah hadir dalam hidup papi dan mami.”


Daren terus mendekap erat catatan harian Freya dengan penuh kasih sayang bahkan sesekali dia meciuminya merasakan betapa berharganya buku tersebut.


.


🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂


.

__ADS_1


Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa like ya teman-teman  pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......


__ADS_2