
Daren langsung menghubungi maminya dan juga Irish ibu Freya memberitahukan keadaan Freya saat ini yang sedang berada di rumah sakit.
Sebenarnya Freya sudah sadar setelah berhasil di selamatkan oleh dokter namun Daren tidak berani untuk masuk ke dalam karena dia tahu pasti Freya juga tidak
ingin melihat wajahnya kini.
“Untuk kali ini aku meminta tolong kepada mu, bisakah kau temani Freya di dalam sana ?” Pinta Daren kepada Ezran.
Dan dengan senang hati Ezran menerima permintaan Daren. “Tentu saja, tanpa kau minta pun aku akan selalu menemaninya.”
Jika tidak ingat Freya sedang sakit dan melihat situasi mereka yang tengah berada di rumah sakit Daren ingin sekali melayangkan satu pukulan ke wajah Ezran yang membuatnya selalu marah karena tingkahnya.
“Sabar Daren ingat Freya sedang sakit, kamu jangan egois ingatlah kesehatan
Freya yang utama.” Daren mencoba menyabarkan dirinya saat ini.
Hingga suara derap langkah maminya terdengar dan Daren mendongkakan kepalanya melihat ke arah maminya yang sudah datang bersama dengan Iris. “Bagaimana keadaan Freya ?” Tanya Lydia khawatir.
Daren bingung menjawabnya dan tidak ingin menunggu lagi Lydia dan Iris langsung saja ingin segera memasuki ruangan Freya. “Mam.” Daren berusaha memanggil maminya.
__ADS_1
Namun Lydia hanya melotot ke arah Daren dan ingin sekali.memukul anaknya itu. “Dasar anak nakal.”
“Freya dan anak ku baik-baik saja mam.” Dan Lydia pun berlalu masuk kedalam ruangan Freya.
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
Melihat ibunya datang Freya yang kini di temani Ezran langsung duduk namun karena kesulitan Ezran berusaha membantunya. “Hati-hati Freya.”
“Ibu !” Freya langsung memeluk ibunya dengan erat dan tersenyum bahagia. Mereka berpelukan sedikit lama karena saling melepas rindu.
juga saling berpelukan seperti yang dilakukan Iris tadi.
“Bagaimana keadaan mu sekarang sayang ?” Tanya Lydia yang sudah mengelus lembut kepala Freya. “Apakah kamu tahu bibi sangat terkejut setelah menerima panggilan dari Daren.”
“Bibi aku dan ibuku meminta maaf karena menyembunyikan semuanya kami tidak mengatakan yang sebenarnya. Aku sungguh minta maaf.” Freya mengatakannya sembari mengatupkan kedua tangannya meminta maaf kepada Lydia.
__ADS_1
Sebenarnya Lydia sempat marah kepada Iris karena sudah berbohong dan tidak jujur kepadanya namun itu sudah berlalu, istilahnya nasi sudah menjadi bubur jadi lebih baik di lupakan saja. “Sudahlah nak tidak apa-apa lagi pula bibi tidak marah kepada mu.”
Freya merasa lega setelah mendengar bahwa Lydia tidak marah kepadanya dia pun tersenyum setelahnya. “Malah seharusnya bibi bukan marah kepada kamu tapi kepada yang lain. Dia adalah
orang yang bertanggung jawab kenapa semua ini terjadi.”
Lydia terus menyindir Daren yang perlahan masuk ke dalam ruangan, Lydia terus saja berbicara dan tidak sadar ada seseorang yang belum dia kenali berada di sampingnya. “Astaga, maafkan bibi dari tadi berbicara terus.”
“Iris siapa laki-laki ini kenapa aku baru melihatnya ?” Tanya Lydia sembari berbisik-bisik namun masih bisa di dengar yang lain.
“Mami suaranya besar saja mau coba bicara pelan.” Daren hanya menggelengkan kepalanya.
“Permisi tante perkenal saya Ezran saya adalah atasan Freya, salam kenal tante.” Ezran mengulurkan tangannya kepada Lydia mencoba mengakrabkan diri.
“Oh iya nak tampan perkenalkan nama tante Lydia. Saya maminya Daren dan juga bibinya Freya.” Menerima jabatan tangan Ezran membalas kesopanan.
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
.
Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......