
Daren mengendarai mobilnya seperti orang yang hilang kendali ingin sekali dia marah dan melampiaskannya karena hal
sepenting itu malah Frey sembunyikan darinya. “Akhhhhh aku harus apa jika sudah begini ?”
Daren terus menggerutu sepanjang perjalanan menuju ke rumah dengan kecepatan mobil yang semakin tinggi. Hingga dia sampai di halaman rumah dan langsung turun dari mobilnya segera mencari keberadaan Freya.
“Freya !” Teriak Daren. “Dimana kamu ?” Daren berusaha mengatur emosinya karena walaupun marah dia tidak ingin mengganggu kesehatannya kedua orang yang di cintainya itu.
“Kak Daren ?” Tanya Freya heran melihat Daren sudah berada di rumah padahal ini masih belum jam istirahat kantor dan juga jam pulang tentunya. “Kenapa kak Daren sudah berada di rumah ?”
“Apa kak Daren sakit ?” Tanya Freya cemas yang langsung memegang dahi Daren. ”Tidak demam.”
“Bukan aku yang sakit.” Freya hanya mengerutkan keningnya tidak paham dengan maksud Daren. “Apakah tidak ada yang ingin kamu sampaikan kepada ku Freya ?”
“Apa maksud kak Daren, menyampaikan apa ?” Sumpah saat ini Freya memang bingung apa yang harus dia sampaikan.
“Jangan berpura-pura lagi karena aku sudah tahu semuanya” Jelas Daren kepada Freya.
“Tahu apa kak ? Sungguh aku tidak paham dengan apa yang kak Daren ucapkan.”
“Ini !” Tunjuk Daren yang menyerahkan amplop hasil diagnosis Freya.
Seketika Freya kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh namun Daren dengan sigap memegang tubuh Freya agar tidak jatuh.
__ADS_1
“Kenapa ini bisa ada pada kak Daren ?” Tanya Freya penasaran.
“Apa pertanyaan itu lebih penting ?” Daren sedikit emosi. “Bukankah kamu yang harus menjelaskan kenapa kamu menyembunyikan hal sepenting ini ?”
“Apakah aku tidak berhak mengetahui tentang KONDISI MU ?” Daren sudah membentak Freya membuatnya langsung menangis.
Daren yang tidak tega pun berusaha menenangkan Freya. “Maaf aku bukan bermaksud membentak mu, tapi apakah aku memang tidak berhak mengetahui kondisi orang yang aku cintai ? Apakah aku tidak layak ?”
“Freya jawab aku dan tatap mata ku, apakah alasan sebenarnya ?”
Freya langsung menangis dan terisak di dalam pelukan Daren. “Maafkan aku kak, maafkan aku bukan maksud ku, hiks, aku, hiks,”
Freya meraung-raung menangis di dalam pelukan Daren membenamkan wajahnya di dalam sana.
“Apa kamu bercanda ?” Tanya Daren yang sudah tertawa sarkas. “Apa kamu lebih ingin melihat aku gila karena dengan kebodohan ku yang tidak mengetahui kondisi mu ?”
“Kamu pikir apa yang lebih membuat ku khawatir ?”
Dan Freya pun sadar dengan ucapan Daren. “Benar pasti kak Daren akan lebih sedih ketika dia tahu bahwa semuanya sudah terlambat, namun apakah aku masih ada waktu untuk bisa bersama dengan kak Daren dan anak ku
nantinya ?”
“Maafkan aku kak Daren, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Aku akan selalu berkata jujur kepada kak Daren dan
__ADS_1
tidak akan menyembunyikan apapun lagi.”
Mendengarnya apa lagi yang bisa Daren lakukan selain mengiyakannya
ingin marah pun marah kepada siapa. Haruskan dia marah kepada takdir yang
begitu kejam kepada dia dan juga Freya.
“Baiklah kali ini aku akan memafkan mu, tapi berjanjilah tidak akan ada yang kamu
sembunyikan lagi dari ku.” Ucap Daren yang terus menghujani Freya dengan
ciuman di kepalanya.
Dan Freya pun mengangguk setuju dengan permintaan yang Daren berikan kepadanya.
.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂🍂
.
Selalu mengingatkan untuk jangan lupa memberikan dukungannya.
__ADS_1