
Daren akhirnya membuka pintu kamarnya dan dengan sigap Jeff bergegas masuk kedalam.
Daren melihat ke arah sekitar mencari keberadaan Freya, Jeff yang terburu-buru tidak sengaja menginjak sebuah kuncir rambut dan bertanya-tanya benda apa yang diinjak olehnya.
" Apa ini ?" Jeff terus memperhatikan benda yang diinjaknya.
" Eeeee.... Ini milik mamiku, dia mungkin menjatuhkannya." dengan sigap Daren mengambil benda tersebut.
" Bukankah rambut mamimu pendek ?" Jeff heran mendengar alasan yang dibuat Daren, bagaimana bisa rambut mami Daren yang pendek memerlukan benda tersebut.
Daren tergagap-gagap hendak menjawab pertanyaan Jeff, saking tidak tahannya Jeff merasa tidak peduli dengan alasan Daren yang paling terpenting panggilan alamnya tersalurkan.
" Oke, kuncir rambut ini milik mamimu."
Freya yang sedang berdiri disisi pintu dalam toilet semakin dibuat khawatir ketika Jeff tiba-tiba mendorong pintu toilet, namun dengan sigap Daren memasuki toilet terlebih dahulu dan menutupnya membuat penyiksaan berlanjut pada Jeff.
" Apa yang kau lakukan Daren." Jeff menggedor pintu dengan keras saking tidak tahannya. " Jika kamu tidak membuka pintunya sekarang, aku akan menghitung sampai tiga dan akan melakukannya di dalam kamarmu !" Jeff berusaha mengancam Daren.
Jeff mulai menghitungnya, dia bersungguh sungguh dengan ucapannya. Dia mulai menurunkan resleting celananya dan benar benar menanggalkan celananya, Daren dengan sigap membuka pintu dan menarik Jeff masuk kedalam toiletnya.
" Tunggu ! " teriak Daren. " Kamu tidak bisa melakukannya disini." terus menggeret Jeff dan mendudukkannya di closet toiletnya.
Sementara Freya berada di samping tempat Jeff melancarkan aksi panggilan alamnya, Daren yang khawatir terus melihat ke arah Freya. Sementara Freya terus menahan hidungnya menahan bau gas yang dikeluarkan Jeff.
" Keluar, aku mau buang air besar sekarang." perintah Jeff sambil terus menahannya.
" Silahkan saja."
" Kalau kamu masih berdiri disitu aku tidak bisa melakukannya, keluar ! " Jeff terus menerus dibuat jengkel oleh kelakuan Daren.
Akhirnya setelah perdebatan panjang mereka, Daren keluar dari toilet tersebut dan meninggalkan Freya dan Jeff di dalamnya. Daren hanya pasrah dan membiarkannya begitu saja.
" Sudahlah selesaikan saja sendiri." gumam Daren sambil menutup pintu toilet.
Daren bahkan keluar dari kamarnya dan melihat Levon sedang duduk di depan pintu kamarnya sambil memakan camilan.
" Baguslah akhirnya kau keluar juga, bagaimana bisa kalian semua meninggalkanku sendirian di sana ? " gerutu Levon. " Sialan."
Sementara Freya sedang tersiksa di dalam toilet, rasanya ingin menangis dan cepat keluar dari dalam sana, toilet yang sudah terkontaminasi oleh bau aneh yang dikeluarkan Jeff membuat Freya ingin muntah dan pingsan rasanya.
Seakan bau saja belum cukup menyiksa Freya kini cicak jatuh didepan wajahnya, sontak Freya menjerit, jeritannya bahkan sampai keluar kamar Daren, membuat semua orang dirumah kaget. Sementara Daren sudah pasrah dan membuang napasnya dengan kasar setelah mendengar jeritan Freya dari dalam toilet.
Freya langsung berdiri dan keluar dari persembunyiannya dan kini dia sudah saling berhadapan dengan Jeff dan membuat keduanya menjerit bersama-sama dan saling menutupi wajahnya masing-masing. Yang jadi pertanyaan kenapa Jeff juga harus menutup wajahnya dan bukannya menutup benda yang berada dibawahnya yang sudah terekspos.
***
" Siapa wanita ini ?" tanya Jeff penuh selidik.
Setelah insiden teriakan dalam toilet mereka berkumpul di halaman rumah Daren dan ketiga laki-laki tersebut mulai mengintogerasi layaknya seorang detektif.
Freya dan Daren gugup dan saling memandang satu sama lain setelah mendapatkan pertanyaan dari Jeff.
" Dia adikku." jawab Daren.
__ADS_1
Akhirnya Freya pun menyapa teman-teman Daren dan memperkenalkan dirinya sebagai adik Daren. Namun Jeff dan yang lainnya masih tidak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh Daren.
" Adikmu ?" sambil mendekat kearah Freya dengan tatapan penuh selidik yang ditatap hanya mengangguk mengiyakan.
" Iya dia adikku." jawab Daren dengan tegas.
" Aku tidak tahu kalau kamu ternyata punya adik perempuan." tambah Levon.
" Karena kamu tidak pernah bertanya."
" Lalu kenapa dia bersembunyi di dalam toilet ? " Sean melompat ke arah sofa dimana semua orang sudah duduk di sofa tersebut.
Dengan cepat Freya menjawab bahwa dirinya sangat mengantuk sehingga dia tidak sadar dan tertidur di dalam toilet. Mereka bingung sambil tertawa, kenapa jika Freya mengantuk dia tidak tidur di sofa dan malah tidur di dalam toilet.
Freya langsung berdiri dan meminta izin untuk menyiapkan makanan untuk yang lainnya, karena jika terlalu lama bersama dengan mereka bisa-bisa rahasia pernikahannya akan terbongkar.
Jeff dan yang lainnya memberikan izin dan memerintahkan Freya untuk segera kembali setelah urusannya selesai.
Setelah kepergian Freya mereka belum menghentikan interogasinya kepada Daren.
" Apakah dia adikmu atau istrimu ? " tanya Levon.
Daren menegaskan bahwa Freya memang benar-benar adiknya, Sementara Jeff dan yang lainnya terus menggodanya.
" Dia bukan adik biasa Daren, tapi adik tercintanya Daren." Sean merangkul Daren sambil terus menggodanya.
**
Setelah makanan siap mereka berlima menyantap makanannya bersama.
Sontak perkataan Levon membuat Jeff dan Sean memperhatikan mereka berdua.
" Yang kau katakan benar." Sean menyetujui perkataan Levon.
Freya dan Daren saling bertatapan setelah mendengar pernyataan Levon, dan Freya hanya tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi. Mereka memulai pembicaraan dan mencoba saling mengakrabkan diri.
" Freya bisakah kamu datang ke rumahku dan merawat hewan peliharaanku... kalau kamu punya waktu ? " goda Sean. " Mereka semua sangat manja."
" Kamu pandai memasak Freya. Bolehkah aku sering datang kesini ? " Jeff mencoba mendekati Freya.
" Tentu saja, kamu boleh datang kapan saja." jawab Freya sambil tersenyum ceria.
Sementara Daren dibuat kesal mendengar jawaban Freya.
" Dia sangat manis dan baik hati, pantas saja Daren tidak ingin kita berada disini." Levon membuat asumsinya. " Dia khawatir tentang adiknya."
"Benar dia tidak ingin kita mengenalnya." timpal Sean.
" Dia memang licik." Jeff menatap Daren tajam.
Disela-sela makannya mereka juga membicarakan tentang pekerjaan, Levon bertanya apakah Freya bekerja dan dia mengatakan bahwa dia juga seorang desainer bangunan atau arsitek sama seperti mereka berempat.
Mereka bertiga meminta Freya untuk menunjukan portofolionya kepada mereka bertiga, tapi dengan halus Freya menolaknya dengan alasan dia masih baru dan perlu banyak belajar.
__ADS_1
Sementara Daren meremehkan Freya dan mengatakan dia akan hanya akan merusak perusahan.
" Bagaimana bisa kamu berbicara seperti itu ?" protes Jeff mencoba membela Freya yang sedang disudutkan
" Bicaralah dengan baik, diakan perempuan."
Sean tidak terima Freya diremehkan.
" Tunggu, bisakah kalian berhenti mencoba mengejar dan mendekati adikku ? " Daren kesal dibuatnya.
" Apakah aku terlihat sedang mengejarnya ? " tanya Jeff.
" Kalau begitu tutup mulutmu." menatap tajam ke arah Jeff.
***
Setelah Jeff dan yang lainnya selesai berkunjung, Daren mengantarkan teman-temannya itu ke depan pintu gerbang dan segera kembali kedalam rumahnya.
" Apakah temanmu sudah pergi, kak Daren ? " tanya Freya yang sedang sibuk membereskan meja makan.
" Kenapa, kamu merindukan mereka ? " tanya Daren dengan ketusnya.
" Tidaklah mana mungkin, hanya saja mereka terlihat sangat lucu. Apakah mereka sudah punya pacar ? " pertanyaan Freya semakin membuat Daren kesal.
" Kenapa apakah kamu merasa kecewa ? " menjawab pertanyaan Freya dengan pertanyaan.
" Tidak, lagi pula mereka bukan tipeku." jawab Freya cepat.
" Lalu, lelaki seperti apa yang kamu sukai ? "
" Aku suka lelaki yang sangat pintar." Freya menatap ke arah Daren dengan tatapan mendamba.
" Kenapa begitu ? "
" Aku juga tidak tahu, mungkin saja karena aku merasa bahwa diriku sangatlah bodoh." sambil tersenyum cerah.
" Itu benar." Daren meledek Freya.
"Dan laki-laki itu adalah kamu, karena semua hatiku sudah aku berikan untukmu."
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa klik favorit, like dan comentar nya ya, dan jangan lupa juga vote novel ini sebanyak banyaknya jangan lupa soalnya suka kelupaan kalo keasikan baca, biar author makin semangat nulisnya terimakasih buat semua pembaca novel Suamiku sepupuku, jangan lupa vote guys 😘😘🤗🤗💞💞