
“Apa ! apa yang tidak aku ketahui aku sudah tahu jika Freya yang menghubungi kak Daren untuk mencoba mencari pertolongan.” Jawab Daren yang sebenarnya sudah tahu tentang masalah tenggelamnya dirinya di dalam air bersama mobilnya hari itu, ternyata Freya ikut membantu dalam menyelamatkan dirinya.
Lydia menghela napas panjang. “Aku bersyukur jika kamu mengetahuinya, namun sayang kamu tidak pernah perduli kepadanya seperti dia perduli kepada mu dan itulah alasan untuk mami meminta mu berpisah darinya.”
“Apa maksud mami aku tidak perduli bahkan aku pun menyelamatkan nyawanya ketika dia hampir tertabrak kemarin apakah itu tidak cukup ?
“Kamu sungguh tidak tahu malu !” Lydia menampar pipi Daren dengan sangat keras. “Apa yang kamu lakukan tidak sebanding dengan perjuangan yang telah Freya lakukan untuk mu kamu tidak tahu kan bahwa Freya Yang telah
menyelamatkan nyawamu waktu itu, bahkan kamu nyaris mati.” Lydia sudah mengebu-gebu menyampaikan kekesalannya kepada Daren.
Daren tertegun dengan penuturan maminya apa yang sebenarnya tidak dia ketahui apa yang selama ini di sembunyikan. “Ma, ma, maksud ma, ma, mami apa ?” Suaranya parau dan terdengar terbata-bata
“Kamu tidak tahu kan asal dari bekas jaitan yang ada di perut mu itu ?” Mendengar perkataan Lydia secara naluriah Daren langsung memegangnya dan memang dia tidak pernah menanyakannya karena dia pikir itu adalah luka yang terjadi ketika dia kecelakaan ketika dia dan mobilnya masuk ke dalam air. ” Kamu tidak tahu
rahasia yang selama ini tersimpan.”
__ADS_1
“Itulah alasan kenapa mami mengatakan kepada mu untuk selalu memperlakukan Freya dengan baik, KARENA SATU GINJAL MU ADALAH MILIK FREYA !!”
Dada daren bergemuruh menahan rasa terkejutnya dan dia memeluk tubuhnya sendiri memegang bagian tubuhnya yang terdapat ginjal Freya di sana.
“Kamu tahu Daren bagaimana orang yang menjalani hidup dengan satu ginjal dia tidak boleh terlalu capek dan apa yang kamu lakukan selama ini hanyalah menyiksanya. Kamu pasti tidak pernah melihat Freya mengeluh karena dia selalu menyembunyikannya dari mu.”
“Kenapa Freya mendonorkan ginjalnya kepada ku mam, memangnya apa yang terjadi kepada ku waktu itu ?” Tanya Daren dengan penuh berurai air mata.
“Kedua ginjal mu robek jika salah satu dari keduanya tidak robek mungkin kamu tidak memerlukan donor ginjal karena tingkat keparahan dari robeknya ginjal mu sudah masuk ke tingkat lima dimana itu adalah tingkat berat yang di alami oleh mu.”
“Freya dengan senang hati mendonorkannya untuk mu karena golongan darahnya sama dengan mu bahkan bukan hanya itu dia bahkan masuk ke dalam air untuk menyelamatkan mu karena dia takut bahwa semuanya akan terlambat.”
Daren terus menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha mencerna semuanya. “Tidak, tidak mam. Apa yang sudah aku lakukan mam aku laki-laki jahat. HARUSNYA AKU MATI SAJA HARI ITU !”
Walaupun Lydia kesal namun mendengar Daren mengatakn dia pantas untukmati tentu saja dia tidak bisa mendengarnya, bahkan dia sudah mendekap Daren ke dalam pelukannya. “Jangan berbicara
__ADS_1
seperti itu jika kamu mati apa mami akan sanggup untuk hidup. Kamu tidak tahu bertapa bersyukurnya mami terhadap Freya karena berusaha menyelamatkan mu, kamu adalah hidup mami jangan pernah mengatakan kematian di hadapan mami.”
Melihat maminya menangis Daren pun merasa bersalah karena menyakiti hati maminya. “Maafkan Daren mam, maafkan Daren.”
.
.
.
.
.
Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......
__ADS_1