Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Birakan Dia Yang Memutuskan


__ADS_3

Selama bekerja Daren tidak fokus dan terus terbayang bayang perkataan maminya, dia bertekad akan segera menemui maminya dan meminta penjelasan sejelas jelasnya. Di pandangnya wajah Freya yang tengah


bekerja melalui kaca ruangannya yang tengah sibuk bekerja.


Sebenarnya Freya sudah mendengar gosip yang keluar tentang dirinya tapi biarkanlah karena sesudah ini dia juga berniat untuk segera resign dan  pergi jauh dari kota tersebut dan bahkan bukan kota lagi dia bahkan sudah berniat untuk segera pergi ke luar dari negaranya.


Freya melihat Daren dengan pandangan heran perihalnya sedari tadi dia hanya menggigit kuku-kuku jarinya di dalam ruang kerjanya. “Kenapa dia aneh sekali, memangnya apa yang di katakan oleh bibi sehingga dia terlihat sangat ketakutan seperti itu.”


Freya pun tidak ingin memperdulikannya hingga waktu pulang kantor pun tiba. “Frey aku tiba bisa mengantar mu hari ini bisakah kau pulang terlebih dahulu ?” Tanya Daren sedikit merasa bersalah karena tidak bisa pulang bersama dengan istrinya.


“Hmmm baiklah tidak apa-apa, memangnya kak Daren mau kemana ?” Tanya Freya sedikit penasaran sebenarnya.


“Aku mau ke rumah mami sebentar ada yang ingin aku tanyakan, kalau begitu kamu hari-hati di jalan.” Dan tanpa sadar Daren mengecup kening Freya padahal posisi mereka tengah berada di kantor Freya yang terkejut langsung melihat ke arah sekelilingnya dia pun bernapas lega karena tidak ada siapapun di sana.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terdengar suara teriakan Daren yang bahkan masih berada di halaman rumah Lydia. “Mam, mami, mami di mana ?” Daren berusaha mencari maminya yang masih belum terlihat oleh pandangan matanya dan dia pun berfikir mungkin maminya berada di kamarnya.


Dan benar dugaan Daren maminya tengah bersantai di balkon kamarnya sembari menyeruput teh dengan santai sementara Daren merasa bahwa dirinya tengah berada di ujung tanduk masih sempat-sempatnya bersantai ria.


“Mami apa mami gak denger dari tadi Daren meneriaki nama mami di bawah ?”


“Denger.” Jawab Lydia santai membuat Daren semakin kesal.


“Apa maksud mami di kantor tadi kenapa aku harus melepaskan Freya ?” Tanya Daren dengan tidak sabar, merasa kesal dia pun memutuskan untuk duduk di kursi samping Lydia namun matanya tetap fokus ke arah maminya.


“Sejujurnya, mami berjanji kepada Freya akan membiarkan dia belajar di luar negeri. Tapi kamu tidak mau melepaskannya. Tapi kali ini mami akan melepaskannya jika dia benar-benar mau, mami akan menerima semua keputusan yang Freya ambil. Ini untuk membayar apa yang dia lakukan untuk menyelamatkan mu.” Terlihat Daren serius mendengar penjelasan yang diberikan oleh maminya.


“Itu terserah Freya itu bukan urusan mu. Biarkan dia yang memutuskan.” Jawab Lydia tegas.


“Tapi aku suaminya! Dan Freya tidak bisa menceraikan aku mam.” Kini Daren sudah membentak Lydia.


“Istri bisa mengajukan perceraian karena tidak dihargai oleh suaminya.” Perkataan Lydia lantas memukul Daren karena memang itu kenyataannya.


“Dan ya alasan mami sebenarnya adalah karena berita yang menyebar di kantor mu, lihatlah.” Terlihat Lydia menyerahkan ponselnya agar Daren bisa melihatnya. “Mami tidak bisa terima karena orang-orang jadi menjelek-jelekan Freya. Mami sudah memerintahkan seseorang untuk lebih menyelidikinya. Sekarang bertanggung jawablah Ceraikan Freya sudah cukup kamu menyakitinya selama ini jangan egois Daren.”

__ADS_1


.


.


.


.


.


Tolong jangan cintai author dalam diam karena aku tidak bisa menebak hati mu 🙃🚴🚴


Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman  pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya.....


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2