Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Karena aku Mencintaimu


__ADS_3

Awalnya sedikit sulit menangani Freya yang mabuk dan tidak sadarkan diri bahkan dia memberontak ketika Daren sedikit saja menyentuhnya membuat Daren tentu kesusahan karena tidak terkendalinya Freya. “Hemmm kakak mau bawa aku kemana huh, aku masih belum mabuk aku mau minum lagi.” Gurauan tidak jelas keluar dari mulut Freya, untuk memasukan Freya ke dalam mobil pun Daren harus berusaha beberapa kali.


Kendaraan Daren sudah sampai di halaman rumahnya dengan terus menghela nafas panjang dia berusaha memangku Freya ke dalam gendongannya namun tidak hanya itu dirinya di uji dengan ketidaksadaran Freya yang  terus saja menanamkan ciuman ke dalam ceruk leher Daren yang membuatnya menahan geli dan tentunya telah membangunkan gairah Daren yang sudah terpendam. “Freya hentikan, hei jangan menggoda ku.”


Sadar namanya di panggil dia berusaha turun dari gendongan Daren. “Hemmm, kak Daren turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri.” Bukannya masuk ke dalam rumah Freya malahan kembali ke arah jalan dan membuat Daren langsung menarik tangannya dan menuntunnya kembali ke dalam rumah.


“Hei ! ke arah sini.” Inilah resiko yang harus di tanggung Daren karena sudah dengan sengaja membuat istrinya mabuk, hingga dia harus sabar mengurus istrinya yang kesadarannya sudah hilang entah kemana. “Ayo ke kamar.”


“Hemmm, euhhhh, kak Kenapa kita masuk ke kamar kakak ?” Walau mabuk entah kenapa sepertinya Freya masih sadar jika kini mereka menuju ke kamar Daren dan bukan ke kamarnya sendiri. “Kamar ku di sebelah sana !” Kini tangannya sudah menunjuk ke arah kamar pribadinya.


“Memang aku sengaja mengajak mu masuk ke kamar ku, karena kamu harus menunaikan kewajiban mu sebagai istriku.” Mendengar kata itu Freya tidak paham apa maksudnya karena kini kedua mata itu rasanya sudah berat dan ingin segera merebahkan diri di atas ranjang yang empuk, tanpa menunggu Daren Freya langsung memasuki kamar Daren dan tidur di atas ranjang Pribadi Daren.


“Rupanya istriku sudah tidak sabar sehingga dia sudah terburu-buru masuk ke dalam kamar.” Namun ekspektasi selalu tidak sesuai dengan realita karena terlihat kini Freya sudah terlelap jauh masuk ke alam mimpinya. “Freya bangun, Frey, Frey.” Daren berusaha membangunkan Freya yang tengah tertidur dengan terus menepuk-nepuk pipinya.


“Aku mengantuk kak, aku ingin tidur.” Dengan paksaan Daren kini Freya sudah duduk terlihat kepalanya sudah terkantuk-kantuk dengan tubuh sudah miring ke kanan dan ke kiri karena kehilangan keseimbangan namun


Daren berusaha menahannya dan menuntunnya untuk masuk ke kamar mandi memerintahkan Freya untuk membasuh mukanya dan berganti pakaian.


.

__ADS_1


.


.


Selama menunggu Freya di  dalam kamar mandi Daren setia berdiri di luar kamar mandi menunggu kedatangan Freya yang sedari tadi masih setia berada di dalam sana sudah lima belas menit dan belum ada tanda-tanda Freya akan menunjukan batang hidungnya, sehingga dengan tidak sabarnya Daren mengetuk pintu dengan cukup keras. “Freya cepatlah sedang apa kau di dalam, apa kau baik-baik saja, Frey ?”


Kekhawatiran sudah muncul di raut wajah Daren dan akhirnya dia bisa bernapas lega karena kini pintu yang sedari tadi di pandangnya sudah terbuka menampilkan sosok Freya yang suah berganti pakaian walaupun terlihat kesadarannya masih belum sepenuhnya kembali. “Kak Daren kenapa berdiri di sini, mari kita tidur.” Tangan kanan Freya sudah menuntun satu tangan Daren mengajaknya untuk tidur bersama.


Kini sepasang suami istri itu sudah duduk di tengah ranjang dengan saling berhadapan. “Freya, boleh aku mencium mu ?” Daren sedikit terbata dengan perkataanya karena rasa gugup yang di rasakan nya. Hening tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Freya padahal kedua bola mata itu tengah memandang Daren dengan lekat, merasa tidak ada jawaban Daren memajukan tubuhnya menarik sedikit tengkuk Freya hingga menyisakan beberapa jarak saja anatar bibirnya dan bibir Freya namun kini tangan Freya menutup bibir Daren yang sebentar lagi akan mendarat di bibir Freya yang terlihat menggoda itu.


“Kak Daren mau apa ?”Freya sudah mengerucutkan bibirnya menambahkan godaan akan segera menciumnya.


“Tidak bisa, kita kan akan bercerai.” Pernyataan Freya membuat sudut hati Daren merasakan sakit tak terperi karena mendengarnya. “Dan kenapa kakak cemberut seperti itu, padahal kakak tampan jika kakak banyak tersenyum.”


“Kalau aku tampan, kenapa kamu tidak ingin mencium ku ?” Daren penasaran dengan alasan Freya. “Apakah kamu tidak mencintai ku ?”


“Bukan tidak mencintai mu tapi tidak boleh, aku tidak boleh mencintaimu terlalu dalam. Karena aku takut, takut aku tidak akan bisa melupakanmu.” Air mata sudah lolos di kedua sudut mata Freya dan membasahi kedua pipinya membuat Daren merasakan rasa sakit yang di rasakan oleh Freya apakah selama ini dirinya sudah keterlaluan terhadap Freya.


“Kenapa kamu ingin melupakan aku ?” Daren tidak terima dengan kata-kata Freya yang ingin melupakannya karena bagaimana pun itu tidak akan pernah terjadi.

__ADS_1


“Aku harap kakak bisa bertemu seseorang yang sesuai dengan mu, sejujurnya aku merasa aku tidak pantas untuk mu, aku tidak sebanding dengan mu, namun aku sangat senang karena bisa menikah dengan mu. Aku tidak ingin menjadi egois dan memaksa mu untuk terus berada di sisiku.”


Dan tanpa aba- aba Daren langsung mencium bibir Freya yang sedari tadi menggoda dirinya menanamkannya lebih lama merasakan manisnya bibir istirnya yang telah banyak menderita karena perlakuannya. ”Kenapa aku terlambat menyadari betapa manisnya bibir istri ku ini.” Daren terus memaksakan ciumannya dan menghentikannya ketika keduanya kehilangan pasokan udara.


“Freya, bisakah kamu berjanji padaku. Jika kamu menjadi milikku malam ini, kamu tidak akan meninggalkan ku, kamu hanya akan mencintaiku ?” Daren mengatakan hal tersebut karena benar-benar takut akan kehilangan Freya karena rasanya dia tidak akan sanggup hidup jika tidak ada Freya di sampingnya.


” Aku rasa kamu terlalu banyak bicara malam ini.” Mendengar Freya yang seperti menghindari jawaban dari pertanyaan Daren, maka tidak ada cara lain selain memaksakan hubungannya dengan Freya agar dia segera mengandung dan anaknya akan menjadi tali pengikat antara dirinya dan juga Freya.


“Aku rasa kita tidak seharusnya melakukannya sekarang.” Freya berusaha menghindar saat Daren sudah mencium bibir Freya dengan tangannya yang sudah siap membuka satu persatu baju yang menempel di seluruh badan Freya.


“Kita sudah menikah dan aku suamimu, maka aku berhak atas seluruh tubuh mu. Kamu mungkin marah padaku ketika kamu bangun besok, tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku melakukan ini karena aku mencintaimu.” Merasa tidak ada penolakan dari Freya Daren memulai penyatuan antara dirinya dan Freya malam itu, keduanya terbuai akan kenikmatan yang di rasa.


.


.


.


Jika kalian suka jangan lupa like ya kawan-kawan pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar juga biar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......

__ADS_1


__ADS_2