Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Bos Arogan


__ADS_3

Terlihat didalam ruang rapat Emily dan ayahnya Joan sedang rapat mengenai kesepakatan untuk ikut bergabung kedalam proyek yang ditangani oleh perusahaan yang dipimpin oleh Direktur Beni. Terlihat Emily menyerahkan daftar perusahaan real estate untuk bahan bangunan dalam pembuatan proyek yang akan dilaksankan.


" Ini adalah daftar nama perusahaan real estate dan departemen federal yang memiliki hubungan baik dengan ayah saya." menyerahkan kepada direktur Beni " Walaupun saya sudah menunjukan ini, kami akan membuktikan kemampuan kami sendiri. Tetapi informasi yang sudah diperbarui dan terperinci pasti akan membantu dibandingkan anda bekerja sama dengan perusahaan lain."


Emily terus mempresentasikan keuntungan-keuntungan yang akan diterima jika mereka mau bekerja sama, dan kesepakatan pun diambil dengan membenarkan perkataan Emily sehingga kesepakatan untuk bergabung disetujui, membuat Emily merasa selangkah lebih maju untuk bisa mendapatkan kembali Daren.


Sementara disisi lain Bella terus saja menggerutu setelah rapat yang diadakan Daren tentang peraturan baru yang diterapkan selama mereka bekerja bersama. Dia baru menemukan ada atasan segila Daren yang membuat aturan tidak masuk akal.


" Aku tidak tahan lagi." menghentakkan kakinya dengan kasar. " Bagaimana dia bisa menjadi atasan kita ? "


" Sudahlah Bel, tuan Daren adalah atasan kita. Kita menurut saja pasti semuanya akan berjalan lancar. Benarkan ? " Daisy meminta pendapat kepada Freya tepat berada disampingnya.


" Benar !"


James, Daisy dan juga Freya berusaha menenangkan emosi Bella yang sudah mengebu-gebu.


" Benar apanya ? " Bella tak kalah sewot. " Bagaimana semuanya bisa berjalan lancar ?"


" Dan bagaimana bisa dia mengirimkan ketua divisi c ke bagian manajemen, dan memindahkan orang-orangnya seenaknya untuk membantu kita ?" kertas yang sedari tadi berada ditangan Bella sudah tidak berbentuk lagi.


" Mereka dipindahkan bukan untuk membantu kita tapi untuk mengawasi kita." James membenarkan pernyataan Bella.


Sementara Daisy dan Freya mencoba mencerna perkataan yang dilontarkan oleh James.


" Dia susah memerintahkan kita bahkan ketika kita baru saja datang, dan juga memerintahkan kita untuk menyusun dokumen divisi c menurut kelompok, tahun, dan juga jenis. Apakah itu juga termasuk kedalam pekerjaan kita ? "


Masih dengan ocehannya Bella tidak menyadari ada sosok yang sedang dirinya maki mendekat ke arah perkumpulan tersebut. Freya yang menyadarinya langsung kaget dengan membulatkan mata dan mulutnya dan menarik lengan Daisy secara spontan dan menunjuk ke arah Daren.


" Habislah kita sudah memakinya."


" Saya memintamu melakukan itu untuk menunjukan dan mencari tahu kenapa divisi c bekerja sangat buruk dalam beberapa tahun terakhir. Saya harus menganalisa dan mencari tahu alasannya." menjelaskan dengan arogannya. " Sekarang kamu bekerja dengan saya, jadi kamu harus meningkatkan kinerja pekerjaanmu."


" Sebagai atasanmu saya harus memastikan kualitas kerja kalian mencapai standar. Karena saya bertanggung jawab atas setiap tugas. Mengerti ? " hardik Daren


" Mengerti." jawab Freya dengan senyum ceria.


Seakan terhipnotis akan semua perkataan Daren dia menjawabnya tanpa berpikir panjang, dan membuat yang lainnya menatap ke arah Freya. Bagaiman bisa dia membenarkan perkataan bos gilanya itu.


Sementara Daren menahan kedutan di bibirnya yang menahan senyum akan tindakan Freya. Merasa di tatap dengan tatapan tidak suka Freya mengulangi jawabannya tapi dengan nada yang biasa saja dan terkesan profesional.


" Kenapa aku selalu bertingkah bodoh jika berhadapan dengan kak Daren. Kalau mereka curiga bagaimana, yah walaupun tidak termasuk dengan Daisy."





***



__ADS_1



Dibatap gedung perusahaan berdirilah dua manusia yang saling berhadap-hadapan yang terlihat serius dan semakin serius lagi setelah mendengar apa yang sedang mereka perbincangkan.


" Kapan kamu tahu ? " Selidik Daren.


" Tahu apa ? "


" Bahwa timmu yang akan bekerja sama denganku ? "


Freya menceritakan sejak kapan dia mengetahuinya dan tentang rencana Freya yang akan memberitahukannya ketika mereka makan malam bersama namun gagal karena sebuah panggilan yang masuk ke ponsel Daren.


" Apa yang akan kita lakukan selanjutnya ? " tanya Freya.


Menanyakan tentang kebenaran pernikahan mereka, apakah mereka harus tetap merahasiakannya sesuai kesepakatan yang telah disetujui oleh mereka berdua.


" Kita akan menjalani kehidupan seperti biasanya, antara bos dan karyawan."


Itulah akhir dari percakapan serius mereka dilantai atas gedung perusahaan.





***





" Itu... kekasihya Daren."


Sontak fokus Jeff dan Sean juga tertuju keluar ruangan yang hanya berlapis kaca sehingga memudahkan untuk melihat sosok wanita yang disebut kekasihnya Daren oleh Levon.


Dengan sigap Jeff langsung menghampiri Emily dengan langkah kakinya yang semakin dipercepat, disusul oleh Levon dan juga Sean yang mengikutinya dari arah belakang.


Mereka tertawa canggung dan langsung menyapa Emily dengan ramah.


" Halo, apakah kamu sedang mencari Daren ? " Jeff memulai obrolannya.


" Iya."


" Ah sayang sekali dia sedang tidak ada disini." seperti biasa Jeff selalu bertingkah konyol dengan cengengesannya.


" Ngomong-ngomong, apakah kalian berdua sedang berkencan ? " Jeff dengan segala keinginan tahuannya yang besar.


" Tidak."


Sontak mereka bertiga kaget, karena yang mereka tahu Daren suka keluar dan beralasan makan malam dengan wanita yang ada dihadapannya.

__ADS_1


" Bagaimana bisa aku berkencan dengannya ? Aku tidak ingin jadi perusak dalam rumah tangga seseorang."


Emily sengaja mengatakan hal tersebut, dia sadar bahwa pernikahan Daren nampaknya dirahasiakan, sadar dari pertanyaan yang dilontarkan oleh temannya Daren bahwa mereka sedang berkencan.


" Ah begitu rupanya, ternyata kamu memang tidak mencintainya dan masih mencintaiku. Aku kasihan terhadap istirnya yang hanya dimanfaatkan oleh Daren."


" Perusak rumah tangga ? Apa maksudnya ? " Jeff mendadak kebingungan dan menatap Levon dan Sean. Jadilah mereka bertiga saling bertatap-tatapan.


" Apa ? " Sean menjadi bingung juga.


" Kamu berbicara seperti itu seolah-olah Daren sudah mempunyai istri." ucap Levon.


" Apakah Daren tidak memberitahu kalian bahwa Dia sudah menikah ? " bertanya dengan wajah sok polosnya.


" Apa ? " teriak mereka bertiga.


" Daren sudah menikah ? " Jeff memastikan kembali.


Emily hanya membalas pertanyaan Jeff dengan anggukan, menyatakan bahwa dia tidak sedang berbohong. Menganggap perkataan yang diucapkan Emily yang seolah tidak masuk akal Jeff hanya tertawa keras melihatnya.


" Apakah dia berbohong kepadamu ? " Jeff terus memastikan. " Kami adalah teman terbaiknya. Tidak mungkin Daren sudah menikah, aku baru akan percaya kalau Daren mempunyai anjing baru." tertawa terbahak-bahak bersamaan dengan yang lainnya.


" Tapi Daren benar-benar mengatakan bahwa dia sudah menikah."


" Kami adalah teman baiknya, jika dia menikah pasti kami yang jadi pendampingnya. Aku tahu segalanya tentang dia." Jeff tidak mau kalah. " Dari dalam sampai keluar rumahnya, dari luar rumahnya sampai keluar negeri aku tahu semuanya. Jadi aku yakin Daren masih lajang dan belum menikah."


Emily hanya tersenyum mendengar pernyataan yang dikatakan oleh teman Daren, tentu saja senyum penuh ejekan. Dari luar kantor Daren terlihat menahan amarahnya ketika melihat sosok Emily berada di dekat ruangannya.


" Bukankah aku sudah bilang untuk tidak menemuiku lagi ? " berteriak ke arah Emily.


" Kamu bahkan tidak ingin berbicara denganku juga ? "


Tidak mengindahkan pertanyaan Emily Daren hanya mendesah menahan kekesalannya, mau sampai batas mana Emily ingin menguji kesabarannya.


" Jika kamu menolak ku lagi. Kamu akan kehilangan jabatan mu. Karena sekarang ayahku adalah pemegang saham di perusahaan ini."


" Kalau kamu memecatku, aku bisa bekerja ditempat lain. Ada banyak perusahaan yang ingin mempekerjakan aku. Kamu bisa pergi sekarang dan jangan menemuiku lagi." menunjuk Emily dengan telunjuknya.


" Aku khawatir tidak bisa melakukan apa yang kamu katakan." sembari mencium pipi kanan Daren dan berlalu pergi meninggalkannya.


Sontak semua orang yang berada didekat Daren ricuh melihat Daren dicium secara terang terangan, sementara tangan Daren sudah terkepal kuat dengan otot-otot yang menonjol menahan amarahnya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa klik favorit, like dan komentar nya ya, dan jangan lupa juga vote novel ini sebanyak banyaknya jangan lupa soalnya suka kelupaan kalo keasikan baca, biar author makin semangat nulisnya terimakasih buat semua pembaca novel Suamiku sepupuku 😘🤗😘🤗💞💞


__ADS_2