
“Papi kita mau ke rumah sakit kan ?” Tanya Devano kepada Daren yang kini keduanya sudah duduk di
dalam kursi mobil.
“Iya kan tadi sudah janji kita akan pergi ke rumah sakit, kalau tidak nanti nenek mu marah dan menerkam papi.” Jawabnya sedikit bercanda.
“Alasan padahal papi kan punya alasan lain dasar tukang pembohong.”
“Eh siapa yang ngajari kamu mengatakan bahwa papi pembohong ?”
“Tidak usah di ajari aku kan tau papi karena aku anak papi.” Sembari menjulurkan lidahnya kepada Daren.
Mobil Daren pun melaju perlahan dan hampir sampai di rumah sakit yang mereka tuju sedari tadi.
“Papi nanti malam papi tidur di kamar ku dan aku tidur di kamar papi.” Perkataan Devano membuat Daren terkejut dan tentunya langsung memprotes.
“Enak saja gak boleh, kamu tidur di kamar mu.” Menolak dengan keras.
“Eh papi ngelawan yasudah aku laporkan sama nenek nanti.” Dan kedua manusia itu saling bertengkar hanya karena masalah tempat tidur padahal posisi mereka kini sedang berada di depan loby rumah sakit.
Hingga pertengkaran mereka terhenti ketika sorot mata Devano menangkap seseorang yang tengah berjalan ke arahnya.
“Mamiiii !!!” Devano pun berlari dan menghamburkan dirinya kedalam pelukan Freya.
__ADS_1
“Hati-hati sayang kalau kamu jatuh bagaimana.” Masih dalam posisi berjongkok dan memeluk erat tubuh Devano dan menghirup aroma anaknya dalam.
“Cihhh manja, suka manja kalau sama maminya.” Daren dalam mode cemburu padahal pada anaknya sendiri.
“Bilang saja papi juga mau di peluk mami.” Dan tanpa aba-aba Daren pun ikut memeluk Freya bahkan dia tidak peduli kepada semua mata yang kini tengah memandang ke arah mereka.
“Dasar dua laki-laki manja.” Freya mengatakannya sembari terkekeh geli.
“Ayo sudah pelukannya malu di lihatin orang-orang.” Seru Freya namun keduanya malah tidak bergeming sama sekali.
“Baiklah jika tidak ada yang mau melepaskan pelukannya malam ini aku akan tidur sendiri.” Dan dengan sigap keduanya pun berdiri dan langsung menggandeng tangan Freya kan dan kiri.
“Bagaimana tadi kalian sudah pergi berkunjung ke makam Ezran ?” Dan keduanya pun mengangguk, sebenarnya Freya ingin sekali pergi namun karena kondisinya pagi ini yang kurang sehat dia di paksa Lydia untuk segera pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya dengan di antar oleh supir.
“Aku sayang mami.” Kata Devano sembari bergelayut manja kepada Freya.
“Papi juga.” Tidak mau kalah Daren melakukan hal yang sama dan Freya hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat kelakuan dua orang tersebut.
“Oh iya mami tadi bagaimana hasil pemeriksaannya apa kata dokter tadi ?” Tanya Devano penasaran sekaligus khawatir.
“Hmmm kata dokter Devano akan segera memiliki seorang adik.” Terang Freya.
Sontak saja keduanya berhenti mendadak dan melihat ke arah Freya tidak percaya. “Benarkah ?!”
__ADS_1
“Kompak sekali kalian ini.” Seru Freya dan selanjutnya hanya di iyakan dengan anggukan kepala oleh Freya.
Dan lansung saja Daren berbalik arah dan mencium kening Freya karena saking senangnya.
“Oke fix malam ini papi jangan tidur di kamar bersama mami, papi tidur sendiri mami biarkan devano saja yang menemani.”
“Loh kenapa ?” Daren langsung memberenggut masam.
“Karena papi suka membuar mami kelelahan.”
“Tidak bisa enak saja, kamu yang seharusnya mengerti karena sekarang ada calon adik mu dalam kandungan mami makannya papi yang harus berada di sampingnya untuk menjaganya.”
“Aku bisa menjaganya.” Bertingkah sombong namun malah terlihat menggemaskan.
“Bocah mau menjaga bagaimana makan saja harus di ambilkan.” Begitulah hidup Freya sekarang ini penuh warna karena kedua makhluk yang selalu berada di sisinya.
“Terimakasih.” Ucap Freya spontan dan membuat kedua orang yang sedang bertengkar tersebut melihat ke arah Freya.
“Terimakasih karena kalian sudah mengisi hidup ku ini penuh dengan warna.” Tanpa terasa Ferya pun menitikan air matanya.
“Aku yang berterimakasih karena kamu sudah mau menerima aku yang seperti ini.” Daren menggenggam tangan Freya dan mencium punggung tangan istrinya penuh cinta.
“Aku juga karena mami aku bisa hadir di sini dan merasakan kebahagiaan dan cinta dari mami dan papi.” Jadilah mereka berpelukan seperti teletubies.
__ADS_1