Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Tikungan Tajam


__ADS_3

Berita Freya akan segera bercerai membuat banyak laki-laki di kantor membuat banyak group chating, jika bagi kaum wanita banyak yang membenci karena gosip Freya yang akan bercerai karena dia tidak setia berbeda dengan laki-laki mereka serasa mendapatkan kesempatan untuk bisa merebut hatinya yang kini telah kosong, karyawan laki-laki berbondong-bondong mencoba memantaskan diri mencari informasi siapa saja yang bisa mereka jadikan


sekutu untuk melancarkan misi mereka untuk merebut hati Freya.


“Teman-teman kalian ngerasa gak sih banyak yang memperhatikan kita ?” Ketika Freya dan ketiga sahabatnya sedang berjalan untuk kembali ke aktifitas untuk menyelesaikan pekerjaan banyak karyawan kantor yang berbisik-bisik sembari melihat ke arah mereka. Freya tidak tahu saja bahwa kini dia menjadi primadona kantor.


“Iya yah kok aku juga ngerasa kayak gitu, Bel coba lihat apakah rok ku sobek ?” Bella menurut saja dilihatnya rok belakang Daisy ke arah belakang, namun tampak normal.


“Gak sobek kok.” Bella pun heran karena diantara mereka belum ada satu pun yang mengetahui berita yang sedang panas di kantor. “Udah lah biarin aja, ngapain ngurusin mereka. Mending kita lanjut kerja aja.”


Mereka pun kembali ke tempat mereka masing-masing berusaha menghiraukan yang membuat mereka sangat penasaran sebenarnya.


Ketika Freya menuju arah ruangan kerjanya dia merasa seperti ada yang mengikutinya namun bukan hanya satu orang yang dia rasakan tetapi ada beberapa, dengan memberanikan dirinya Freya mencoba menoleh ke arah


belakang namun ketika dia melihat tidak ada satu orang pun yang terlihat.


“Ah mungkin itu hanya perasaan ku saja.”


Tak ingin ambil pusing Freya kembali melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya. “Untung saja dia tidak melihat kita.” Ternyata benar ada yang sedang mengikuti Freya dan mereka adalah para mata-mata yang akan menjual


informasi untuk para kaum laki-laki kantor yang masih lajang untuk mendapatkan informasi yang di dapat.


“Jadi benar Freya dekat dengan bos Daren, wah ini berita yang menarik. Nanti pasti mereka akan tertarik untuk mendapatkan hati Freya melalui bos Daren.” Informasi mereka dapatkan setelah melihat Freya masuk ke dalam ruangan Daren dan duduk di sampingnya yang hanya di batasi oleh kaca yang tembus pandang.


“Tapi berat juga tahu kalau harus lewat bos Daren, kau tidak ingat bagaimana sifat arogannya. Sebelum kau mendapatkan informasi tentang Freya dari bos Daren mungkin kau sudah di telan duluan.”


Mereka pun bergidik ngeri membayangkan bagaimana mereka akan habis oleh Daren karena mencoba menggali informasi dari Daren.


.


.


.


.


.

__ADS_1


“Kamu sudah makan siang ?” Kini Daren membuka pertanyaan awal setelah Freya mendudukan dirinya di kursi samping Daren.


“Iya.” Nah Daren jadi kesal karena pertanyaannya di jawan singkat, dia menjadi bingung karena percakapannya hanya satu arah.


“Dia itu kenapa tidak tanya balik, bikin kesal saja.” Daren terus menggerutu dalam hatinya karena sejak dia datang setelah bertemu Emily Freya malah semakin cuek kepadanya. “Kamu tidak tanya aku sudah makan atau belum ?”


“Hmmm...” Jawabannya membuat ubun-ubun Daren serasa menggebu-gebu karena tidak ada tanggapan dari Freya. “Aku banyak sekali pekerjaan kak, jadi lebih baik kakak jangan mengganggu ku.”


Tidak ingin membuat Freya semakin kesal akhirnya Daren berusaha untuk tidak mengganggu Freya kembali padahal tadinya dia ingin menanyakan tentang pertanyaan yang du ajukan oleh Jeff tentang berita perceraian mereka. ”Sudahlah aku tidak ingin membuatnya semakin marah dengan ku.”


Kini seluruh karyawan tengah bersiap untuk kembali ke rumahnya masing-masing karena jam kantor hari ini sudah berakhir, dilihatnya Freya tengah membereskan berkas-berkas di atas mejanya pertanda bahwa dia juga akan segera kembali ke rumahnya.


“Freya ayo kita pulang bersama.” Daren sudah lebih dahulu bersiap di banding Freya dan tengah berdiri menunggu jawaban istrinya tersebut.


“Kakak pulang duluan saja.”


“Kenapa apa kamu memiliki janji lain dengan seseorang.” Daren mulai penasaran jika benar dia akan bertemu dengan seseorang, jika seorang laki-laki tidak akan dia biarkan bertemu dengan orang tersebut.


“Tidak, aku akan pulang naik kendaraan umum. Bukankah biasanya memang seperti itu.” Freya langsung menarik tas yang tersimpan di kursinya dan pergi meninggalkan Daren namun Daren malah mengikutinya dan kembali menawarkan tumpangan kepada Freya.


“Ayolah Frey, lagi pula kita kan satu rumah dan kamu istri ku.” Freya berdecak sebal mendengar kata istri dari mulut Daren, menyebalkan mendengarnya.


“Aku akan menunggu, kamu pergilah ke toilet aku akan menunggu.”


“Baiklah terserah saja.” Freya pun meninggalkan Daren dan segera menuju toilet.


.


.


.


.


.


Ketika Daren sedang menunggu tiba-tiba saja beberapa laki-laki yang mendekat ke arahnya, dilihat dari setelan kantor mungkin saja mereka karyawan di sini.

__ADS_1


“Permisi!” salah satu dari mereka menyapa Daren, namun jangan harap akan mendapat balasan darinya.


“Apakah bos Daren Kakaknya Freya, maksud saya kakak sepupunya ?” Tanya salah seorang dari mereka dengan ragu-ragu dan sebenarnya agak takut.


“Iya.” Jawaban singkat Daren membuat semuanya menjadi canggung.


“Jadi begini.” Katanya ragu-ragu dan mulai menunjukan buket bunga yang sedari tadi dia sembunyikan di balik punggungnya. “Saya ingin memberikan hadiah ini pada Freya, Saya kebetulan tahu bahwa Freya sebentar lagi


lajang. Jadi, saya ingin ...”


Daren begitu emosi mendengar kata-kata bahwa Freya akan lajang, seenaknya saja mereka berbicara. “Apa yang kamu inginkan ?” Daren membentak laki-laki tersebut dan membuatnya semakin ketakutan.


” Tenanglah, bos. Saya hanya ingin memperkenalkan diri.” Dia berusaha tegas dan terlihat gagah di hadapan Daren berusaha meminta restu kepada Daren dan sedikit menegakan badannya. “Tidak peduli apa, tolong izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Jack dan saya adalah orang yang luar biasa. Saya bekerja keras untuk memberi makan keluarga saya, Keluarga saya cukup kaya. Selain itu, Saya belajar di Stanford University.”


“Tolong berikan ini pada Freya.” Menyerahkan buket bunga tersebut secara paksa kepada Daren.


” Misi terselesaikan !” Teriaknya kepada laki-laki yang sedari tadi hanya berdiam diri di belakangnya diikuti oleh gelak tawa Jack dan menular kepada yang lainnya.


“Berangkat !”


“Apa itu tadi ?” Daren hanya berdiam diri dan memegangi buket bunga tersebut. “Mereka sangat menjengkelkan.”


Dengan geram Daren segera mencari tempat sampah dan berniat membuang buket bunga tersebut, dengan


perasaan kesal Daren melemparnya cukup keras ke dalam tong sampah dan menendangnya sehingga membuat seluruh isinya berantakan, terpaksa Daren membersihkan kembali tempat sampah yang dia tendang hanya karena kesal ada seseorang yang mengirimi Freya buket bunga.


“Kenapa tikung menikung semakin tajam saja, tidak takut akan terluka apa, dasar menyebalkan. Siapa tadi namanya akan aku buang tubuhnya dan ku berikan kepada ikan paus.”


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa like ya teman-teman  pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......


__ADS_2