Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Malam Pertama (Part II)


__ADS_3

Tangan Daren yang masih mengelus ngelus kepala Freya membuat pikiran Freya pergi menjelajah dan meninggalkan kenyataan, Freya membayangkan tangan Daren turun dan mengelus lembut pipi Freya dan membuat Freya berdebar - debar, tangannya terus turun memegangi kedua lengan Freya dan mendorong Freya perlahan ke belakang dan menindih Freya, sambil terus mengusap usap bibir Freya yang merah.


Cup...


Daren mengecup dan mencium Freya, sangat lama dan ciuman tersebut berubah menjadi lebih dalam namun seketika lamunan Freya buyar tatkala Daren keheranan ketika bibir Freya terus menerus mendekat ke arah wajah Daren.


" Hei !" sambil terus menjetikkan jarinya dengan alis terangkat heran dengan tingkah Freya " Kenapa ? Kamu pasti sedang memikirkan sesuatu ?"


Freya pun gugup dengan mata melebar sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat. " Tidak, ma... mana ada."


" Kamu yakin ?" terus menyeringai karena Daren yakin Freya pasti sedang memikirkan sesuatu.


" I... Iya !" mengangguk dengan cepat


" Baguslah, aku mau mandi dulu." meninggalkan Freya di atas tempat tidur dan memasuki kamar mandi.


Freya mengutuki dirinya bisa bisanya dia membayangkan hal seperti itu, Freya terus memukul mukul kepalanya sambil tersenyum menahan malu.


" Apa sih yang kamu pikirkan Freya ?" terus menerus memegang pipinya yang merah merona karena tindakan bodohnya, dan memukul mukul bibirnya.


***


Malam semakin larut Daren dan Freya pun sudah memakai baju tidurnya masing - masing, Freya sudah duduk sambil berpura - pura membaca buku dan sesekali melirik ke arah belakang dimana sudah ada Daren yang sedang berbaring bermain dengan ponselnya, Daren yang tiduran sambil menumpangkan kaki kirinya di atas kaki kanannya dengan bertumpu pada tangan kanannya terus fokus dengan ponselnya, tidak menyadari ada sesosok manusia yang sedang menahan kegugupannya.


Daren melirik ke arah Freya dia sadar ada sepasang mata yang sedang melihat kearahnya, Freya terkejut dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah buku bacaannya dengan cepat sambil tersenyum seperti orang mabuk cinta, memang dia sangatlah mabuk cinta.


Daren menutup mulutnya tatkala kantuk datang menghampirinya, Daren melihat ke arah Freya yang sedang sibuk membaca buku sambil memegang tengkuknya.


" Aku masih belum mengantuk." berbasa - basi " Kamu bisa tidur lebih dulu."


" Kamulah yang tidur lebih dulu. Aku juga belum mengantuk." jawab Freya sambil menghadap ke arah Daren.


Daren dengan sigap langsung berdiri dan berjalan ke arah kasur sambil mengibas ngibaskan rambutnya. Daren langsung tidur tengkurap dan menarik selimutnya dan pergi ke alam mimpinya. Freya hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Daren, dan tak lama kantuk pun datang sehingga Freya menguap beberapa kali dengan terus menutup mulutnya dengan tangannya.


Freya bersiap siap untuk tidur dengan mematikan lampu kamarnya dengan berhati - hati, Freya berjalan ke arah Daren dengan mengendap - endap dan menggerak - gerakan tangannya di depan wajah Daren memastikan bahwa Daren sudah tidur dengan lelap.


Dengan hati - hati Freya membaringkan tubuhnya disisi Daren, Freya yang merasa kedinginan menarik selimut yang sudah dipakai oleh Daren, namun tidak berhasil dengan hati hati Freya menggeserkan bantalnya dan mendekat ke arah Daren untuk masuk ke dalam selimut namun gerakan Freya membuat Daren terganggu dan membalikan badannya, ketika Daren berbalik wajah mereka sudah sangat dekat dan hanya menyisakan beberapa inci saja.

__ADS_1


Daren dan Freya pun terkejut dan membuat keduanya sama sama mundur hingga Daren tersungkur ke lantai. Dengan sigap Daren menyalakan lampu tidur, dengan nafas terengah - engah karena keterkejutannya.


" Kamu mau pergi kemana ?" bertanya ketika melihat Daren menarik bantal dan ponselnya.


" Aku akan tidur dilantai, aku selalu tidur sendirian. Aku tidak terbiasa berbagi tempat tidur..... dengan seseorang."


" Baiklah." jawab Freya


Akhirnya Daren tidur dilantai setelah menaruh bantalnya, sedangkan Freya terus menutup wajahnya dengan tangan kanannya karena menahan malu dan merasa tidak enak kepada Daren.


" Mungkin aku hanya bisa menjadi seseorang itu." memprotes dengan bergumam karena perkataan Daren yang mengatakan tidak biasa tidur dengan seseorang.


Freya yang melihat Daren kesulitan tidur dilantai karena tahu Daren tidak biasa hidup susah apalagi harus tidur dilantai pasti akan membuat badan Daren kesakitan setelah bangun nanti. Dengan inisiatifnya dia membawa bantalnya dan membangunkan Daren degan terus memanggil namanya.


Daren terkejut melihat Freya dengan rambut yang menghalangi wajahnya persis seperti hantu dalam film - film. Daren langsung bangun dan duduk menghadap ke arah Freya dengan perasaan dongkol.


" Apalagi sih kali ini ?"


" Aku hanya mau bilang kalau aku yang akan tidur di lantai. Kamu bisa tidur di tempat tidur." terang Freya.


" Lantainya sangat keras. Kamu tidak akan tidur nyenyak. Badanmu pasti akan pegal - pegal besok. Biar aku yang tidur di lantai.


" Tidak apa - apa, tidurlah ditempat tidur." sudah bersiap tidur kembali


Dengan menarik - narik lengan Daren Freya terus memerintahkannya untuk tidur di atas kasur. Daren terus protes karena dia sangat mengantuk, dan akhirnya Daren tidur di atas kasur dan Freya tidur di lantai.


Freya tidak sengaja menginjak b***** milik Daren dengan lutut kakinya ketika Freya mendorong Daren ke atas kasur, Daren mengaduh kesakitan dan terus memeganginya Freya sangat terkejut dan terus meminta maaf.


" Maafkan aku kak Daren, apakah itu sakit, kak Daren ?" tanya Freya dengan polosnya.


" Tentu saja, pertanyaan apaan itu ?" kesal mendengar pertanyaan Freya.


" Biar aku lihat." tidak sadar dengan perkataanya.


" Kamu gila ?" teriak Daren " Ka... kamu tidak boleh melihatnya.


Freya pun berjalan mundur karena sadar dengan perkataan bodohnya. " Kamu benar." menyeringai bodoh " Aku benar - benar minta maaf."

__ADS_1


" Jangan mendekat." mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah Freya. " Pergilah kesana. Aku sudah bilang aku akan tidur dilantai, lihat apa yang baru saja terjadi."


" Baiklah." Freya mengakhiri perdebatan kecil mereka.


Daren yang sudah merasa baikan akhirnya menarik selimutnya dan bersiap - siap untuk tidur. " Apa kamu puas sekarang ?"


Daren kembali terkejut ketika Freya hendak naik ketempat tidur, refleks Daren memeganginya kembali.


" Ka.. ka.. kamu." gugup Daren


" Tidak, aku... ingin mengambil boneka teddy bear itu." sambil mennujuk boneka yang berada di sebelah Daren.


Daren pun memberikan boneka teddy bear dan menyerahkan kepada Freya yang masih berdiri bahkan setelah menyerahkan bonekanya, ternyata ponselnya juga tertinggal, dengan sigap Daren mengambilnya dan menyerahkan kepada Freya.


" Terimakasih." tersenyum canggung. " Selamat malam, kak Daren."


Freya mematikan lampu tidurnya dan bersiap siap tidur, dengan terus memandangi wajah Daren dari bawah dan tersenyum bahagia.


" Meskipun pernikahan ini akan berakhir suatu hari nanti, dalam masa waktu terbatas ini, aku akan mencintainya dengan sepenuh hati."


Dan dengan terlelapnya Freya itulah akhir dari malam pertama mereka yang penuh drama. Mungkin saat ini Daren belum merasakan cintanya kepada Freya namun ketika cinta itu datang dan Freya mulai lelah akan cintanya, saat itulah Daren akan menyesalinya. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa klik favorit, like dan comentar nya ya, dan jangan lupa juga vote novel ini sebanyak banyaknya jangan lupa soalnya suka kelupaan kalo keasikan baca, biar author makin semangat nulisnya terimakasih buat semua pembaca novel Suamiku sepupuku 🥀🥀😘😘🤗🤗💞💞🥀🥀

__ADS_1


__ADS_2