Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Tentu Aku Bahagia


__ADS_3

Rapat pun sudah selesai semua orang bersiap-siap untuk kembali ke tempatnya masing-masing. Dan inilah kesempatan bagi Daren untuk bisa mengobrol dengan Freya yang sedari tadi hanya bisa dia tatap.


“Freya tunggu !” Daren setengah berlari ketika mendapati istrinya itu hendak keluar dari ruang rapat yang sudah kosong hanya ada dia, Freya dan juga Four.


Freya keluar terakhir karena dai harus membereskan berkas yang tadi di gunakan selama rapat. “Freya jangan abaikan aku !” Dan Freya pun terpaksa menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Daren.


Senyum mengembang di kedua sudut bibir Daren ketika melihat istrinya berbalik arah dan melihat ke arahnya. Tidak ingin obrolannya di dengar oleh Four dia memintanya untuk keluar dari ruangan tersebut memberikan instruksi melalui sorot matanya.


“Pasti pak Daren ingin melabrak nona Freya dan memberinya pelajaran untuk tidak dekat-dekat dengan tuan Ezran orang yang dia sukai. Dan jika nona Freya menolak pasti rambutnya akan di jambak seperti di drama-drama, untuk air minum sudah dibereskan kalau tidak aku yakin di pasti keluar basah kuyup. Semoga nona baik-baik saja.” Pikiran Four sudah melanglang buana jauh memikirkan nasih Freya akan seperti apa nantinya.


.


🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂


.


“Freya...” Ucap Daren lirih dan seketika itu juga Freya limbung karena badannya di tubruk oleh Daren karena pelukan yang diberikan.

__ADS_1


Nampak Daren memeluknya erat meluapkan rasa rindunya selama tiga bulan terakhir dan tanpa sadar air matanya kini sudah menetes bahkan tubuhnya bergetar karena isak tangis. “Frey, aku sangat, sangat merindukan mu. Kamu tidak tahu bagaimana sulitnya aku menjalani hari-hari ku tanpa mu.”


Freya hanya diam mematung tidak merespon pelukan yang Daren berikan. “Aku juga merindukan mu kak.” Freya hanya mampu mengucapkannya di dalam hatinya.


“Lepaskan aku kak jangan seperti ini lagi.” Freya pun mendorong paksa tubuh Daren yang erat memeluk tubuhnya.


“Freya, apa kamu sudah tidak merindukan aku lagi ?” Tanyanya dengan raut wajah penuh kesedihan karena merasa di tolak


keras oleh Freya.


Freya pun hendak berlalu meninggalkan Daren namun perkataan Daren seketika menghentikan langkahnya. “Freya aku sudah tahu.semuanya, mami sudah menceritakannya.”


“Jadi dia mencari ku karena rasa bersalahnya, aku kira dia benar-benar merindukan aku.”


“Freya aku ingin meminta maaf dan...” Belum sempat Daren menyelesaikan perkataannya Freya langsung memotongnya.


“Sudahlah itu adalah masa lalu dan tidak perlu meminta maaf ataupun berterimakasih karen aku ikhlas melakukannya. Kalau begitu akau permisi dulu kak.”

__ADS_1


“Apakah kamu bahagia selama ini ?” Tanya Daren sekali lagi.


Dan Freya pun tersenyum kembali ke arah Daren. “Tentu aku bahagia, tidak perlu khawatir kak.” Dan dada Daren rasanya di hantam benda berat setelah mendengarnya.


Mengingat mungkin hanya dirinya saja yang merindukan Freya selama ini, hanya dirinya saja yang terluka setelah kepergian Freya dalam hidupnya selama tiga bulan terakhir. Mungkin itu adalah


balasan untuk dirinya yang sudah berbuat seenaknya kepada Freya selama ini.


Namun dia bertekad bahwa dia akan merebut Freya kembali dan langkah yang harus dia lakukan untuk pertama kalinya adalah membuntuti Freya dan melihat dimanakah tempatnya tinggal sekarang ini.


.


🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂


.


Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman  pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......

__ADS_1


__ADS_2