
Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam namun keduanya tidak menunjukan akan sama-sama tidur, Daren yang sedang berbaring terus memandang ke arah Freya yang tengah sibuk bermain dengan ponselnya. “Apakah dia tidak ingin tidur, kenapa malah cekikikan hanya melihat ponselnya saja. Jangan-jangan dia sedang chat bersama pria lain ?”
“Kamu tidak tidur.” Suara Freya langsung menyadarkan Daren.
“Belum, aku tidak bisa tidur.” Kini Daren mulai merajuk kepada Freya dengan manja.
“Kenapa tidak bisa tidur.” Freya tidak sadar saja bahwa dirinya yang membuat Daren tidak ingin tidur.
Dengan sebelah tangannya Daren menepuk-nepuk sebelah ranjangnya menandakan bahwa dia ingin Freya berbaring di sampingnya. “Kemarilah, aku bisa tidur kalau kamu berada di dekat ku. Kemarilah tidur bersama ku.”
Tanpa protes atau apapun Freya menuruti permintaan Daren yang membuatnya menaruh curiga, merasa bahagia dengan sakitnya sekarang Freya lebih perhatian kepadanya. Kini Daren sudah memberikan lengannya untuk di jadikan bantal Freya dan setelah itu dia langsung memeluk erat tubuh Freya dan membenamkan wajahnya di dada Freya mencari kenyamanan karena beberapa hari dai tidak bisa melakukannya.
“Akan aku turuti semua keinginan kak Daren karena ini adalah hadiah terakhir untuk mu kak, maafkan aku yang tidak bisa memenuhi semua keinginan mu karena aku bukanlah istri yang sempurna yang selalu kakak harapkan bahkan sampai akhir akan perpisahan kita”
Dan tanpa sadar kini air mata Freya sudah menetes di pelupuk matanya dan segera mengusapnya tidak ingin dia melihat Daren menyadari bahwa dirinya tengah bersedih.
Daren mendongkakkan kepalanya menghadap ke arah Freya sembari tersenyum segera Freya membalas senyuman Daren. “Ada apa lagi hmm ?" Tanya Freya yang tengah memandangi suaminya yang tampan itu.
“Frey, usap-usap kepala ku.” Dan Daren kembali ke posisi awalnya menaruh wajahnya membenamkannya di dada Freya.
“Dasar manja, tapi baiklah karena sekarang kakak pasien.”
__ADS_1
.
.
.
.
.
Di rasa kesehatan Daren semakin membaik maka dokter pun sudah memperbolehkan Daren untuk bisa pulang dari rumah sakit, mendengar itu Daren menyunggingkan kedua sudut bibirnya karena senang akhirnya dia bisa terbebas dari rumah sakit.
Freya merasa lega perihalnya Daren terus merengek meminta pulang dari kemarin karena tidak ingin berlama-lama di rumah sakit. Semuanya sudah siap Daren bahkan sudah berganti baju kembali dengan pakaian kasual biasa tidak perlu lagi memakai baju rumah sakit.
Sementara kini Alvon tengah diikat di kedua tangannya yang sudah terikat keras mengikat kursi yang di dudukinya wajahnya yang penuh dengan Darah karena bekas pukulan yang di berikan. Hingga terdengar suara derap langkah kaki yang ternyata itu adalah Delano kakak Daren.
Delano marah karena ada orang yang berani mencelakai keluarganya maka jangan harap orang itu akan lepas dengan mudah di tangannya dia bahkan akan membalasnya dua kali lipat dari apa yang dia lakukan kepada keluarganya.
Bersamaan dengan orang-orang suruhannya Delano datang dan berdiri tegak di hadapan Alvon. “Tendang dan buat dia tidak sadarkan diri, jangan sampai dia mati karena aku ingin dia masuk penjara, namun kalian boleh menyiksanya sesuka kalian.”
“Baik tuan akan kami laksanakan.” Kata salah seorang dari mereka.
__ADS_1
Setelah Delano pergi semua perintah yang tadi keluar dari mulutnya langsung di laksanakan mereka menendang seluruh tubuh Alvon bahkan ketika dia sudah tersungkur dengan mengeluarkan darah dari bibirnya.
.
.
.
.
.
Prakata Author :
Maaf ya yang merasa mungkin kali ini per babnya pendek dari bab bab sebelumnya, tapi author usahakan setiap update lebih dari satu bab mungkin istilahnya crazy udate walalupun sepertinya author yang bakalan crazy 🙈🙈🙈, jadi mohon pengertiannya untuk para pembaca dan jangan bosen-bosen untuk mendukung karya pertama ku ini. Ceritanya masih banyak kekurangan author pun sungguh menyadarinya, enjoy dan happy reading next chapter guys 🤗🤗🤗
.
.
.
__ADS_1
Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......