Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Dendam Yang Berlanjut


__ADS_3

Pagi itu nampak Freya tengah bersiap dari apartemen Daisy yang jaraknya tentu tidak terlalu jauh dari rumahnya bersama Daren, hingga dia memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri berangkat ke kantornya. Sebelumnya Freya sudah memesan taksi online dari rumah Daisy untuk mengantarnya pulang.


Hingga kini tubuh kecil itu sudah menapakan langkahnya memasuki halaman rumah setelah sebelumnya membayar biaya taksi yang sudah tertera di dalam aplikasi taksi online tersebut, dalam hati Freya sebenarnya sangat berat untuk kembali bertemu dengan Daren, dia tidak sanggup karena masalah yang tengah terjadi di dalam rumah tangganya.


“Apakah kak Daren masih di dalam rumah ?” Terlihat Freya tengah ragu untuk masuk ke dalam rumah benar-benar belum siap bertemu dengan Daren. “Tolong buat kak Daren sudah berangkat ke kantor.” Freya terus saja memohon dengan sepenuh hati.


Hingga dia sedikit demi sedikit membuka pintu rumahnya dan melihat ke arah sekelilingnya setelah berada di dalam rumah melihat ke sana kemari apakah ada sosok yang tengah dia hindari. “Untunglah kak Daren tidak ada, mungkin dia masih di dalam kamarnya.” Freya tersenyum ceria setelah lega karena ketidak beradaan Daren di dalam rumah tersebut.


Langkahnya tiba-tiba saja terhenti karena panggilan dari laki-laki yang amat sangat dia hindari. “Freya ! Mau kemana kamu ?” Kini Daren terus melangkah mendekat ke arah Freya yang sedikit demi sedikit mulai berlari hanya dengan mendengar derap langkah Daren yang kian mendekat.


“Freya jangan lari kau ! Freya !” Namun langkahnya kalah cepat Dari Freya sehingga dia mengurungkan niatnya untuk menarik tangan Freya meminta penjelasan.


“Hah untunglah kak Daren sudah tidak bisa mengikuti ku lagi.” Freya bisa bernafas lega karena sudah mengunci pintu kamarnya tidak akan membiarkan Daren mengikutinya.


Setengah jam sudah berlalu Daren terus saja menatap ke arah pintu kamar Freya yang tak kunjung menampakan batang hidungnya. Dia bahkan sudah bolak-balik berganti posisi dari duduk ke berdiri  begitu juga sebaliknya dari berdiri ke duduk. “Kenapa dia lama sekali, padahal aku ingin menanyakan sebenarnya apa salah ku ?”


Sementara di dalam kamar Freya juga sedang bingung antara keluar kamar atau tidak karena sebenarnya dia sudah selesai bersiap dan tinggal berangkat ke kantor. “Apakah kak Daren sudah berangkat atau belum yah ?”


Dan dengan ragu Freya membuka pintu kamarnya perlahan dan tidak sesuai harapannya ternyata Daren sudah beranjak dari duduknya dan menghampiri Freya yang sudah tergesa-gesa berusaha menghindari Daren. “Mau kemana kamu ?” Kini Daren sudah mencekal lengan Freya yang mencoba kabur darinya.

__ADS_1


“A,a, apa ?” Tanya Freya ragu sembari menundukan kepalanya ke arah bawah menghindari dari bertatapan mata dengan Daren.


“Kenapa kamu sepertinya menghindari ku, katakan padaku Frey jika aku ada salah kepada mu ?” Daren terus mengguncangkan kedua bahu Freya mencoba mengalihkan pandangannya yang terus saja menatap ke arah bawah.


“Jawab aku Frey !!” Kini Daren sudah meninggikan suaranya dan membentak Freya, mencoba menarik dagu Freya dan mencengkramnya dengan erat memaksa menatap matanya.


“Lihat aku !! Jawab Frey !!” Dan bukanlah jawaban yang di dapatkan oleh Daren namun deraian air mata yang keluar dari kedua mata Freya membuat Daren merasa bersalah dan sedikit mengendurkan cengkraman tangannya dari dagu Freya.


“Apakah aku terlalu keras memegang dagunya hingga dia menangis seperti itu.”


“Lepaskan aku kak, aku tidak ingin berbicara dengan mu. Jangan menyentuh ku !!” Kini Freya menghentakan lengannya yang di pegang oleh Daren dengan keras membuat Daren sedikit terkejut.


Freya berlari mencoba menghindari Daren namun tak urung Daren terus mengikutinya dengan berlari juga dari arah belakang mencoba menghentikan Freya yang sudah berlari ke jalan raya. “Freya berhenti !!”


Namun Freya tidak mengindahkan suara Daren yang terus memanggilnya. “Aku bilang berhenti Freya jangan terus berlari dan menghindari ku.” Hingga Daren berhasil mencengkaram tangan Freya dengan posisi mereka sudah berada di jalan raya yang saat itu sedang sepi.


Sementara dari kejauhan terlihat Alvon sedang memperhatikan kedua makhluk yang kini tengah bertengkar di sisi jalan, dan itu sungguh mempermudah dirinya untuk melancarkan niatnya menghabisi Daren yang sudah membuatnya murka. “Ini adalah kesempatan yang bagus untuk membalaskan dendam lama yang masih berlanjut. Beraninya dia terus berhubungan dengan istri ku, akan ku buat kau menyesal seumur hidup mu karena tidak mengindahkan peringatan ku.”


Dan dengan kuasanya Alvon memerintahkan supirnya untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menabrak kedua orang yang berada di dekatnya, sungguh dia adalah iblis bahkan dia pun tidak memandang Freya atau pun Daren dia berniat untuk membunuh keduanya. “Tambah kecepatannya tabrak saja mereka sekaligus aku tidak akan punya kesempatan sebagus ini lain waktu.”

__ADS_1


Daren yang sadar melihat sebuah mobil yang melaju cepat ke arah mereka berdua tentu saja langsung mendorong Freya ke arah sisi mencoba menghindarkan tubuh istrinya dari benturan mobil yang siap menabrak mereka. “Freya awas !!”


Hingga tubuh kecil itu tersungkur karena dorongan Daren yang begitu keras menyisakan beberapa lecet di pergelangan tangan dan juga sikunya. “Aww sakit sekali.” Freya tidak bisa menahan perih yang tengah dia rasakan.


Namun dia langsung terkejut ketika melihat Daren sudah tergeletak dengan darah yang mengalir dari tubuhnya, bahkan tubuhnya yang dia rasa perih tak lagi di hiraukan mencoba meraih Daren ke dalam pangkuannya sembari menangis sesegukan karena tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


“Kak Daren ! Kak Daren !” Freya sudah berteriak sekuat tenaga mencoba memanggil Daren. “Kak Bangun kak, kak !” Tangisnya semakin pecah ketika melihat ada darah yan mengalir dari kepala Daren.


“Tolong ! Tolong saya ! Kak bangun kak !”


Kesadaran Daren pun mulai menghilang hanya suara teriakan Freya yang kini terdengar di telinganya bahkan dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, semuanya gelap kini wajah Freya sudah tidak terlihat secara perlahan karena mata Daren yang terus menutup bahkan ketika dia memaksanya untuk tetap sadar dan melihat ke arah wanita yang amat dia cintai kini tengah menangisinya.


Freya yang panik bahkan tidak ingat untuk langsung menelpon ambulance dan hanya mengandalkan suaranya memanggil orang lain untuk membantunya. Bersyukur ada orang yang menghampiri mereka dan menolong Daren dengan menelepon ambulance ke tempat mereka kini.


“Kak Daren bangun jangan menakuti ku kak, aku tidak mau kamu kenapa-napa kak, bangun kak !!” Daren masih bisa sedikit mendengar suara tangisan Freya walaupun samar-samar ingin rasanya Daren kini merentangkan kedua


tangannya dan memeluk tubuh istrinya yang kini terasa berguncang karena isak tangis yang tidak ada hentinya.


Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa like ya teman-teman  pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......

__ADS_1


__ADS_2