Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Kekalahan


__ADS_3

Semua karyawan tengah menikmati waktu istirahat setelah mengikuti beberapa perlombaan yang tentunya menguras tenaga sehingga mereka memerlukan asupan kembali untuk mengisi tenaganya untuk acara selanjutnya, entah hanya untuk memberikan semangat ataupun mengikuti lomba itu sendiri, karena memberikan semangat pun tentunya memerlukan tenaga karena mereka harus menyoraki para peserta dukungan mereka untuk bisa maju dan memenangkan perlombaan dan menikmati hasilnya nanti.


Dirasa waktu untuk perlombaan selanjutnya akan segera di mulai seluruh karyawan kini berada di lapangan futsal yang tentunya sudah tersedia di perusahaan tersebut karena dari tahun ke tahun perlombaan futsal tidak pernah absen untuk tidak di perlombakan. Sehingga semuanya lebih efisien dan tidak perlu bersusah payah untuk menyewa lapangan futsal.


“Oke karena semuanya sudah berkumpul mari kita mulai lomba futsal putranya. Beri tepuk tangan yang meriah untuk seluruh tim yang bergabung.” Kini juri sudah mengumumkan perlombaan futsal yang seluruhnya hanya diikuti oleh karyawan laki-laki saja. Dan disinilah dimana divisi a melawan divisi b dan divisi c melawan divisi d. “Dan peserta dari setiap divisi yang menang akan bertanding untuk memperebutkan juara selanjutnya.”


Karena ada dua lapangan futsal yang tersedia kini divisi a, b, c, dan d sudah siap bertanding dengan lawan yang sudah di tentukan, terlihat permainan yang sengit dari dua kubu di keempat divisi tersebut untuk memperebutkan gelar juara. Hingga kubu satu di menangkan oleh divisi a yang di dalamnya terdapat para pemain yang terdiri dari Daren dan tiga sahabat setianya bersama dengan yang lainnya. Sementara di kubu ke dua di menangkan oleh divisi c yang juga salah satunya ada sosok James sebagai pemainnya.


“James kamu hebat sekali tadi sampai mencetak beberapa gol. Ini minumlah kau pasti haus karena sudah bermain dengan hebat.” Senyuman lebar yang di tunjukan oleh Freya mengusik Daren yang kini melihatnya dari kejauhan terlebih lagi dirinya merasa murka ketika melihat Freya sudah menyodorkan botol air minum lengkap dengan handuk kecil untuk melap keringat laki-laki yang namanya enggan disebutkan oleh Daren.


“Terimakasih Frey.”


Merasakan ketidaksukaannya dengan interaksi antara James dan Freya kini Daren sengaja ingin menarik perhatian Freya dengan menyiramkan air di dalam botol minumnya ke wajahnya dan mengibas-ngibaskannya dan mengacak rambutnya berusaha bersikap keren di hadapan Freya dan sedikit menaikan kaosnya menunjukan otot-otot tubuhnya yang menggoda. Namun sayang bukan mendapatkan perhatian Freya namun Daren malah mendapatkan teriakan dari wanita-wanita yang tidak jelas yang merasa terpukau melihat tindakan Freya.


“Wow lihat betapa seksinya perut pak Daren, ingin rasanya aku menyentuhnya.” Ucap salah satu wanita yang tengah memperhatikannya, di susul dengan pujian-pujian yang lainnya.


Daren salah jika beranggapan Freya tidak tertarik dengan tindakannya sungguh Freya bahkan harus berusaha menelan ludahnya kasar karena serangan mendadak Daren bahkan jantungnya berdetak cepat namun kini mulut Freya berusaha menyangkalnya. “Cih, dasar kurang kerjaan hanya berusaha menggoda karyawan yang lain saja.”

__ADS_1


“Baiklah mari kita lanjutkan perlombaan futsal ini dimana divisi a akan melawan divisi c dan memperebutkan gelar juara satu sementara divisi d dan b akan memperebutkan gelar juara tiga.” Dan setelah beberapa menit mereka beristirahat kini kedua perwakilan divisi mulai bersiap untuk mengikuti lomba kembali.


Terdengar suara teriakan Freya yang tengah meneriaki dan menyemangati Daren meneriakan nama divisi a. “Ayo divisi A semangat, semangat !!” Dan dengan seringainya Daren tersenyum merasakan kebahagiaan karena mendapatkan kata penyemangat dari Freya, yang memberikan semangat sendiri tidak sadar dengan perkataan yang terucap dari mulutnya dirinya hanya merasa bersemangat untuk memberikan kata penyemangat untuk Daren dan tentunya mendapatkan perhatian dari yang lainnya dengan kening yang sudah berkerut.


Namun dengan sekuat tenaga Bella memberikan pukulan keras kepada Freya menyadarkan sahabatnya yang di rasa kurang waras itu. “Ya, kamu bodoh atau apa kenapa malah menyemangati musuh. Otakmu kamu tinggal dimana hah ?” Dan balasan Freya hanya menyeringai kan bibirnya saja memasang wajah tidak bersalahnya.


“Frey, berikan semangat untuk ku agar divisi kita menang.” Kini James sudah menghampiri Freya yang berada di sisi lapangan sembari menunjukan senyum tampannya.


“Baiklah. Semangat James, kamu pasti bisa.” Kini Freya sudah meneriakan kata penyemangatnya dan tentunya mengganggu pendengaran Daren yang mendengarnya.


Kini tim Daren unggul dari tim James dengan skor dua kosong, kemenangan tim Daren membuatnya menyombongkan diri dengan mengerlingkan matanya kepada Freya, sementara yang di kerlingi hanya diam mematung dan kesadarannya kembali ketika James menghampirinya dan meminta air minum botol yang kini


berada di dalamnya.


“Frey doakan aku supaya tim kita menang, terus semangati aku supaya aku lebih semangat lagi dan mencetak banyak gol.” Sementara yang dimintai semangat hanya menganggukan kepalanya sembari tersenyum.


Dan kini permainan pun di mulai kembali setelah jeda beberapa menit saja untuk mengisi cairan di dalam tubuh yang hilang karena dikeluarkan melalui keringat. “James semangat !! Divisi c semangat, go, go, go.” Kini suara

__ADS_1


teriakan Freya membahana terdengar seluruh penonton dan pemain dan semangat yang di suarakan oleh Freya diikuti oleh Daisy dan Bella dan tentunya teman dari divisinya.


"Divisi c semangat, semangat !!" Teriak yang lainnya.


Fokus Daren teralihkan mendengar suara Freya yang bukannya menyemangatinya malah menyemangati laki-laki yang kini menjadi lawannya, sehingga tim Daren pun kebobolan sehingga skor menjadi dua satu, hilang fokus Daren terus berlanjut bahkan kini skor kedua tim imbang.


“Daren fokus, ada apa denganmu. Tadi bola sudah datang di dekatmu.” Kini Jeff mencoba menyadarkan Daren yang sedari tadi terlihat tidak berkonsentrasi, kini waktu menunjukan beberapa menit terakhir untuk akhir permainan sementara kedua tim memiliki skor yang sama.


Dengan lihainya James menggiring bola ke kandang lawannya terus menggoceknya dibantu dengan kerjasama antar tim sehingga bola yang di giringnya hampir mendekati gawang lawan, dari kejauhan Daren mencoba menggagalkan aksi James dengan terus berlari namun sayang di detik-detik terakhir James malah tersandung kakinya sendiri dan ‘Gol’ itulah suara yang didengarnya.


“Daren kau tidak apa-apa ?” Kini ketiga sahabatnya sudah menghampirinya dan menanyakan keadaan Daren yang terlihat meringis kesakitan namun tidak bisa menutupi kekesalan yang terlihat dari raut wajahnya.


“Iya aku tidak apa-apa.”


James berlari-lari dan tertawa puas dengan kemenangan timnya menghampiri Freya dan mengajaknya ber-tosria sementara mimik wajah Freya terlihat senang naum juga terlihat khawatir, senang karena divisi nya menang namun ekspresinya tidak bisa membohongi bahwa kini hatinya meringis melihat Daren yang terjatuh tadi.


“Apakah dia baik-baik saja.” Gumam Freya dalam hatinya. “Semoga kak Daren tidak kenapa-kenapa." Dan lamunan Freya langsung di bubarkan Daisy menepuk sebelah bahunya.

__ADS_1


“Frey akhirnya kita menang, asyik kita bisa berlibur juga akhirnya." Karena rasa bahagianya Daisy pun memeluk tubuh menyalurkan seluruh perasaan bahagianya.


Jika kalian suka jangan lupa likenya ya kawan kawan, dukung author dengan like kalian dan jangan lupa pula rate novel ini. Vote seikhlasnya aja kagak maksa banyak karena author juga butuh dukungan dari kalian,komentar kalian juga bagaimana tentang novel ini biar author tahu kalau kalian suka dengan novelnya, author baca kok komentarnya......


__ADS_2