Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Jangan Jauh Dari pandanganku


__ADS_3

Terlihat dokter tengah memeriksa keadaan Daren mengecek alat vital Daren apakah ada yang terganggu atau tidak, semua orang harap-harap cemas menunggu hasil laporan yang akan dokter sampaikan. “Bagaimana keadaan anak saya dokter apakah dia baik-baik saja.”


Terlihat dokter tengah tersenyum  ke arah Lydia yang tengah khawatir akan keadaan anaknya. “Ibu tenang saja sekarang kondisi anak ibu sudah membaik, jadi ibu tidak perlu terlalu khawatir. Anak ibu sudah berusaha untuk sadar kembali.”


“Terimakasih dokter.” Ucap Lydia penuh rasa syukur.


“Iya sama-sama ibu, kalau begitu saya permisi dulu. Nanti ke depannya akan ada perawat yang sering memantau keadaan anak ibu. Mari bu.” Dan dokter pun melenggangkan dirinya untuk pergi dari ruang icu tersebut.


“Syukurlah Daren kamu baik-baik saja kita semua sangat khawatir dengan kondisi kamu karena sudah beberapa hari namun kamu belum sadar juga.” Delano bisa bernafas lega karena melihat adiknya sudah sadar kembali.


“Iya Daren kami sangat bersyukur kau sudah bangun sekarang.” Ella pun merasakan hal yang sama yang di rasakan oleh suaminya Delano dengan terus mengeratkan tangannya di lengan Delano yang tadi sempat tegang karena pemeriksaan yang di jalani oleh Daren. Delano takut adiknya akan hilang ingatan seperti di sinteron-sinetron kebanyakan dan melupakan keluarganya, namun dia lega karena hal itu tidak terjadi kepada Daren.


.


.


.


.


.


“Mam.” Ucap Daren pelan namun masih terdengar oleh yang lainnya.


“Iya ada apa nak ?” Lydia segera menghampiri anaknya yang kini sudah bisa memanggilnya kembali setelah beberapa hari terus tertidur.


“Freya mana mam ?” Tanya Daren yang kini sudah memantau ke sekitarnya mencari keberadaan Freya. “Kenapa aku tidak melihatnya dari tadi, Freya di mana mam.” Daren sungguh merasa ketakutan jika benar Freya tidak ada


di sampingnya kini.


“Freya ada nak.” Lydia terlihat tersenyum karena melihat perubahan dalam diri Daren sepertinya Freya sudah berada dalam hati anaknya yang sering membuat ulah itu.


“Jadi sekarang Freya dimana mam ?” Kini tangan Daren sudah memegang erat lengan Lydia dan mengguncangnya pelan karena kondisinya yang baru saja sadar dari tidur panjangnya, hingga dia merasakan otot-ototnya sedikit kaku mungkin efek dari terus berbaring lama di atas tempat tidur.


“Aku di sini kak.” Terlihat Freya muncul entah dari mana namun Daren merasa lega karena kini Freya masih setia berada bersamanya. “Apakah kakak perlu sesuatu ?” Tanya Freya dengan suara yang serak karena menangis.

__ADS_1


“Kemarilah.” Daren memberikan kode dengan jari telunjuknya agar Freya mendekat ke arahnya, dan tanpa di duga setelah Freya mendekat Daren menarik lengan Freya kuat dan menautkan jemarinya ke dalam jemari Freya. “Jangan jauh dari pandangan ku Frey, aku takur tadi kamu beneran menghilang.


“Kakak ada ada saja, aku kan hanya keluar sebentar kak.” Semua orang sudah tergelak tawa karena melihat tingkah laku Daren yang sangat manja saat ini. “Memangnya kakak kira kau pergi kemana ?”


“Entahlah, tapi aku hanya takut kamu pergi jauh saja, intinya mulai sekarang jika kamu pergi kemana pun kamu harus mengatakan semuanya kepada ku, oke ?” Terlihat Daren menunggu respon Freya yang diam beberapa saat karena permintaan Daren. “Frey,, janji kan ?”


“Hmm.” Freya hanya berdehem pelan dan menganggukan kepalanya ragu, dia melakukannya karena tidak tega dengan kondisi Daren yang baru saja pulih. “Kakak tidak lapar ? Mau makan apa ? Mau minum air ?”


Freya berusaha mengalihkan pembicaraan tersebut dengan pertanyaan lain. ”Aku haus aku mau minum, tapi bantu aku ya aku masih lemas untuk minum sendiri.” Daren hanya beralasan agar Freya akan selalu memanjakannya dengan alasan sakitnya itu.


“Baiklah kakak mau minum, ayo Freya bantu ?” Freya membantu Daren untuk meminum airnya dengan sedikit mendudukkan badannya.


“Haduh mih sepertinya lebih baik kita pulang saja rasanya di sini kita seperti obat nyamuk saja.” Terdengar Delano sedang menyindir adiknya yang tidak tahu malu itu bermesraan di depan mereka ya walaupun keluarganya sendiri. “Ayo mam kita pulang saja sepertinya dia juga sudah tidak membutuhkan kehadiran kita lagi.”


Mendengar kata sindiran dari Delano Daren hanya tersenyum namun berbeda dengan Freya dirinya sudah tersipu malu dengan pipi yang sudah memerah. “Ya pergilah, lagi pula aku sudah bosan melihat wajah kakak.”


Mendengar itu Delano hanya memberikan pelototan tajam ke arah Daren yang sungguh kurang ajar itu. “Ya, ya, ya kita akan pulang dasar tidak tahu malu. Yasudah kita pulang ya ?”


Delano yang masih berdiri membuat Daren gemas karenanya. “Katanya mau pulang yasudah sana pergi kenapa masih berdiri saja ?” Mendengar itu Delano hanya bisa memutar bola matanya jengah dengan kelakuan Daren.


“Kamu dia juga kan adik mu.” Ketika Delano hendak memprotes Lydia langsung memotong perkataannya. “Kalau begitu mamih pamit pulang nanti akan ada orang yang membawakan kebutuhan kalian di sini. Kamu Daren istirahatlah jangan memikirkan hal yang lainnya, sembuhkan dulu dirimu itu.”


“Iya mami ku yang cerewet.” Daren hanya tersenyum lebar setelah mengucapkannya namun Lydia langsung menatap tajam ke arah Daren. “Dasar mulutmu itu ya, lebih kalem ketika kamu tidur kemarin tau.”


“Mam !!!” Daren merengek setelah mendengar ucapan Lydia, ruangan terasa sepi setelah keluarganya pergi dari ruangan tersebut hingga Daren merasakan dirinya sudah lapar dan meminta Freya untuk menyuapinya buah-buahan.


“Frey aku mau makan buah.” Dan dengan sigap Freya langsung menuruti kemauan Daren. “Aku mau makan apel.” Dengan telaten Freya menyuapi Daren dengan lembut membuat suaminya itu semakin merasakan kebahagiaan


hanya dengan perhatian kecil yang diberikan.


Freya tidak tahu betapa tersiksanya Daren ketika Freya mengabaikan dirinya hingga kecelakaan datang dan tidak bisa di hindari, cukup sekali Freya seperti itu Daren tidak ingin lagi.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Sudah beberapa hari Freya merawat dan menemani Daren di rumah sakit dia bahkan harus izin untuk tidak masuk kerja karena Daren tidak ingin di tinggalkan oleh Freya, bahkan banyak pesan masuk ke dalam ponselnya karena Freya izin tidak masuk bekerja.


“Halo Frey, kenapa tidak masuk kerja ?” Terdengar suara Daisy yang cemas dengan keadaan Freya. Kini Freya berada di luar kamar Daren setelah meminta izin untuk mengangkat panggilan telepon dari Daisy walaupun sedikit ribet karena Daren menginterogasinya terlebih dahulu.


“Iya, aku sedang berada di rumah sakit.” Perkataan Freya yang belum terselesaikan langsung mendapat teriakan dari mulut Daisy.


“Frey kamu sakit apa kenapa tidak bilang jika sakit, sekarang kamu di rumah sakit mana biar aku jenguk, di sana sama siapa ada yang nemenin ?” Daisy bertanya tanpa jeda membuat Freya sulit untuk memotong perkataan Daisy.


“Daisy, Daisy tenanglah bukan aku yang sakit tapi kak Daren.” Teriak Freya mengehentikan ocehan Daisy.


“Syukurlah jika bukan kamu, APA ! kenapa kak Daren bisa sakit ?”


“Kamu ini kak Daren kan juga manusia kenapa tidak bisa sakit.” Freya terdengar terkekeh karena pertanyaan Daisy.


“Tidak apa-apa aku sangka saja dia tidak bisa sakit.” Terdengar suara Daren yang sudah memanggil namanya untuk segera kemabli ke dalam kamar jadi mau tidak mau Freya haris segera mengakhiri penggilannya dengan Daisy.


“Das sudah dulu ya, sepertinya kak Daren membutuhkan sesuatu nanti saja aku jelaskan nya jangan lewat ponsel. Oke bye.” Mereka berdua pun segera mengakhiri panggilannya dan Freya segera menyusul Daren ke dalam.


Daren ternyata meminta Freya untuk mengantarnya masuk ke dalam toilet memintanya memapahnya Daren berpura-pura lemas dan mengeratkan pelukannya di pinggang Freya mencari kesempatan karena Freya yang polos tidak menyadari niat terselubung Daren.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa like ya teman-teman  pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......


__ADS_2