
Sebulan telah berlalu dimana semua persiapan sudah pas di rasa sebulan yang lalu semua di sibukan dengan tugas masing-masing demi berjalannya acara ulang tahun kantor yang di adakan pada hari ini semua divisi sibuk
mengatur dirinya dan memeriksakan tugasnya masing-masing, seluruh karyawan kantor sudah siap dengan setelan olahraga yang serempak di mana seragam tersebut sudah di desain sebelumnya demi terlihat kompak dan seragam ketika di pandang, hanya saja yang membedakan adalah dari warna seragam, warnanya sudah disesuaikan dengan voting per masing-masing divisi dalam pemilihan warna tersebut.
Sepanjang Pak Beni selaku direktur perusahaan memberikan kata pembuka dan memberikan kata penyemangat demi kelancaran acara, sejalan dengan itu pula mata Daren tak henti-hentinya memperhatikan Freya yang tengah
asik mengobrol dengan sahabatnya, bukan Daisy yang jadi permasalahannya apalagi Bella namun laki-laki yang tak ingin dia sebutkan namanya itu yang mengganggu perhatiannya membuat matanya sakit melihatnya.
Daisy sadar sangat sadar, Bella pun termasuk James juga bahwa sedari tadi Daren memperhatikan ke arah mereka, mereka bertiga memiliki pemikiran yang berbeda tentang tatapan Daren namun entah sengaja ataupun tidak kenapa Freya malah mengabaikan sorotan tajam dari Daren seperti menganggapnya tidak terlihat.
“Baiklah acara pekan olahraga kantor untuk memperingati ulang tahun saya resmi buka.” Riuh tepuk tangan seluruh karyawan saling bersorakan setelah mendengar kata pembuka dari Direktur Beni. Dan terlihat seluruh karyawan sudah bersiap di tempatnya masing-masing.
“Frey, mari lihat penampilanku dan Bella terlebih dahulu lomba kamu dengan James masih lama.” Akhirnya Freya dan James memutuskan untuk melihat lomba dance Daisy dan Bella terebih dahulu untuk memberi semangat.
Mereka berdua tidak menyangka di belakang sifat Bella dan Daisy yang bertolak belakang mereka malah terlihat kompak ketika melakukan lomba bersama, sampai akhir Freya dan James terus memberikan kata semangat dan tepuk tangan yang meriah untuk kelompok Daisy dan Bella dan rekan kerjanya yang lain.
.
.
.
.
.
.
.
Semua karyawan tengah duduk di setiap divisi nya masing masing melihat lomba yang hanya di wakilkan beberapa orang saja dari setiap Divisi, per divisi maksimal mengirimkan dua pasangan untuk mengikuti lomba tersebut dan ya Freya dan James menjadi salah satu perwakilan yang di kirimkan dari divisinya.
Daren langsung tersedakair minum yang baru saja dia luncurkan kedalam tenggorokannya ketika melihat ternyata Freya dan laki-laki yang tidak ingin dia sebutkan namanya itu menjadi pasangan lomba, yaitu lomba dimana kaki mereka akan diikat oleh sebuah kain seperti sapu tangan dengan warna sesuai seragam dari masing-masing divisi dan hilangkan dari kata seragam untuk kedua pasangan itu karena menurut Daren mereka tidak seragam atau lebih tepatnya tidak cocok menjadi pasangan, lagipula kenapa mereka harus saling berdekatan bahkan menempel seperti itu, botol minum pun menjadi sasaran kemurkaan Daren membuat botol minum tersebut remuk tak bersisa dan tiga serangkai hanya meringis merasakan ketakutan melihat botol tersebut membayangkan jika itu adalah tangan mereka.
__ADS_1
“Hei kenapa mereka menempel seperti itu, memangnya boleh !” Entah kepada siapa pertanyaan ataupun pernyataan tersebut Daren tujukan, bahkan tiga serangkai merasakan kebodohan dari dalam diri Daren menyatakan dengan jelas dalam pikiran mereka ‘perkataan macam apa itu ?’.
“Tentu saja harus berdekatan jika mereka berjauhan dan bila perlu sembunyi namanya main petak umpet.” Sean jengah dengan kelakuan Daren.
“Memangnya aku bertanya padamu.” Kesal mendengar perkataan Sean yang bukannya membantu menenangkannya malah semakin menyulut emosinya. “Diam jangan banyak bicara kamu.”
Kini pandangan Daren kembali fokus kepada dua insan yang tidak ada cocok-cocoknya itu di matanya, melihat interaksi mereka yang terlihat sangat intim di mata Daren namun biasa saja di mata yang lainnya. Tatapan Daren
menusuk melihat langkah sepasang kaki yang berbeda itu tengah berusaha berjalan mendekati garis akhir yang di tentukan.
Freya berusaha menyeimbangkan langkah kakinya bersamaan dengan langkah kaki James berusaha agar timnya memenangkan lomba tersebut, apalagi dia semakin semangat setelah mendengar hadiah yang akan diberikan kepada pemenang lomba tentu saja Daisy juga memojokannya agar Freya menang lomba tersebut. Emosi Freya semakin tersulut ketika menyadari pesaingnya tengah berusaha mengejar keterlambatannya yang kini berada di belakang Freya dan sontak saja tangan Freya memegangi pinggang James dengan erat berusaha mencari keseimbangan dan agar mereka lebih cepat lagi.
Kesempatan yang diberikan oleh Freya tentu saja di sambut oleh James kini dia berbalik merengkuh bahu Freya dengan erat membawanya kedalam dekapannya, namun berbeda dengan satu penotonton yang melihatnya terlihat bola api menyala dari pancaran matanya dan terus melayangkan protes. “Apa-apaan dia, beraninya memegang bahunya apa dia tidak tahu jika Freya sudah memiliki suami.”
Mendengar emosi Daren yang meledak-ledak ketiga sahabatnya itu hanya terkekeh geli tanpa berniat menenangkannya karena mereka tahu akibatnya malah akan berbalik kepada mereka. “Dan kenapa dia tidak protes dipeluk seperti itu. Wah dia tidak takut suaminya akan marah.”
“Tahun depan akan aku ajukan tidak akan adal lagi lomba seperti ini, sungguh tidak ada manfaatnya. Siapa yang mengusulkan lomba itu, ingin ku cekik orang nya.”
“Benar kau ingin tahu siapa orangnya ?” Tanya Levon sembari menggoda Daren.
“Iya coba siapa katakan siapa orang tersebut.” Namun pandangannya tidak beralih dari Freya.
Dan kini otak Daren berputar keras memikirkan bagaimana caranya agar tahun depan tidak ada lagi lomba seperti itu, dia harus bisa membujuk direktur Beni untuk tidak mengikut sertakan lomba tali apa itu dia tidak peduli, membuatnya emosi saja.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Sebentar lagi sepasang kaki yang terikat itu mencapai akhir dan mengantarkan mereka kepada kemengan sorak sorai semakin menggema menyemangati Freya dan James, hingga akhirnya keduanya sampai di garis akhir setelah melewati pita yang menjadi penanda akan kemenangan mereka dan membuat divisi c bersorak gembira dan menularkan rasa bahagia kepada pasangan yang menjadi pemenang tersebut. Karena merasakan kegembiraan Freya dan James pun saling menyalurkannya dengan cara berpelukan keduanya saling memeluk erat dengan tawa yang menggema.
“Kita menang James, kita menang.” Teriaknya di sela-sela pelukannya bersama dengan James dan begitu pula sebaliknya James yang merasa bahagia pun memeluk erat Freya bahkan memutarkan tubuh Freya di dalam pelukannya.
“Kurangajar.” Daren meledakan emosinya dengan melemparkan bekas minumnya yang sudah tak berbentuk melemparnya sekuat tenaga dan meninggalkan temoat tersebut tidak ingin berlama lama lagi melihat pemandangan yang merusak matanya itu.
Melihat Daren yang kini di penuhi emosi Jeff dan yang lainnya menyusul kepergiannya dan meninggalkan tempatnya bersama-sama mencoba menenangkan Daren meredakan emosinya karena setelahnya mereka harus mengikuti lomba futsal, mereka tidak ingin karena emosi Daren akan mengganggu jalannya lomba nantinya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jika kalian suka tolong di like dan berikan vote seiklasnya berikan dukungan kalian yang sudah membaca cerita ini agar author selalu diberika semangat dalam mebuat ceritanya. Salam hangat buat semuanya......