
Sudah hampir tiga bulan lamanya semenjak perpisahan Daren dan Freya terjadi, selama tiga bulan tersebut Daren menjalani harinya dengan berat dia berusaha bahkan sangat berusaha untuk tidak terlalu memikirkan Freya yang setiap waktu selalu berada dalam pikirannya.
Bukan untuk melupakannya karena sepertinya namanya sudah terpatri di dalam hatinya namun dia tidak ingin terlihat menyedihkan apalagi di hadapan maminya yang selalu merasa khawatir bahkan ketiak Daren terlihat murung sedikit saja, karena dia tidak bisa hanya memikirkan dirinya sendiri masih ada maminya yang harus dia pikirkan.
Daren bekerja lebih keras dari biasanya mencari kesibukan untuk tidak terlalu bersedih namun sayang semua kenangannya bersama Freya selalu saja muncul ketika dia sudah berada di dalam rumah yang penuh kenangan bersama Freya.
Dia bahkan selalu berhalusinasi melihat Freya tengah tersenyum kepada dirinya dan menyambutnya dengan hidangan makanan di atas meja, membayangkan dirinya di marahi oleh Freya karena melihat baju yang berserakan di lantai.
Daren sekarang mengutuki minuman karena kejadian yang menimpanya setelah di tinggal Freya dia tidak ingin mendekati minuman beralkohol lagi karena hal itu membuatnya menyesal telah membuat maminya bersedih.
🌾 Flashback on 🍂
Daren kembali ke rumahnya setelah dia pulang dari kantornya dia memanggil nama Freya namun sayang tidak ada sahutan, tersadar ternyata Freya sudah pergi meninggalkannya karena Frustasi akhirnya dia mengambil minuman beralkohol dengan jumlah yang banyak. “Kenapa aku masih tidak sadar juga bahwa Freya sudah tidak berada di sini dia sudah pergi, dia sudah pergi.”
“Dan bodohnya aku tidak tahu dia pergi kemana, aku memang berjanji tidak akan menganggu dia untuk meraih keberadaanya namun aku sangat ingin tahu apakah dia baik-baik saja, aku ingin tahu bagaimana keadaanya setelah meninggalkan aku, apakah dia bahagia ?” Daren terus meracau tidak jelas dia sudah terlalu mabuk setelah meminum beberapa botol.
__ADS_1
Dia mengingat ketika mendatangi rumah ibunya Freya yaitu Iris dia bahkan bertanya tentang keadaan Freya apakah dia baik-baik saja dan Iris selalu menjawab bahwa Freya baik-baik saja namun ketika Daren bertanya di mana tempat Freya berada sekarang Iris selalu berusaha menutupinya.
Lydia terpekik kaget ketika dia baru saja sampai di rumah anaknya karena melihat Daren sudah terkapar tidak berdaya di lantai di dekat meja dan sofa ruang tengahnya dengan terlihat banyaknya botol minuman di atas meja. “Daren !”
“Daren bangun nak bangun, kenapa kamu seperti ini ?” Lydia terus memukul pipi Daren agar anaknya segera sadar, Lydia semakin khawatir karena tidak ada respon yang diberikan oleh Daren.
Dan segera Lydia menelepon meminta bantuan berdoa agar anaknya masih bisa selamat.
Dokter pun menyampaikan hasil dari pemeriksaanya bahwa anaknya itu over dosis karena terlalu banyak minum sehingga membuatnya tidak sadarkan diri untungnya masih bisa selamat karena segera di tangani.
Hari ini Daren berpamitan kepada teman-temannya karena dia sudah mengambil keputusan untuk pergi dari kota Vancouver dan berpindah ke kota Surrey dia menerima tawaran dari kantornya untuk menangani proyek yang berada di kota Surrey.
Daren merasa itu mungkin jalan yang diberikan tuhan untuknya agar bisa sedikit mengobati luka di hatinya. Karena kenagan bersama Freya di kota ini terlalu menyakitkan. “Daren aku kami pasti akan merindukan mu.” Kini Levon sudah berdiri berhadapan dengan Daren bersamaan dengan Sean dan juga Jeff.
“Iya kalau kau pergi ke sana pasti kau akan merindukan bau kentut ku ini.” Daren langsung melotot tajam ke arah Jeff yang hanya dibalas dengan senyuman bodoh Jeff.
__ADS_1
“Iya iya aku hanya bercanda tidak usah menatap seperti itu, tapi jika kamu mau aku bisa memasukannya kedalam botol agar kamu bisa mencium baunya.” Dan pukulan pun di terima oleh Jeff bukan dari Daren namun dari Sean yang merasa geli mendengarnya.
“Sudah jangan dengarkan orang gila ini, jangan lupakan kami Daren dan segera hubungi kami jika da perempuan cantik di sana.” Perkataan Sean langsunng mendapat semburan dari semuanya. Dasar mata keranjang.
.
.
.
.
.
Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......
__ADS_1