Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Gangguan Emily


__ADS_3

Setelah perdebatan semalam dengan Freya yang dirasakannya semalam seperti bukan dirinya, kini Daren tengah fokus akan pekerjaannya yang tengah membuat desain terbaru untuk proyek selanjutnya hingga tidak terasa terdengar bunyi bergemuruh dari dalam perutnya, Daren pun melirik ke dalam jam yang dia kenakan di pergelangan tanggannya. Tanpa sadar waktu sudah menunjukan istirahat makan siang, pantas saja cacing dalam perut Daren berdemo dengan kerasnya.


Di jalan menuju ke arah luar tepatnya ke basement perusahaan tiba-tiba langkahnya terhenti oleh panggilan dari wanita yang sangat dihindarinya kini, terdengar suara langkahnya sedikit berlari mencoba mengejar langkah kaki Daren yang tengah berjalan.


“Daren.”


Dengan terpaksa Daren membalikan badanya dan menoleh ke arah wanita yang masih saja berani mendekatinya. Dilihatnya kini wajah tersebut yang dengan tidak tahu malunya tersenyum ceria sembari memanggil nama Daren.


Daren yang jengah tanpa menjawab pun langsung pergi meninggalkan Emily, tanpa menghiraukan namanya yang terus saja diteriakan. Dengan langkah besar Daren pergi meninggalkan Emily namun kini Emily malah berlari sekuat tenaga.


Sementara Freya yang kini tengah berdiri di samping mobil Daren yang berada di basement, sebenarnya sudah janji akan makan siang bersama dengan Daren setelah menerima pesan darinya, tanpa sengaja mendengar suara yang sangat tidak asing bagi Freya, terdengar suara Emily yang memanggil nama suaminya dan dengan terkejutnya Freya bersembunyi di samping mobil Daren.


“Daren !” berteriak dengan keranya “Aku tidak ingin kamu meninggalkan aku seperti ini.”


Merasa terus dihiraukan oleh Daren dengan beraninya kini tangan Emily sudah menarik pergelangan tangan Daren dan mencoba menghadang dan menghadapkan diri ke arahnya.


“Kamu tahu seberapa banyak aku mencintaimu ?”


“Jadi apa ?” menjawabnya dengan malas.


Karena merasa malas akan jawaban dari Emily yang pastinya hanya akan membahas masalah sebenrapa besar cintanya, Daren pun segera meninggalkannya namun segera Emily menarik kembali Daren bahkan kini sudah memeluknya dengan erat dan berusaha mencium Daren.


Freya yang mendengarnya tidak tahan dan keluar dari persembunyiaannya namun Freya sedikit terkejut tatkala melihat Emily berusaha mencium suaminya namun Daren berusaha menolaknya dan berusaha mendorong Emily


untuk menjauh darinya.


“Apa yang kamu lakukan ?” bentak Daren.


“Jika kamu tidak ingin berbicara denganku makan aku akan memperkosamu disini.”


Daren sangat terkejut dengan ucapan Emily dan merasa jika dia sudah gila tingkat tinggi.


“Apa kamu gila ?” menatap tajam ke arah Emily “Apakah kamu tidak tahu malu ?”


Ketika mereka berdua sibuk bertengkar dengan langkah tegasnya Freya mendatanginya dan memanggil nama suaminya dengan tegasnya sehingga berdebatan mereka berhenti seketika.


“Kak Daren.”


Daren terkejut dan meneriaki nama Freya tanpa suara, semenntara Freya memberikan sorot mata tajam seakan berkata apa sekarang kamu sedang berselingkuh di belakangku, sementara yang ditatap kelimpungan karena


melihat ke arah mata Freya menatap tajam terhadap dirinya. Dan ternyata kancing kemeja sudah terbuka akibat ulah mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


“Jadi gadis kecil ini.” Emily berkata sembari melihat penampilan Freya dari atas sampai kebawah. “Kamu sudah menikah dengannya ?”


“Iya kami sudah menikah.” Freya langsung menjawab pertanyaan Emily yang hendak dijawab oleh Daren.


Dan dengan sikap Freya yang tidak ingin kalahnya dia berusaha menjauhkan Emily dari Daren bahkan memperlihatkan cincin pernikahannya di hadapan Emily. Daren yang sadar bahwa dirinya tidak mengenakan cincin pernikahan langsung menyebunyikan tangannya ke dalam saku celananya.


“Jika suamimu sudah memata-matai kami seharunya dia tahu bahwa kami sudah mendaftarkan pernikahan kami.”


“Semua orang juga bisa jika hanya mendaftarkan pernikahan saja.”


“Haruskah kami membuktikannya ?” tantang Freya yang kini sudah merasa geram. “Dan kami tidak harus melakukan hubungan suami istri di hadapan mu bukan ?”


Mendengar perkataan Freya tentu saja membuat telinga Daren sedikit memerah menahan rasa malu, apa yang baru saja dikatakan si pembuat onar. Bahkan dirinya tidak sanggup membayangkannya.


Sementara Emily hanya berdiam diri dia merasa kalah telak di hadapan Freya. Karena tidak ingin melanjutkan perdebatan yang tidak ada manfaatnya tersebut Daren mengajak Freya untuk pergi meninggalkan Emily.


“Ayo Frey, kita segera pergi.”


Dengan sigap Freya menarik tangan Daren yang hendak pergi dan langsung menautkan jemarinya di sela-sela jemari Daren dan menggenggamnya dengan erat sambil bergelayut manja di tangan Daren.


“Iya ayo sayang, aku juga sudah lapar ingin segera makan.”


.


.


.


.


.


.


.


Di dalam mobil Daren dan Freya hanya bisa senyum dan tertawa kecil mengingat hal yang baru saja terjadi, Freya yang malu karena tindakannya terus saja memalingkan wajahnya ke arah kaca mobil dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Untuk mengusir kecanggungannya akhirnya Freya memberanikan diri membuka suaranya dan menoleh ke arah Daren.


“Kak Daren, Aku pikir wanita itu tidak akan berhenti untuk terus mengganggumu.”

__ADS_1


“Sudah lupakanlah. Selama aku terus menghindarinya, dia tidak akan berani berbuat apapun.”


“Tidak berani apa, tadi saja dia hampir mencium mu.” Memprotes di dalam hatinya.


Dan perkataan Daren hanya dibalas senyuman oleh Freya, dengan cincin yang masih bertengger di jari manis Freya segera menyadarkan Daren agar dia segera membukanya dengan mendorong pelan dahi Freya dengan jari telunjuknya dan memintanya melepaskan cincin tersebut.


“Hey, kapan kamu akan melepaskan cincinnya ?”


“Sekarang. Maaf aku lupa melepaskannya.” Menjawab dengan gugup dan segera menarik cincinya berusaha melapaskan dari jarinya yang lentik.


Sementara Daren hanya mengangguk mendengar pernyataan dari Freya membenarkan ucapannya. Setelah melepaskan cincin dari jari manisnya Freya hanya terus dan terus saja memandangi wajah Daren tanpa henti-hentinya dan tersenyum seolah senyumannya tidak akan pernah pudar jika dia bisa terus berada di dekat Daren dan menatapnya setiap hari.


Setelah puas menatap Daren kini pandagannya dia pusatkan ke arah jalan raya di depannya tetapi dengan senyuman yang terus bertahan di bibirnya, Freya merasakan bahagia ketika dirinya mengingat kembali bahwa dirinya telah menggengam tangan Daren dan mebuat detang jantungnya berdebar tidak karuan merasakan bahagian dan merasa seolah-olah kupu-kupu kini tengah berterbangan dari dalam perutnya.


“Andai kita bisa terus bergandengan tangan setiap hari, aku pasti menantikan hari itu datang sungguh.” Gumam Freya dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa


klik favorit 📌


like 👍


Dan komentar nya ya 💌


Dan jangan lupa juga vote❤️


Vote novel ini sebanyak banyaknya jangan lupa soalnya suka kelupaan kalo keasikan baca, biar author makin semangat nulisnya terimakasih buat semua pembaca novel Suamiku Sepupuku, bentuk dukungan adalah penghargaan bagi para author 😘🤗💞💞

__ADS_1


__ADS_2