
Setelah kejadian hari itu mereka bisa lebih hidup rukun dan saling menjaga namun tidak bisa di pungkiri jika Daren begitu mengkhawatirkan keadaan Freya, bahkan di sela-sela waktu yang dia miliki dia berusaha mencari pendonor ginjal untuk Freya agar dia bisa hidup lebih lama dan menikmati waktu mereka bertiga bersama dengan anak mereka tentunya.
Namun sayang hingga saat ini pun masih belum ada pendonor yang cocok dengan Freya. Golongan darah yang berbeda menjadi kesulitan mencari pendonor yang cocok.
“Freya kemarilah mari kita timbang berat badan mu.” Dan Freya pun menghampiri Daren yang sudah duduk berhadapan dengan timbangan yang berada di bawahnya.
“Daren begitu khawatir karena berat badan Freya naik,.bahkan dia pun bisa melihat betis Freya yang membengkak. ”Biar aku lihat !” Daren pun memperhatikan seluruh tubuh Freya.
”Kita harus menjaga agar berat badan mu tidak naik lagi, padahal selama ini kamu makan tidak terlalu banyak aku bahkan khawatir apakah kamu kekurangan makan selama ini.”
“Sudah kak tidak apa-apa aku hanya perlu mengurangi makan ku saja.” Ucapnya berusaha menenangkan Daren.
Daren pun langsung mencium bibir Freya dengan mesra, sebenarnya dia rindu dan ingin menengok bayinya namun karena kondisi Freya yang tidak memungkinkan bahkan selama tiga bulan ini dia menahannya.
“Kamu tahu Freya ?” Tanya Daren yang masih memeluk Freya.
“Apa ?” Kini Freya dalam mode serius mendengarnya.
__ADS_1
“Sepertinya adek kecil ku sudah tumpul dan tidak tajam seperti dulu, karena dia sudah tidak di asah selama tiga bulan.” Dan perkataan Daren membuatnya mendapatkan cubitan dari Freya.
“Dasar mesum !!” Freya pun memukul Daren yang terus berusaha menghindarinya.
“Ampun Freya, ampun aku hanya bercanda sayang.”
“Aww, sakit.” Freya meringis kesakitan setelah merasakan nyeri pada perutnya. “Kak Daren sakit sekali.”
“Freya ? Apa yang terjadi apakah kamu akan melahirkan ?” Daren begitu panik dengan kondisi Freya yang terus mengeluh sakit dan dengan sigap Daren membawa Freya ke dalam gendongannya untuk dia bawa ke rumah sakit segera.
“Bertahanlah Freya, sayang bertahanlah.” Daren langsung mengemudikan mobilnya dengan cepat membelah jalanan agar dia bisa segera sampai di rumah sakit.
“Dokter tolong selamatkan anak saya.” Ucap Freya parau kepada dokter. “Tolong utamakan keselamatan anak saya dokter, jangan pikirkan saya.”
Dan Daren pun pergi menemani Freya di ruang bersalin namun karena pembukaan Freya masih belum sempurna jadi mereka pun harus menunggu. “Pak Daren bisakah anda ikut saya sebentar.” Ucap dokter
kepada Daren.
__ADS_1
“Baik dok, Freya kamu tunggu sebentar sayang aku akan pergi. Dan juga aku sudah memberitahukan kondisi mu kepada mami dan juga bibi Iris.” Dan Freya pun hanya menganggung dengan wajah yang sudah pucat.
Di ruangan dokter pun menjelaskn kondisi Freya yang dimana kondisnya saat ini tidak menguntungkan dimana karena penyakit dan kompilkasinya saat ini mengharusk Freya untuk segera melakukan operasi segera.
“Dia harus segera mendapatkan donor ginjal, karena saya tidak yakin dia bisa bertahan setelah melahirkan anak kalian.”
Dan kekhawatiran Daren pun semakin bertambah setelah mendengarnya. “Dokter jadi apa yang harus saya lakukan saat ini ?” Air mata bahkan sudah mengalir deras dari kedua sudut mata Daren.
“Tolong selamatkan Freya, dokter. Selamatkan dia !”
.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂🍂
.
Lupakan saja eh jangan deh. Jangan lupa dukungannya dengan cara like, komen, vote dan rate bintang limanya.
__ADS_1
Yah mungkin ini episode mendekati akhir karena rencananya novel ini akan segera tamat terimakasih untuk semua orang yang sudah mendukung novel ini semoga merasa terhibur, mungkin ini novel yang kurang menarik jdi maafkan saya jika masih banyak kekurangan.