
Freya benar-benar kesal karena Daren tidak mengindahkan ucapannya yang mengatakan bahwa dia benar-benar butuh waktunya sendiri, baik dirinya dan Daren memang keras kepala.
“Kenapa kak Daren terus-terusan berada di sini bukankah sudah aku katakan bahwa aku tidak ingin melihat kak Daren,
jika kak Daren datang lagi aku benar-benar akan menghiraukan kak Daren dan menganggapnya tidak ada.”
Daren menatap tajam ke arah Freya yang di balas dengan tatapan yang lebih tajam juga. “Kak Daren pikir aku tidak benar-benar dengan ucapan ku ?” Kini Freya sudah bersilang dada menantang Daren.
“Oh aku lupa jika kak Daren memang tidak benar-benar mengetahui ku dengan baik.”
Tidak ingin di anggap bahwa perkataan Freya benar Daren langsung menghampiri Freya dan menatap lekat ke arahnya. “Aku tidak mengetahui kamu dengan baik ?”
Daren menyebutkan tanggal lahir Freya, bunga favoritnya, warna kesukaannya, hobi yang di sukai Freya semua tidak terlewat dari mulut Daren.
“Cukup !” Bentak Freya kesal kepada Daren.
“Jika kamu benar-benar sudah mengetahui semuanya harusnya kamu tidak menggangguku seperti ini lagi.” Bahkan Freya sudah tidak memakai kata kakak lagi kepada Daren.
“Bukankah kamu mencintai ku ?” Teriak Daren ketika melihat Freya meninggalkannya. “Tetapi kenapa kamu begitu kejam terhadap ku ?”
__ADS_1
Freya hanya bisa berkaca-kaca mendengarnya. “Kamu bisa tetap berusaha menjauh dari ku, tapi ingat bahwa aku tidak akan pergi kemana pun. Dimana kamu dan bayi kita berada aku akan tetap setia berada di samping kalian.”
“Dengarkan dan ingatlah itu.” Daren sudah memberi peringatan tegas kepada Freya. “Aku akan menyiapkan barang-barang ku dan akan tinggal di sini bersama mu.”
Daren pun melangkah keluar menjauhi Freya yang dimana posisi mereka sedang berada di teras rumah Freya. “Tidak kak Daren !”
Mendengar teriakan Freya Daren pun berbalik arah. “Bukankah sudah aku katakan aku ingin tinggal sendiri di sini.”
“Aku tidak akan meninggalkan mu.” Daren pun tetap dengan keputusannya. “Baiklah akan aku tunggu hingga kamu menyetujui aku tinggal bersama dengan mu.”
Daren langsung duduk di kursi taman yang berada di kediaman Freya tidak menghiraukan teriakan Freya yang
terus melarangnya. “Aku bilang pergi sekarang juga !”
Merasa lelah karena sepertinya perdebatan mereka tidak akan berakhir Freya memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya dan membiarkan.Daren berbuat apa yang dia inginkan. “Terserah aku tidak peduli !”
Freya benar-benar kesal bahkan dia membanting pintu rumahnya kasar melampiaskan segalanya kepada benda mati tersebut. Tidak ingin kalah Daren pun melakukan hal yang sama dia tidak akan beranjak dari tempatnya sekarang ini.
“Kita lihat siapa yang akan menang, aku tahu pasti kamu tidak akan tega melihat ku nantinya. Kita tunggu saja sayang.”
__ADS_1
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
Daren benar-benar menepati janjinya bahkan hingga malam tiba pun dia tetap setia berada di kursinya sembari sesekali memandang ke arah kamar Freya yang tertutup rapat. Sebenarnya dia merasa kedinginan karena udara malam yang menerpa kulitnya.
Bahkan dia merasakan nyamuk mulai menggigit kulitnya yang terbuka tetapi dia sudah bertekad bahwa dia tidak akan menyerah.
Daren tersenyum cerah ketika melihat Freya mengintipnya melalui jendela kamarnya. “Ayo Freya biarkan aku masuk.” Daren terus berharap Freya akan merasa iba melihat keadaannya saat ini.
Freya langsung menutup gorden dan membuat harapan Daren runtuh, sepertinya Freya benar-benar tidak akan memaafkannya saat ini. “Jika aku memaksa bisa-bisa aku mati kedinginan disini.”
Daren pun memutuskan untuk pulang dan akan memikirkan cara lain agar Freya bisa memaafkannya dan menerimanya kembali.
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
.
Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......