Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Hidung Tidak Tahu Diri


__ADS_3

Akhir-akhir ini Freya merasa bahagia karena ketika dia pulang makana selalu tersaji di meja makannya dan rumahnya


selalu terlihat bersih dan tidak lupa dengan bunga tulip yang menjadi bunga favoritnya yang kini selalu hadir di vas bunga di ruang tengahnya.


“Terimakasih Angel kamu sudah berusaha merawat ku dengan baik bahkan selalu mengganti bunga di ini.” Tunjuk Freya sembari mencium bunga yang kini berada di tangannya.


Angel yang ketika itu sedang berada di rumah Freya hanya bisa tersenyum kaku karena merasa tidak enak hati karena bukan dia yang telah melakukan seluruh pekerjaan rumah termasuk hadiah bunga


tulip setiap hari tapi semuanya adalah perbuatan Daren.


“Iya Frey sama-sama yang terpenting adalah kamu harus selalu bahagia agar anak mu sehat selalu.” Bijak juga ini si Angel.


“Iya Angel aku pasti akan selalu menjaga anak ini.” Ucapnya lirih sembari mengusap-usap badannya yang tengah terisi bayinya bersama Daren.


“Walaupun ayah mu tidak tahu kamu hadir dalam perut ibu tapi kamu jangan khawatir nak ibu pasti akan pastikan kamu tidak akan pernah kekurangan kasih sayang seorang ayah karena ibu akan menjadi ibu dan juga ayah untuk mu nak.” Ucap Freya di dalam hatinya.


Pagi itu Freya begitu terburu-buru karena dia harus segera hadir di kantornya sesegera mungkin, bahkan saking terburu-buru dia sampai tersandung dan hampir terjatuh. Daren yang melihatnya secara tidak sadar ingin segera berlari

__ADS_1


namun dia langsung menghentikan langkahnya karena Freya tidak benar-benar jatuh hanya hampir terjatuh


saja.


“Betapa tersiksanya diri ku yang begitu menyedihkan ini bahkan aku tidak bisa menjaga mu bahkan dari jarak sedekat ini.” Dan Daren pun langsung memasuki rumah Freya yang sudah ditinggalkan pemiliknya.


.


🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂


.


Bingung itu yang dia alami sekarang harus sembunyi kemana dirinya sekarang dan dengan terburu-buru dia masuk kedalam lemari pakaian yang berada di kamar Freya karena dia panik dan tidak bisa berpikir jernih. “Kenapa Freya balik lagi ?”


Hingga dia mendengar suara Freya masuk kedalam kamar. “Ya ampun kenapa aku ceroboh sekali sih berkas yang penting malah ketinggalan.” Gerutunya sembari menjitak kepalanya pelan.


Ketika dia ingin keluar kamar dia bingung kenapa ada ember lengkap dengan alat pel dan juga sapu di dalam kamarnya. “Kemana Angel kenapa ini di biarkan berada di sini ?”

__ADS_1


“Bodohnya kau Daren kenapa kau malah lupa menyimpan sapu dan pelnya. Semoga dia tidak curiga.” Daren merasakan hidungnya gatal dan dia ingin sekali bersin bahkan dia sudah menjepit hidungnya agar bersinnya bisa dia tahan.


Namun bukannya tertahan namun keinginannya untuk bersin malah semakin kuat hingga dia tidak bisa menahannya. “Hattcchii !”


Seketika Freya langsung menoleh dan melihat-lihat darimana asal suara bersin yang dia dengar tersebut. “Angel kamu dimana ?”


“Aneh sekali jelas-jelas aku mendengar suara orang bersin tapi dari mana apa Angel ada di dalam kamar mandi ? Angel ?” Freya pun mendekati pintu kamar mandi.


Dan sekali lagi Daren bersin hingga Freya mengetahui bahwa asal suaranya berada di dalam lemari bajunya. “Dasar hidung tidak tahu diri.” Gerutu Daren dengan suaranya yang sangat pelan.


.


🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂


.


Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa like ya teman-teman  pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......

__ADS_1


__ADS_2