
Sebenarnya kepala Freya kini sudah berdenyut hebat tubuhnya lemas dan kini di tambah dengan tingkah kedua laki-laki yang sedang bertengkar tepat di hadapannya membuatnya semakin lemas bahkan dia berusaha mengeluarkan suaranya yang dia paksakan agar kedua laki-laki itu berhenti untuk bertengkar.
Kepalanya rasanya berputar dan semuanya terlihat semakin gelap dia berusaha mencari pegangan dengan agar dia tidak limbung namun belum sempat dia mencari pegangan dia sudah hampir pingsan.
“Kak berhenti, kak....” Dia masih sempat mencoba memisahkan keduanya yang benar-benar bertingkah seperti anak kecil.
“FREYA !" Keduanya berteriak ketika melihat Freya.hendak terjatuh dan dengan sigap Daren segera menumpu badan Freya yang hampir terbentur lantai.
“FREYA ! Bangun freya kamu kenapa sayang ?” Daren terlihat panik dan mengguncang-guncangkan tubuh Freya.
Sementara Ezran terlihat kaget dan membelalakan matanya ketika melihat darah mengalir dari tubuh bagian bawah Freya. “Lihatlah itu darah apa ?”
Daren pun langsung melihat ke arah yang di tunjukan Ezran. “Segera hubungi ambulance, kita harus segera membawanya ke rumah sakit.”
Bukannya segera menghubungi Ambulance Ezran malah mematung karena masih terkejut. “CEPATLAH ! Apa yang kau lakukan ?” Daren berteriak marah melihat Ezran yang terlihat seperti orang dungu saat ini.
“Freya bertahanlah sayang, bertahanlah kenapa semua ini bisa terjadi ?” Daren sudah menangis sambil memangku Freya di pangkuannya.
__ADS_1
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
Karena terlalu panik bahkan Daren merasa waktu berlalu begitu lambat. “Kenapa lama sekali lebih baik kita bawa Freya saja langsung.” Daren pun sudah berusaha memangku Freya dan membawanya masuk kedalam mobil.
“Kamu bawalah mobil ini. Cepatlah Ezran !” Sementara Daren kini berada di kursi penumpang tengah membaringkan Freya ke dalam pangkuannya dan terus mengelus-elus kepala Freya.
Sebenarnya Ezran merasakan dadanya bergemuruh karena melihat semua perlakuan Daren kepada Freya namun kecemburuannya saat ini tidaklah tepat dimana sekarang Freya tengah terbaring lemah.
Setibanya di depan rumah sakit Daren segera turun dari mobil dan memangku Freya masuk kedalam, dia bahkan berteriak memanggil nama.dokter agar segera menangani istrinya yang sudah kaku di dalam pangkuannya.
“DOKTER ! DOKTER ! Dimana dokter cepatlah tolong istri saya,.cepatlah.”
Dengan cepat tenga medis membawakan brankar dan Daren.menaruh tubuh istrinya yang terlihat lemah itu tidur di atasnya. Selama mendorong brankar tersebut Daren terus berdoa di dalam hatinya agar Freya dan calon anaknya.baik-baik saja.
__ADS_1
“Tolong selamatkan istri dan juga anak ku, ya tuhan aku mohon.” Bahkan kini pandangan Daren sudah berkabut karena air mata yang terus menggenang di kedua bola matanya.
Langkah Daren terhalang ketika dia tidak di izinkan untuk masuk ke dalam ruang gawat darurat. “Tolong lakukan yang terbaik dokter untuk menyelamatkan istri dan juga anak saya. Saya mohon.”
“Iya pak pasti kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan istri anda.” Jawab sang dokter yang mencoba menenangkan Daren.
Daren hanya tertunduk lesu sembari mendudukkan dirinya di kursi menunggu istrinya yang berada dalam penanganan dokter. “Bagaimana keadaan Freya ?” Terlihat Ezran sudah menghampiri Daren yang sebelumnya harus memarkirkan mobil yang tadi dia bawa.
“Aku tidak tahu.” Ucap Daren yang terdengar lemah ketika menjawabnya.
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa like ya teman-teman pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......
__ADS_1